Kunjungan Sahabat dari Negeri Sakura
National Land Afforestation Promotion Organization (Nalapo) bersama-sama dengan SMA Negeri 3 Yogyakarta mengadakan kegiatan exchange culture, Rabu, 8 februari 2012 lalu. Nalapo merupakan organisasi penanam pohon dari Negeri Sakura yang berkesempatan mengunjungi lagi bumi Padmanaba untuk menanamkan bibit pohon. Perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia memang terlihat jenjang. Namun antusiasme peserta tetap terlihat nyata. Hal itu dapat dibuktikan dengan euforia yang terasa ketika acara berlangsung.
Suasana aula hari itu terkesan sangat ‘Indonesia’ dengan hamparan batik dan gerobag ronde di sisi timur aula, dan juga deretan rapih gamelan di sisi barat. Teman-teman dari Nalapo memasuki Aula diiringi cucuk lampah dan disambut dengan alunan harmonis musik gamelan, sekembalinya dari lapangan bola untuk menanam pohon.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Kimigayo, lagu kebangsaan Jepang. Dilanjutkan dengan penampilan dari Paduan Suara Padmanaba, Tari Sapu Tangan, dan penampilan karawitan dari siswa-siswi dan guru-guru SMA Negeri 3 Yogyakarta. Semua terlihat antusias mengikuti jalannya acara penyambutan dari awal hingga akhir. Kebersamaan memang terlihat indah sore itu. Terlebih lagi saat mereka ikut aktif mencoba memainkan gamelan dan bermain permainan tradisional Indonesia di lapangan tengah seperti gobak sodor, lompat tali, egrang, dan bakiak. Suasana juga semakin menghangat ketika semua teman-teman dari Jepang bercampur baur ikut bermain ular naga.
“Panas,” jawab Gen Tansaka sambil mengibaskan tangannya ketika ditanya bagaimana komentarnya tentang Indonesia. Meski begitu, siswa dari Jepang ini tetap terlihat asyik bercakap-cakap dengan siswa SMA Negeri 3 lainnya sambil sesekali mengintip ke kamus Jepang-Indonesianya. Walau terhalang bahasa, namun komunikasi tetap berjalan lancar dari kedua belah pihak.
Aula di sore itu semakin meriah ketika Siti Budiarso, atau Manna Nishino, siswa pertukaran pelajar dari jepang yang sudah menetap selama 6 bulan di Yogyakarta, menari dengan kostum kuning cerahnya.
Tali silaturahmi yang terjalin antara siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta dan siswa dari jepang terlihat nyata, meskipun belum lebih dari satu hari mereka berjumpa. Hal itu dapat dibuktikan dengan raut sedih yang terpancar di setiap wajah ketika acara harus diakhiri. Beberapa siswi bahkan berpelukan penuh haru. Acara ditutup dengan pemberian souvenir, sesi pemotretan, dan Lagu Sayonara dari seluruh siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta.
Sahabat-sahabat dari Jepang memang sudah pergi, namun tali silaturahmi yang terjalin akan tetap erat antara SMA Negeri 3 Yogyakarta dan Nalapo.
Sampai jumpa lagi, Nalapo.
Oleh : Afiannisa Viersanova, Padmanaba 69
Tagged asPosted by Maria Eka Andhita




















