Alumni

Muhammad Faqih Alfyan : Seni Rupa dan Passion


Muhammad Faqih Alfyan, inilah salah seorang dari 6 nominator Studium Generale (SG) Award untuk insan berprestasi Padmanaba.  Sebelumnya, ada prestasi dari Alfyan yang sudah dimuat di Kalawarta Padmanaba (M. Faqih Alfyan di-interview oleh Wendt Gallery USA) jadi memang benar seniman dari Padmanaba66 ini patut untuk menjadi salahsatu kandidat dalam SG Award untuk insan berprestasi Padmanaba.

Teman kita yang berkelahiran pada Yogyakarta,3 Oktober 1992 ini barusaja di-Purna Wisuda Siswa ini adalah seorang yang terkenal gayeng. Ya, Alfyan adalah mantan ketua PAF 2009 (Padmanaba Art Festival), alhasil saat ini terdapat mural-mural di tembok sekeliling lapangan sepakbola SMA 3 Yogyakarta.

pemuda yang hobi bermain alat musik ini rupanya sudah memulai berkarya sejak TK, “Dari dorongan orangtua yang sangat kuat mengajari, membimbing hingga selalu menemani ketika ada kompetisi berlangsung. Setiap minggu mengikuti kompetisi seni lukis. Belajar dari kekalahan. Itu yang menyemangati aku untuk terus bisa berkarya dan berkompetisi hingga sekarang. Dari kompetisi anak,remaja,hingga dewasa, dari tingkat local,nasional maupun internasional. Aku ikuti semua sebagai pengalaman dan pembelajaran. Alhamdulilah hingga kini 240an throphy kejuaraan telah aku koleksi”

Sampai saat ini pemilik galery online di faqihalfyan.carbonmade.com ini terus berkarya dan aktif  dalam berbagai pameran bersama seniman senior lainnya.  “Banyak hal yang mempengaruhiku dalam berkarya. Yang terbesar adalah dorongan orangtua. Faktor keberhasilan dan kesuksesan. Saat kelas 4 SD aku mengikuti kompetisi poster tingkat provinsi dan aku mendapatkan juara 1,  diadakan oleh LSM HIJAU, 3 bulan kemudian aku di telpon LSM tersebut karena aku memenangkan kompetisi internasional memenangkan medali emas. Aku tak pernah menyadari kapan itu diadakan. Ternyata LSM tersebut mengikutkan pemenang lomba poster ke EINOHIKARI contest dan saat itu aku berhak mendapatkan hadiah ke Jepang dan aku berangkat tanpa ditemani orangtua.”

“Kemudian sejak akhir SD dan SMP aku mulai banyak mendapatkan banyak penghargaan internasional, seperti Shankar Internasional Children Competition yang dilaksanakan di India dan selama 3 tahun aku mendapat silver medal, kemudian di tingkat Nasional penghargaan terbesar adalah menjadi juara 4 kali berturut-turut dalam Kompetisi Seni Lukis Remaja Nasional yang diadakan Yayasan Seni Rupa Indonesia. Kalau di tingkat senior seperti ajang Phillip Morris.”

Keaktifan dan karya seorang Alfyan bukan hanya sekedar seni, dalam masa 3 tahun di Padmanaba, ia menjabat sebagai Subsekbid VII Seni Rupa OSIS 2008/2009, Ketua Padmanaba Art Festival 2009, Co.Sekbid VII Apresiasi Seni dan Budaya 2009/2010, Petugas Logistik PPLB 2009, Co.Pemasaran Padmanaba Funbike 2011, dan Konseptor Buku Tahunan Padmanaba66.

“Saat SMA diawal tahun aku mengikuti kompetisi seni lukis remaja nasional yg diadakan YSRI. Saat itu dari SMA 3 cuma aku yang mewakili, dan dari Jogja yang menjadi finalis cukup banyak adalah SMA 8, sekitar 10 orang. Mereka mendapat dukungan penuh dari sekolah mereka, aku berdiri sendiri, tak apalah, kita buktikan di pentas dan ketika pengumuman, alhamdulilah aku mendapat juara 1. Otomatis nama SMA 3 disebutkan, ya, aku bangga. Saat itu berlangsung di Pasar seni ancol dan ketika itu ada seniman yang berkata ‘’SMA 3 juga ada anak yang suka seni to, tak kira Cuma olimpiade aja’’. Ya dari situ aku bisa sedikit membuktikan bahwa SMA 3 tidak mati di bidang seni!!”

” Pengalaman yang terbaru adalah ketika aku mengikuti kompetisi Jakarta Art Award, kompetisi seni lukis professional dan aku menjadi pelukis termuda, ya, karena aku masih SMA. Ketika diumumkan, aku belum berhasil memenangkan kompetisi. Hal yang wajar, karena yang kuhadapi sekarang tidak lagi anak-anak ataupun remaja, tetapi pelukis professional. 2 minggu berlalu, aku mendapatkan telepon dari panitia tersebut, bahwa bapak Fauzi Bowo menghendaki aku berpameran di Wendt Gallery New York.  Entah alasan apa beliau memilih aku, yang jelas aku bangga bisa berpameran bersama pemenang kompetisi Jakarta Art Award.Membawa nama Indonesia di Negeri Adikuasa!”

Bagi Alfyan, proses berkarya adalah mencoba, mencari dan memadukan, “Berawal dari kertas,kemudian keramik(terracotta),mural,kanvas,kalkir, aku coba semua. Karena dalam berkesenian, aku ingin bebas namun pesan dan muatan yang tertuang dalam gambar itu bisa diterima”. Dalam lukisannya Alfyan banyak menangkat tema sosial budaya, sisi lain yang terdapat dalam kehidupan kita yang saat ini tertopeng kemewahan dan kekuasaan, mesi kita mempunyai kebudyaan yang adi luhur begitu kaya.

Putra tunggal dari Bapak Musthofa Zaim yang juga seorang seniman ini menuturkan bahwa melukis bukanlah profesinya “Aku melukis sebagai hobby bukan sebagai profesi. Karena jika aku menjadikan profesi  aku akan merasa jenuh dan banyak tuntutan. Karena aku ingin bebas berkarya dan bisa terus berkarya. Mari Berkarya!!!Vox Poppulli!

Cerminan seorang insan muda berprestasi memang sudah melekat untuk Alfyan, seperti pengalaman yang diceritakan, sebagai seorang Padmanaba pastilah kita akan sangat bangga menganal dan mengetahui bahwa akan banyak hasil karya yang mengesankan, dibuat oleh seorang Muhammad Faqih Alfyan, keluarga besar Padmanaba!

Jangan sampai melewatkan Studium Generale tahun ini yang menggugah, inspiratif, dan memotivasi! Pastikan selalu mendapat update berita dari Kalawarta Padmanaba, karena semua dapat berpartisipasi dalam pooling SG Award. Kami tunggu kehadiran keluarga besar padmanaba di dalam SG. Selasa 12 Juli 10.00 – 12.00 WIB di Lapangan tengah Padmanaba.

Dari kita keluarga Padmanaba untuk siswa Padmanaba

(astikusuma)

 

Tagged as Tags: , , , ,
Posted by