<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Padmanaba</title>
	<atom:link href="http://padmanaba.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://padmanaba.or.id</link>
	<description>SMA 3 Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 05:57:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sekilas tentang Vektor</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/sekilas-tentang-vektor/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/sekilas-tentang-vektor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 05:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olimpad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6992</guid>
		<description><![CDATA[Ketika adikmu yang masih balita mendekatimu dan bertanya, “Satu onde-onde ditambah satu onde jadi berapa?” tentu kamu akan dengan mudah menjawab tanpa perlu berpikir panjang, “Tentu saja dua onde-onde!”. Saat adikmu bertanya lagi, “Satu anak ditambah satu anak kekuatannya sama dengan dua orang anak kan?”, dengan penuh percaya diri kamu bakal menjawab, “Iya, dik!”. Tetapi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/push-pull-car.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-6996" title="push-pull-car" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/push-pull-car-300x120.jpg" alt="" width="300" height="120" /></a></p>
<p>Ketika adikmu yang masih balita mendekatimu dan bertanya, “Satu onde-onde ditambah satu onde jadi berapa?” tentu kamu akan dengan mudah menjawab tanpa perlu berpikir panjang, “Tentu saja dua onde-onde!”. Saat adikmu bertanya lagi, “Satu anak ditambah satu anak kekuatannya sama dengan dua orang anak kan?”, dengan penuh percaya diri kamu bakal menjawab, “Iya, dik!”. Tetapi, ketika adikmu yang penuh ingin tahu menunjukkan gambar di atas dan bertanya sekali lagi, “Kok satu orang anak kuat mendorong mobil tapi dua orang anak nggak kuat?”, kamu mungkin bakalan terdiam, berusaha menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawab.</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/2-onde.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-6994" title="2-onde" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/2-onde.jpg" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<p>“Soalnya, yang satu mendorong ke kanan, yang satu lagi mendorong ke kiri, jadi mobilnya nggak jalan deh.” Adikmu yang tampak belum puas bertanya kembali, “Jadi satu bapak ditambah satu bapak, kekuatannya nol dong? Kan mobilnya nggak jalan?” Wajahmu seketika melongo, tak menyangka adikmu akan bertanya seperti itu. Mulutmu terbuka tapi tak bisa berkata-kata dan keringat mulai mengucur deras di badanmu saat kamu sadar tak bisa menjawab pertanyaan adikmu. Bayangkan: kamu dipermalukan adikmu sendiri!</p>
<p>Tenang-tenang! Untungnya, kisah di atas hanya fiksi belaka dan tidak terjadi di kehidupanmu, jadi kamu boleh lega. Tapi, bagaimana jika itu terjadi dan kamu tidak tahu jawabannya? Malu kan? Karena itu, yuk kita cari tahu jawabannya!</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/vector.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-7003" title="vector" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/vector-247x300.gif" alt="" width="247" height="300" /></a></p>
<p>Apa yang adik kecilmu tanyakan Itu berhubungan dengan sebuah besaran fisika yang disebut vektor. Besaran vektor berbeda dengan besaran skalar karena vektor mempunyai besar/nilai dan juga arah. Karena itu, operasi besaran vektor tidak sama dengan operasi besaran skalar. Jika satu onde-onde ditambah satu onde-onde itu pasti dua onde-onde (sebelum kamu makan tentunya), gaya dorong satu orang bapak ditambah gaya dorong satu orang bapak belum tentu sama dengan gaya dorong dua orang bapak. Artinya, besaran vektor bernilai satu ditambah besaran vektor lain yang juga bernilai satu belum tentu sama dengan dua, tetapi tergantung dari arah masing-masing besaran tersebut. Seperti pada contoh di atas, gaya dorong ke kanan ditambah gaya dorong ke kiri yang sama besarnya akan menghasilkan besaran vektor bernilai 0 sehingga mobil tidak bergerak.</p>
