Khusus, Olimpiade

The Road to Victory


Barangkali kini sering terdengar berita tentang keberhasilan anak-anak Indonesia memenangi olimpiade internasional di berbagai bidang keilmuan. Setiap tahun putra-putri terbaik bangsa ini menyumbangkan medali, mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, bahkan mengalahkan negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang. Siapakah para pemenang itu? Apakah mereka orang-orang berkacamata tak berambut yang pendiam dan setiap harinya berteman buku-buku setebal bantal?

Ternyata bukan. Anak-anak berprestasi itu bukan lah kutubuku-kutubuku yang selalu menghabiskan waktunya melahap ilmu-ilmu aneh bin ajaib hingga rambut mereka rontok. Bukan juga para pendiam yang tak pernah bermain dengan rekan sebayanya atau anak-anak yang menghabiskan masa kecilnya di laboratorium. Nyatanya, mereka remaja sepertimu, yang juga kerap bermain Dotta, update status di Facebook, atau nge-tweet di Twitter. Nyatanya, mereka adalah anak-anak yang juga suka bermain bola, sering bercanda dengan rekan sebaya, dan bahkan merasakan enaknya jatuh cinta seperti remaja pada umumnya.

Lalu, bagaimana mereka bisa mendapatkan medali internasional sedangkan yang lainnya tidak (dan jumlahnya jauh lebih banyak)? Banyak jawabannya. Salah satunya adalah karena mereka memahami jalan seperti apa yang akan mereka tempuh menuju medali yang mereka idamkan. Karena itulah Tim Olimpiade Padmanaba mempersembahkan tulisan ini buat kamu yang ingin mengetahui lebih detail jalan seperti apa sih yang kini membentang antara dirimu dan calon medalimu.

Jalan menuju Olimpiade Sains Internasional (OSI) memang cukup panjang, seperti kata pepatah Cina, jarak seribu mil diawali dari langkah pertama. Seleksi dimulai dari tingkat Kabupaten/Kota atau yang biasa dikenal sebagai Olimpiade Sains Kota (OSK). Sampai saat ini, ada delapan bidang yang dilombakan untuk tingkat SMA, yaitu Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Astronomi, Komputer, Kebumian, dan Ekonomi. Bidang mana pun yang kamu pilih, seperti para calon juara lainnya, kamu harus memulai di OSK yang biasanya diselenggarakan sekitar bulan April/Mei.

Jika berhasil lolos dari OSK, kamu harus menghadapi rintangan selanjutnya, yaitu Olimpiade Sains Tingkat Provinsi (OSP) yang biasanya diselenggarakan pada bulan Juni. Di sini, bukan hanya teman-teman satu provinsi yang akan kamu hadapi, tapi juga pelajar-pelajar dari seluruh Indonesia. Biasanya, sebelum tes, pihak Dinas Pendidikan Provinsi akan terlebih dahulu memberikan pembinaan materi. Hasil tesmu akan dinilai dan dibandingkan dengan hasil para peserta lain dari seluruh Indonesia. Banyak yang bilang, justru di sini lah salah satu tahapan terberat dalam keseluruhan sistem seleksi yang panjang ini, entah benar atau tidak.

Kemudian, sekitar 100 pelajar terbaik per bidang studi akan diundang untuk mengikuti kompetisi sains terbesar di Indonesia, Olimpiade Sains Nasional (OSN). OSN sudah diselenggarakan sejak tahun 2002 dan dari sistem kompetisi ini lah terahir puluhan pelajar-pelajar berprestasi yang nantinya akan mewakili negeri kita tercinta. Setiap tahunnya, OSN diselenggarakan di kota yang berbeda. Artinya, jika kamu lolos, bonus yang akan kamu dapatkan adalah bisa jalan-jalan di kota besar Indonesia seperti Balikpapan (2003), Pekanbaru (2004), Jakarta (2005 dan 2009), Semarang (2006), Surabaya (2007), Makassar (2008), Medan (2010), dan Manado (2011). Selain itu, kamu bakal bertemu dengan ratusan pelajar terbaik di Indonesia yang pastinya akan menambah daftar teman di jejaring sosialmu. Di sinilah para calon juara ini diasah.

Di akhir OSN, tiga puluh peserta terbaik per bidang studi akan dianugerahi medali. Lima peserta terbaik mendapat medali emas, sepuluh peserta berikutnya mendapat medali perak, dan lima belas yang lain mendapat medali perunggu. Umumnya, ketiga puluh peraih medali ini berhak mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) untuk mengikuti seleksi lebih lanjut. Setelah beberapa kali pelatnas (tergantung bidang) selama berbulan-bulan, baru kemudian terpilih “tim nasional” yang akan mengikuti OSI, di mana tim nasional Indonesia harus bersaing dengan puluhan negara lain di pentas dunia, memperebutkan medali, mempertaruhkan jati diri.

Wuih, jalan yang panjang memang dan tidak mudah untuk mencapainya. Lalu apa? Apakah setelah mendapat medali internasional jalan yang sudah susah payah kamu tempuh berakhir begitu saja? Jangan salah! Medali olimpiade internasional akan memuluskan langkahmu untuk masuk ke perguruan tinggi terbaik, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia seperti NTU, NUS, bahkan MIT. Jangan kaget jika nanti di acara penutupan olimpiade seorang profesor berkacamata mendekatimu dan menawarimu untuk bersekolah di institusinya!

Dan jangan lagi khawatirkan biaya kuliahmu! Karena Dikti sudah menjanjikan beasiswa bagi para peraih medali yaitu: beasiswa S1 untuk medali perunggu, beasiswa hingga S2 untuk medali perak, dan beasiswa hingga S3 untuk medali emas! Bagusnya lagi, beasiswamu tidak akan dikurangi di penjuru Bumi mana pun kamu melanjutkan studi, bahkan di kampus-kampus yang biayanya selangit!

Tunggu apa lagi? Lekas persiapkan dirimu dengan baik! Jadwal OSK selanjutnya sudah dekat! Mulailah menapaki jalan yang panjang itu perlahan-lahan karena satu langkah kecilmu yang terus-menerus akan membawamu keliling dunia.

Semoga berhasil!

 

Tagged as
Posted by