Teratai

Teratai Merah, Sang Padmanaba


Masih segar dalam benak kita semua, betapa “jiwa Padmanaba” kita amat terpompa. Betapa rasa cinta kita pada Padmanaba telah mengakar di hati. Tulus. Padmanaba sendiri erat kaitannya dengan teratai merah. Dan sudah seharusnya pula kita mengetahui apa makna sebenarnya dari teratai merah.

Suatu hari pada tahun 1942, di sekitar puncak menggebunya semangat persatuan dan kesatuan dikalangan para pelajar SMT (cikal bakal SMA Negeri 3 Yogyakarta), Bapak R.J.Katamsi sebagai guru gambar, memberikan tugas menggambar obyek teratai merah,  dengan penuh kearifan beliau menjelaskan arti dan sifat bunga teratai merah :

Bunga terartai dengan bunga berwarna merah atau lotus, dalam bahasa sansekerta disebut PADMA, di dalam riwayat kepercayaan dan agama bangsa-bangsa Timur merupakan salah satu lambang sakral untuk banyak hal yang menyangkut masalah kehidupan manusia.Bunga teratai dengan kuncup mengarah ke atas melambangkan kekuatan yang membumbung ke atas.

Ilmu pengetahuan mengenai bunga teratai merah yang diberikan Bapak RJ. Katamsi menjadi amat populer. Setiap katanya merasuk jauh ke dalam lubuk para pelajar yang sedang bersemangat untuk menggalang persatuan dan kesatuan dengan membentuk organisasi. Maka, dengan tidak membutuhkan waktu yang berkepanjangan, diadakanlah organisasi yang berdiri tanggal 19 September 1942 dengan nama PADMANABA.

Selain itu pelajaran juga dapat ditarik dari kehidupan pohon teratai :

Apabila air pasang teratai akan ikut naik, sedang apabila surut teratai ikut turun. Teratai tumbuh di lingkungan air yang kotor, berlumpur, dengan akar serabut yang saling mengait, tetapi bunga teratai tetap bersih, indah, tidak tercemar. Daun pohon teratai tumbuh berkembang kearah datar terletak mengambang di permukaan air, tidak basah oleh air yang kotor. Susunan kombinasi pertumbuhan daun dan bunga yang indah dan sempurna yang serasi dengan alam lingkungan di tempat pohon teratai tersebut tumbuh.

Terdapat pula mitos mengenai bunga teratai dalam versi agama Hindu, yaitu Padma tumbuh dari pusar Dewa Wisnu ketika terbangun dari semedinya di atas ananta, dan dari padma tersebut kelak akan lahir Dewa Brahma. Padma yang keluar dari pusat tersebut merupakan lambang-lambang keberanian, kesucian, dan kemajuan. Berdasar atas mitos ini maka seperti yang diceritakan di dalam babad pewayangan, Dewa Wisnu dan juga Batara Kresna sebagai titisannya disebut Padmanaba.

Sungguh, Padmanaba, teratai merah memiliki arti yang agung. Dengan sejarah emas di tiap langkahnya. Sudah seharusnya kita tetap hidup dengan “jiwa Padmanaba” di tiap desah nafas kita.

Oleh : Dwi Astuti Dharma Putri, Progresif #19

Photo Source : google.com

Tagged as
Posted by