<p>Pemahaman tentang besaran vektor penting untuk memahami fenomena-fenomena fisis lebih lanjut, jadi ada baiknya kamu mempelajari besaran vektor terlebih dahulu. Bisa lewat link <a href="http://www.physicsclassroom.com/Class/vectors/ " target="_blank">ini</a> atau yang <a href="http://physics.learnhub.com/lesson/2380-physics-ii-vectors" target="_blank">ini</a> atau download dan pelajari file di bawah.</p>
<p>Oh ya, kalau kejadian di atas benar-benar terjadi, segera pujilah adikmu yang sudah bisa membayangkan besaran vektor! Semoga bermanfaat dan semoga kamu tidak jadi dipermalukan oleh adikmu!</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/1-Cerita-tentang-Vektor.rar">1-Cerita tentang Vektor</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/sekilas-tentang-vektor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Banding OSIS dan MPK Padmanaba 2011/2012</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/studi-banding-osis-dan-mpk-padmanaba-20112012/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/studi-banding-osis-dan-mpk-padmanaba-20112012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 11:13:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7032</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kali ini, OSIS dan MPK Padmanaba masa bakti 2011/2012 berkesempatan untuk melakukan studi banding ke tiga sekolah terbaik yang ada di kota Malang. Dalam rombongan OSIS-MPK ini, juga turut serta beberapa perwakilan event dari PSIKOPAD!, PTTA, Dedicart, dan PPHP. Dengan didampingi oleh Pak Mario, Pak Didik, Bu&#160; Rien, Bu Rita, dan Bu Lilik, kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Kali ini, OSIS dan MPK Padmanaba masa bakti 2011/2012 berkesempatan untuk melakukan studi banding ke tiga sekolah terbaik yang ada di kota Malang. Dalam rombongan OSIS-MPK ini, juga turut serta beberapa perwakilan event dari PSIKOPAD!, PTTA, Dedicart, dan PPHP. Dengan didampingi oleh Pak Mario, Pak Didik, Bu&nbsp; Rien, Bu Rita, dan Bu Lilik, kami berangkat menuju Malang pada Minggu, 29 Januari 2012 sekitar pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Kami melakukan kunjungan ke tiga sekolah berikut</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>SMA Negeri 3 Malang</strong></li>
</ul>
<p>Pada hari Senin, 30 Januari 2012, kami melakukan kunjungan pertama ke SMA Negeri 3 Malang yang merupakan sekolah terfavorit di kota Malang. Kunjungan kami ini sebenarnya merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya pihak SMA Negeri 3 Malang telah berkunjung ke Yogyakarta. Kami disambut dengan hangat oleh teman-teman OSIS dan PK Bhawikarsu, serta beberapa guru. Sama halnya dengan Padmanaba, SMA Negeri 3 Malang juga memiliki kegiatan siswa yang cukup banyak. Kami saling berbagi tentang program kerja satu sama lain.</p>
<p>SMA Negeri 3 Malang ini memang tidak begitu luas karena letaknya berada dalam satu komplek dengan SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Malang. Tetapi tetap saja kami sangat kagum ketika diajak berkeliling sekolah. Keadaan sekolah cukup modern dan fasilitas yang ada dirawat dengan sangat baik.</p>
<p style="text-align: center;" data-mce-style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9175.jpg2_.jpg" data-mce-href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9175.jpg2_.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7033" title="Foto bersama OSIS-PK SMAN 3 Malang" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9175.jpg2_-1024x683.jpg" alt="" data-mce-src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9175.jpg2_-1024x683.jpg" width="645" height="430"></a><br data-mce-bogus="1"></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>SMA Negeri 5 Malang</strong></li>
</ul>
<p>Pada hari yang sama, kami melanjutkan kunjungan ke SMA Negeri 5 Malang. Kami juga disambut dengan hangat oleh beberapa guru serta OSIS dan MPK SMA Negeri 5 Malang. Setelah mendengarkan presentasi dari OSIS-MPK dan saling berbagi pengalaman, kami diajak berkeliling sekolah. SMA Negeri 5 Malang memiliki lingkungan yang sangat luas dan didukung dengan fasilitas yang sangat mendukung.</p>
