Laporan Kerja Posko Padmanaba Peduli

Posko Padmanaba Peduli di pintu selatan SMA 3 Yogyakarta
Selama dua minggu, Yogyakarta dan sekitarnya terasa cukup mencekam karena letusan Gunung Merapi yang besar dan beruntun. Ratusan orang meninggal sementara dua ratus ribu lebih penduduk Yogyakarta harus mengungsi ke tempat yang aman. Beberapa tempat di lereng Gunung Merapi seperti Cangkringan dan Balerante terkena awan panas dan berubah menjadi desa mati, ditinggal oleh penduduknya yang ketakutan mengungsi ke beberapa titik pengungsian di kota Yogyakarta.
Tak ingin tinggal diam, beberapa siswa dan alumni dengan persetujuan pihak SMA 3 Yogyakarta mendirikan sebuah kantong bantuan dengan nama Posko Padmanaba Peduli. Posko Padmanaba Peduli terletak di pintu selatan SMA 3 Yogyakarta yang biasanya digunakan sebagai ruang Ambalan. Sejak tanggal 5 November 2010 posko ini mulai bekerja selama 24 jam, mengumpulkan sumbangan baik dana maupun barang dari keluarga Padmanaba maupun masyarakat Yogyakarta, kemudian mendistribusikan bantuan tersebut ke tempat-tempat yang membutuhkan. Karena sejak hari itu sekolah diliburkan, posko mendapat banyak bantuan tenaga relawan dari siswa SMA 3 dan alumni baik yang terkena dampak Merapi maupun tidak. Terlihat beberapa anggota keluarga Padmanaba yang walaupun sudah mengungsi tetap meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu operasional posko. Tidak hanya itu, guru-guru SMA 3 Yogyakarta juga membangun dapur umum yang memasak ratusan bungkus nasi dan lauk pauk tiap harinya untuk para pengungsi dan relawan muda ini.
Selama lima hari Posko Padmanaba Peduli telah berhasil mengumpulkan uang sumbangan dari masyarakat sejumlah Rp 24.756.700,00 dan berbagai barang kebutuhan pengungsi, mulai dari makanan dan minuman, peralatan tidur, peralatan mandi, pakaian pantas pakai, pembalut, popok dewasa dan bayi, makanan bayi, dan lain-lain. Uang sumbangan dibelanjakan untuk berbagai logistik kebutuhan ribuan pengungsi di berbagai titik pengungsian. Bahkan Padmanaba angkatan 1984 secara khusus membeli dan mengumpulkan bantuan logistik yang diserahkan kepada Posko Padmanaba untuk disalurkan kepada pada pengungsi. Selama posko dibuka, bantuan telah didistribusikan di banyak tempat, antara lain :
- Ampel, Boyolali
- Plosokuning Ngemplak, Sleman,
- Seyegan Mertodadi, Sleman
- Sawangan, Magelang
Tempat distribusi yang lain dapat dilihat di sini

Keluarga Besar Padmanaba berkumpul di Posko Padmanaba Peduli
Pada awalnya, Posko Peduli Padmanaba juga akan menjadikan Gedung Argabagya sebagai tempat pengungsian keluarga Padmanaba yang menjadi korban Merapi. Tetapi hal ini tidak jadi dilaksanakan karena ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, antara lain sekolah yang mulai aktif kembali pada hari ini, Kamis 12 November 2010. Sementara Posko Padmanaba Peduli sendiri ditutup sejak Rabu, 10 November 2010 pukul 00.00 dan dibuka kembali jika dibutuhkan.
Apresiasi yang tinggi patut diberikan pada para siswa dan alumni Padmanaba yang bersemangat dan berjuang keras membantu sesama. Keluarga Padmanaba dari angkatan 49 sampai 68 berkumpul tanpa ada senioritas. Meski masih muda, mereka mau bekerja seharian penuh atas nama kemanusiaan tanpa pamrih, mulai dari tim humas yang mengumpulkan data titik pengungsian di seluruh Yogyakarta dan sekitarnya, hingga para distributor bantuan yang tiap harinya bergelut dengan jalanan licin dan rusak demi mencapai titik pengungsian yang terpencil.
Doa kita semua untuk Merapi, semoga semua segera kembali seperti semula. Hidup Padmanaba, Hidup Indonesia!
Laporan Pertanggungjawaban Posko Padmanaba Peduli November 2010
[DOWNLOAD DI SINI]
Posted by Padmanaba Network