<p>Selain itu, sekolah ini juga menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Berbagai penghargaan dari pemerintah telah diraih. Beberapa ruang hijau diciptakan di sekolah ini. Bahkan, para siswa sendirilah yang merawat tanaman-tanaman yang ada. Dalam rangka mendukung predikat sekolah ini sebagai sekolah Adiwiyata, juga diadakan pemilihan duta lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;" data-mce-style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9376.jpg2_.jpg" data-mce-href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9376.jpg2_.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7034" title="Foto bersama OSIS-MPK SMAN 5 Malang" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9376.jpg2_-1024x683.jpg" alt="" data-mce-src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9376.jpg2_-1024x683.jpg" width="632" height="419"></a><br data-mce-bogus="1"></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li><strong>SMAK Santo Albertus</strong></li>
</ul>
<p>Kunjungan terakhir kami adalah menuju SMA Katholik Santo Albertus pada hari Selasa, 31 Januari 2012. SMA swasta favorit ini lebih dikenal dengan nama SMA Dempo karena letaknya berdekatan dengan Jalan Dempo. Kami disambut dengan penuh keakraban oleh teman-teman OSIS dari SMA Dempo serta beberapa guru. Seperti kunjungan sebelumnya, pertama-tama, kami saling berbagi cerita dan pengalaman mengenai program kerja masing-masing pihak.</p>
<p>SMA ini sangat luas, sehingga berbagai acara intern maupun ekstern dapat diadakan di dalam sekolah. Selain itu, SMA ini perlu dijadikan sebagai panutan karena memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi.</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_97281.jpg2_1.jpg" data-mce-href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_97281.jpg2_1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7036" title="Foto bersama OSIS SMAK St. Albertus" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_97281.jpg2_1-1024x683.jpg" alt="" data-mce-src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_97281.jpg2_1-1024x683.jpg" width="625" height="406"></a><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9728.jpg2_.jpg" data-mce-href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_9728.jpg2_.jpg"><br /> </a><br data-mce-bogus="1"></p>
<p>Kami mendapatkan banyak pelajaran dan hal positif dari kunjugan kami ke tiga sekolah tadi. Semoga OSIS dan MPK Padmanaba bisa menerapkan hal-hal positif tersebut dalam tindak nyata, sehingga ke depannya bisa menjadi jauh lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dokumentasi: Jalu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/studi-banding-osis-dan-mpk-padmanaba-20112012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danto Adityo, Entrepreneur Muda dan Berbakat</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 12:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anin Andhita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7025</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas dilihat, sosoknya terkesan asyik dan seru. Dialah Danto, seorang alumni Padmanaba 60 yang sukses dengan bisnisnya di bidang fotografi.  Meski terbilang masih cukup muda, bisnisnya sudah berdiri mantap. Kini, ia telah menjadi Direktur Utama Colorful Photography. Wirausaha yang ia ciptakan bersama seorang investor dan enam partner lainnya tiga tahun yang lalu. Laki-laki bernama lengkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7026" title="385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p>
<p>Sekilas dilihat, sosoknya terkesan asyik dan seru. Dialah Danto, seorang alumni Padmanaba 60 yang sukses dengan bisnisnya di bidang fotografi.  Meski terbilang masih cukup muda, bisnisnya sudah berdiri mantap. Kini, ia telah menjadi Direktur Utama Colorful Photography. Wirausaha yang ia ciptakan bersama seorang <em>investor</em> dan enam <em>partner</em> lainnya tiga tahun yang lalu.</p>
<p>Laki-laki bernama lengkap Danto Adityo Laksono ini sebenarnya lulusan teknik elektro. Lantas apa yang membuatnya beralih pada dunia bisnis? Jawabannya adalah <em>passion</em>. Prinsipnya, bekerjalah sesuai dengan hobi atau <em>passion</em>mu.</p>
<p>Menemukan kesenangan atau hobi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menemukan di mana <em>passion</em>mu, juga bukan hal yang mudah. Perjalanan yang cukup panjang dialami oleh Danto. Awalnya, ia sempat mengajar les privat. Matematika, fisika, kimia. Mengajar adalah kesukaannya dan sempat ia lakoni kurang lebih satu tahun. Selanjutnya, ia mendirikan lapangan futsal, karena futsal juga merupakan hobinya. Hingga kini, bisnis lapangan futsal masih berjalan. Bisnis warung mie ayam bahkan sempat dijalankannya juga, kurang lebih setengah tahun. Dikorbankan karena harus fokus pada skripsi dan tentu saja pada Colorful Photography. <em>Passion </em>Danto yang sebenarnya.</p>
<p>Menjabat sebaagai direktur utama suatu perusahaan tidak lantas membuatnya lepas tangan. Bisnis tidak akan berkembang tanpa campur tangan direktur. Direktur yang baik selalu turun tangan dalam bentuk memberi pengarahan, strategi, atau pun motivasi. Hal itu lah yang dilakukan oleh Danto. Kini Colorful Photography memiliki kurang lebih lima puluh personil yang ahli di bidang mereka masing-masing.</p>
<p>“Ada hadist yang mengatakan ‘sembilan dari sepuluh pintu rezeki berada di perniagaan’,” ucapnya. Begitulah kira-kira gambaran kemantapan Danto pada bisnisnya. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya, Colorful Photography mencoba mengepakkan sayapnya. Perusahaan yang juga bergerak di bidang <em>advertising</em>, <em>company</em>, <em>visual art solution</em>, dan juga <em>branding</em> ini setelah memiliki dua kantor di Yogyakarta, yaitu di Jalan Urip Sumoharjo dan Baciro, akan mencoba membuka cabang di Jakarta.</p>
<p>Semua itu memang tak mudah untuk dilakukan. Kata Danto hambatan dan rintangan selalu ada. Hambatan internal tentang personil-personil, hambatan <em>market</em>, seperti pasar yang sedang sepi, hingga hambatan dari studio sendiri, seperti lampu yang mati pasti akan ada. Namun semua masalah tentu ada solusinya. Syukurlah, hingga kini belum ada hambatan yang membuat Colorful Photography menjadi <em>stagnant</em>.</p>
<p>Lalu, apakah kiat sukses berbisnis?  Berani, kreatif, dan jangan takut gagal, begitu jawabnya. Tak lupa pula dengan berani menciptakan hal-hal baru. Ia juga berkata bahwa berorganisasilah yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih berani berpendapat dan kreatif. Di organisasi ini juga dibentuk <em>leadership</em> dan kemampuan komunikasi kita.  Organisasi akan mengajarkan kita untuk me<em>manage </em>dan  meng<em>organize</em>.</p>
<p>Danto berpesan untuk para anak-anak muda bangsa untuk terus bergerak membuat kegiatan yang positif, belajar berorganisasi atau berlatih berbinis, mencari teman sebanyak-banyaknya, berkarya sebaik mungkin, dan jangan lupa belajar, sedikit-sedikit tetapi. Yang terpenting adalah pengembangan <em>soft skill</em>menurutnya. Itulah yang dibutuhkan di kehidupan nyata.</p>
<p>(Afiannisa Viersanova dan Alifiani Nabilah Putranti, Padmanaba69)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nuansa Reggae Jerman di Padmanaba</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/nuansa-reggae-jerman-di-padmanaba/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/nuansa-reggae-jerman-di-padmanaba/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 16:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudytik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jerman]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7014</guid>
		<description><![CDATA[Musik merupakan salah satu bidang yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Apapun itu genre atau jenisnya, pop, rock, jazz dan sebagainya. Ada satu hal yang menarik ketika seorang musisi yang saat ini terkenal di kota München, Jerman, yaitu Uwe Kaa beserta rombongan grup One Drop Band, menyempatkan diri untuk memberikan materi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4183.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7015" title="IMG_4183" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4183-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p>Musik merupakan salah satu bidang yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Apapun itu genre atau jenisnya, pop, rock, jazz dan sebagainya. Ada satu hal yang menarik ketika seorang musisi yang saat ini terkenal di kota München, Jerman, yaitu Uwe Kaa beserta rombongan grup One Drop Band, menyempatkan diri untuk memberikan materi wokshop untuk siswa tentang musik dalam pembelajaran bahasa Jerman di Ruang Audio Visual SMAN 3 Yogyakarta, hari Sabtu, 28 Januari 2012 pada pukul 10.00 – 13.00 WIB.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4171.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7016" title="IMG_4171" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4171-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a><br />
Ya, bukan jenis musik pop, rock atau klassik yang saat ini digemari di negeri Jerman, melainkan jenis musik reggae yang dibawakan oleh Uwe Kaa ke Indonesia, khususnya Yogyakarta. Pada kenyataannya, jenis musik ini diterima dengan baik oleh para peserta workshop di SMAN 3 waktu itu. Para siswa yang membawa alat musik, berkolaborasi bermain musik bersama Uwe dan One Drop Band yang waktu itu memainkan beberapa lagu.<br />
Acara workshop dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Bapak Drs. Kusworo, M.Hum, dalam sambutannya, beliau mengucapkan bahwa SMAN 3 Yogyakarta itu international, bekerjasama dengan berbagai Negara dalam bidang sekolah dan pendidikan, khususnya Jerman. Maka melalui acara yang diselenggarakan di SMAN 3 ini, diharapkan siswa semakin tertarik dan termotivasi untuk mendalami bahasa Jerman.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4167.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7018" title="IMG_4167" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4167-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a><br />
Peserta workshop tidak hanya siswa dan guru pendamping dari SMAN 3 Yogyakarta, melainkan juga dari Bogor (SMAN Madania dan SMAN Dwi Warna), Bandung (SMAN 7 dan SMA PGII), Tasikmalaya (SMAN 3) dan SMAN Taruna Nusantara Magelang. Peserta workshop ini merupakan sekolah yang tergabung dalam PASCH atau sekolah mitra Jerman, yang diundang ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan workshop dan menyaksikan konser musik Uwe Kaa dan One Drop band.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4184.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7019" title="IMG_4184" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/IMG_4184-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a><br />
Program workshop ini merupakan rangkaian tour konser Uwe Kaa dan One Drop Band yang diselenggarakan oleh PASCH/ sekolah mitra Jerman, Goethe-Institut Jakarta dan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Di empat kota, yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Manado, rombongan musik dan tim dari Goethe-Institut Jakarta ini selain memberikan materi workshop, juga menampilkan konser musik secara langsung di empat kota tersebut. Di Yogyakarta, setelah selesai melaksanakan workshop di SMAN 3, peserta dan pemateri bertemu kembali di gedung Taman Budaya Yogyakarta pukul 19.00 dalam acara yang tidak kalah menarik, yaitu konser musik berjenis reggae yang ditampilkan oleh Uwe Kaa, One Drop Band feat Ras Muhammad (Duta Musik Reggae) dan musisi lokal Yogyakarta, Shaggy Dog. Data resmi jumlah pengunjung yang hadir malam itu mencapai 955 orang.</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah apresiasi yang luar biasa oleh penonton kepada rombongan musik yang dibawa oleh Thomas Freundorfer (Kepala Bidang PASCH, G-I Jakarta. Dominik Klawonn, Uwe “Kaa” Kobler (vocal) , Martin Rohac (Drum), Karsten “Kasi” Frohn (pianika), Immanuel Saini (bass), Stefan Tavra (Guitar), Verena Maria Schneider (Fotografer). Markus Hendler (keyboard). “Kita boleh berbeda bahasa, akan tetapi melalui musik kita bisa saling mengerti, karena musik itu merupakan bahasa yang universal,” ujar Uwe Kaa di sela-sela acara workshop di SMAN 3.</p>
<p style="text-align: left;">
(Fajar Ikhsan Nugroho)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/nuansa-reggae-jerman-di-padmanaba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>70 Tahun Padmanaba, Beyond Legacy &amp; Dream</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/70-tahun-padmanaba-beyond-legacy-dream/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/70-tahun-padmanaba-beyond-legacy-dream/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 04:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Lustrum XIV]]></category>
		<category><![CDATA[Teratai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6995</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah panjang Padmanaba banyak menuliskan cerita manis kesuksesan. Tak terhitung karya ilmiah, kegiatan sosial, serta seni dan budaya ditorehkan dalam berbagai media memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. Yang paling hangat tentu saja karya B.W. Purbanegara (lulusan 2001) yang berhasil meraih piala Festival Film Indonesia 2011 kategori film pendek terbaik dengan judul “Bermula dari A”. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/Lustrum.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-6997" title="Lustrum" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/Lustrum.jpg" alt="" width="499" height="702" /></a></p>
<p>Sejarah panjang Padmanaba banyak menuliskan cerita manis kesuksesan. Tak terhitung karya ilmiah, kegiatan sosial, serta seni dan budaya ditorehkan dalam berbagai media memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia. Yang paling hangat tentu saja karya <a href="http://padmanaba.or.id/bw-purbanegara-bermula-dari-a/" target="_blank">B.W. Purbanegara</a> (lulusan 2001) yang berhasil meraih piala Festival Film Indonesia 2011 kategori film pendek terbaik dengan judul “Bermula dari A”. Suatu legacy karya insan Padmanaba yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.</p>
<p>Padmanaba mengajarkan dua hal mendasar , yaitu legacy dan dream. Legacy merepresentasikan budaya dan nilai-nilai pendidikan yang telah mengakar kuat sejak berdiri 19 September 1942, dan dream merefleksikan harapan dan optimisme hidup yang sangat besar setiap insan Padmanaba. Harmonisasi keduanya menimbulkan output luar biasa. Bermula dari sebuah gedung sekolah gaya arsitektur Belanda, sejarah mencatat insan-insan hebat yang berhasil berkarya di bidang masing-masing berasal dari Padmanaba. Selain B.W. Purbanegara, Padmanaba melahirkan tokoh yang mengharumkan Indonesia dari berbagai generasi. Generasi AMS B adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soedarpo_Sastrosatomo" target="_blank">Soedarpo Sastrosatomo</a> (anggota perunding Indonesia dalam Perundingan Linggarjati, pendiri PT. Samudera Indonesia sekaligus 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes bulan Juli 2006), <a href="http://tokoh-indonesia.com/ensiklopedi/s/subroto/index.shtml" target="_blank">Prof. Dr. Subroto</a> (mantan Sekretaris Jendral OPEC),<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wiyogo_Atmodarminto" target="_blank"> Letjen TNI (Purn) Wiyogo Atmodarminto</a> (Panglima Kostrad masa bakti 19 Januari 1978 s.d. 1 Maret 1980, Gubernur Jakarta periode 1987 – 1992), Prof. Soeyono (mantan Menteri Pendidikan era Soekarno), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Haris_Nasution" target="_blank">A.H. Nasution</a> (Jendral Besar TNI AD), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suharso" target="_blank">Prof. Dr. Suharso</a> (Pahlawan Nasional, Dokter Para Pejuang), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usmar_Ismail" target="_blank">Usmar Ismail</a> (Bapak Perfilman Indonesia).</p>
<p>Padmanaba generasi pertama melahirkan sosok <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radius_Prawiro" target="_blank">Dr. Radius Prawiro, Drs.ec.,AK</a> (Ketua Dewan Gubernur Bank Dunia IBRD 1971 s.d. 1973, Menteri Perdagangan Kabinet Pembangunan II dan III periode 1973 s.d. 1983), <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Soesilo_Soedarman" target="_blank">Soesilo Sudarman</a> (Menparpostel Kabinet Pembangunan III periode 1988 s.d. 1993, Menkopolhukam Kabinet Pembangunan IV periode 1993 s.d. 1998),<a href="http://www.pelita.or.id/baca.php?id=12685" target="_blank"> Marsdya TNI (Purn) Kardono</a> (Sekretaris Militer Presiden pada 1979, Ketua Umum PSSI periode 1983-1991), <a href="http://www.tempo.co.id/ang/min/02/11/ekbis1.htm" target="_blank">Faisal Abda&#8217;oe</a> (mantan Direktur Utama Pertamina).</p>
<p>Generasi berikutnya terdapat tokoh seperti <a href="http://padmanaba.or.id/tokoh-perdana-padzinterview-herry-zudianto/" target="_blank">Herry Zudianto, MM</a> (mantan walikota Yogyakarta), <a href="http://padmanaba.or.id/inspirasi-untuk-berinovasi-dari-rembug-padmanaba6/" target="_blank">DR. Anggito Abimanyu, M. Sc</a>. (mantan ketua Kebijakan Fiskal),<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herwidayatmo" target="_blank"> Herwidayatmo, MBA</a>. (Wakil Direktur Utama Bank Permata), <a href="http://www.mmugm.ac.id/index.php/kategoriuntukindex/1064-prospek-investasi-dan-peluang-karir-di-industri-pasar-modal-indonesia" target="_blank">Friderica Widyasari Dewi, MBA</a>. (Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia). Di jajaran Padmanaba generasi muda terdapat <a href="http://padmanaba.or.id/aichiro-suryo-prabowo-dan-padmanaba/" target="_blank">Aichiro Suryo Prabowo</a> (Young Leadership for Indonesia), Mirah Mahaswari (mahasiswi UGM berprestasi 2011) dan masih banyak insan Padmanaba berbagai generasi yang berhasil di bidangnya masing-masing. Padmanaba muda memunculkan<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SMA_Negeri_3_Yogyakarta" target="_blank"> Joshua Michael Maranata</a> (peserta terbaik dalam bidang Fisika Ujian A-Level Cambridge University), <a href="http://www.fitb.itb.ac.id/berita/253,Rio-Priandi-Nugroho-dan-Fajar-Febiani-Amanda-Wakil-FITB-di-International-Earth-Science-Olympiad-(IESO)-.-" target="_blank">Rio Priandi Nugroho</a> (Medali Emas dalam International Earth Science Olympiad),<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SMA_Negeri_3_Yogyakarta" target="_blank"> Ahmad Ataka Awalur Rizqi</a> (Medali Perunggu pada Asian Physics Olympiad), dan masih banyak nama lainnya yang berprestasi mengharumkan nama Indonesia.</p>
<p>Legacy dan dream menjadi tema Lustrum Akbar XIV Padmanaba. Nilai yang diangkat dalam Lustrum mendatang bernuansa nostalgia masa SMA, sebuah masa yang paling indah dalam hidup. Knowledge, friendship, competition, dan tentu saja love merupakan nilai dari Lustrum, yang kemudian akan diimplementasikan dalam rangkaian kegiatan Lustrum Akbar XIV Padmanaba. Padmanaba Science Tech Week, PSIKOPAD #7, Gala Dinner Padmanaba, Padmanaba Funbike, dan Padmanaba Jazz merupakan beberapa contoh kegiatan yang akan dilaksanakan. Kick start sekaligus launching lustrum akan dilaksanakan bulan Februari 2012, dan rangkaian kegiatan akan diakhiri pada bulan Desember 2012.</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/lustrum-Padmanaba.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-6998" title="lustrum Padmanaba" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/lustrum-Padmanaba.jpg" alt="" width="517" height="702" /></a></p>
<p>Dengan bangga kami mempersembahkan “Lustrum Akbar XIV, 70 Tahun Padmanaba Berkarya untuk Indonesia”. Waktu terus bergulir, saatnya semua mempersiapkan diri di bidang masing-masing. Saya mengajak seluruh insan Padmanaba untuk berkontribusi dalam perhelatan akbar ini. Bagi siapapun yang ingin berkontribusi, dapat menghubungi sekretariat Lustrum Akbar XIV Padmanaba sebagai humas resmi kegiatan lustrum. Mari kita berikan yang terbaik bagi sekolah tercinta.</p>
<p>Jaya Padmanaba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/70-tahun-padmanaba-beyond-legacy-dream/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LBB Padmanaba Kembali Digelar</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/lbb-padmanaba-kembali-digelar/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/lbb-padmanaba-kembali-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 14:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahadyana Muslichah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Lustrum XIV]]></category>
		<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6985</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Tak mau sekadar menjadi partisipan, SMA Negeri 3 Yogyakarta turut menggelar Lomba Baris-Berbaris (LBB). LBB yang bertajuk LBB Padmanaba 2012 ini digelar kembali setelah lebih dari 2 tahun vakum. LBB Padmanaba terakhir diselenggarakan pada November 2009. LBB Padmanaba yang mengusung tema Power of Discipline and Heroism ini merupakan salah satu event rangkaian Lustrum XIV [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/403077_2556546041026_1475223543_3326247_921764170_n.jpg" alt="" width="543" height="768" /></p>
<p>Tak mau sekadar menjadi partisipan, SMA Negeri 3 Yogyakarta turut menggelar Lomba Baris-Berbaris (LBB). LBB yang bertajuk LBB Padmanaba 2012 ini digelar kembali setelah lebih dari 2 tahun vakum. LBB Padmanaba terakhir diselenggarakan pada November 2009.</p>
<p>LBB Padmanaba yang mengusung tema Power of Discipline and Heroism ini merupakan salah satu event rangkaian Lustrum XIV Padmanaba. LBB Padmanaba 2012 terbuka untuk SMP, SMA, dan sederajat se-DIY. LBB ini akan diselenggarakan di Kompleks Stadion Mandala Krida pada Minggu, 12 Februari 2012. Selain kompetisi baris-berbaris, LBB ini juga menggelar pos <em>free style</em> sebagai ajang kreasi dan modifikasi gerakan baris-berbaris.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan peletonmu untuk menjadi yang terbaik dan rebut hadiah jutaan rupiah!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/lbb-padmanaba-kembali-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bhayangkara Padmanaba Rajai LBB Delayota</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-rajai-lbb-delayota/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-rajai-lbb-delayota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 14:53:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahadyana Muslichah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6942</guid>
		<description><![CDATA[Sudah tidak mengejutkan lagi mendengar kabar prestasi dari Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Setidaknya, dalam lima tahun terakhir keikutsertaannya dalam berbagai ajang Lomba Baris-Berbaris (LBB), Bhapad hampir tidak pernah pulang dengan tangan hampa. Meskipun begitu, kembalinya Bhapad merebut podium teratas pada ajang LBB Delayota, Minggu, 29 Januari 2012 kemarin, tetap menjadi sebuah kebanggaan yang harus disyukuri. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6943" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MG_9375edit2.jpg"><img class="size-medium wp-image-6943" title="Bhayangkara Padmanaba di LBB Delayota 2012" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MG_9375edit2-300x204.jpg" alt="" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">Photo by Revias Bramadhian</p></div>
<p>Sudah tidak mengejutkan lagi mendengar kabar prestasi dari Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Setidaknya, dalam lima tahun terakhir keikutsertaannya dalam berbagai ajang Lomba Baris-Berbaris (LBB), Bhapad hampir tidak pernah pulang dengan tangan hampa. Meskipun begitu, kembalinya Bhapad merebut podium teratas pada ajang LBB Delayota, Minggu, 29 Januari 2012 kemarin, tetap menjadi sebuah kebanggaan yang harus disyukuri.</p>
<p>Setelah merebut juara umum pada ajang LBB sebelumnya—LBB Prayata Teladan—pada dua minggu lalu (klik <a href="http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-juara-umum-lbb-prayata-teladan/" target="_blank">di sini</a> untuk membaca artikel terkait), Bhapad kembali bersiap menghadapi LBB selanjutnya yang dipanitiai oleh siswa-siswi SMA Negeri 8 Yogyakarta. LBB yang digelar di Balai Kota Yogyakarta ini merupakan event tahunan selama beberapa tahun terakhir yang selalu rutin diikuti oleh Bhapad.</p>
<p>Kali ini, Bhapad kembali unjuk gigi dengan mengirimkan 4 peleton, 2 peleton putra dan 2 peleton putri, dari Bhapad 68 dan 69. Mengacu pada hasil yang diperoleh dari tahun ke tahun, kali ini Bhapad kembali mematok target untuk menjadi yang terbaik. Kenyataannya, predikat juara umum kembali diraih. Artinya, ini merupakan juara umum ke-4 yang diraih secara berturut-turut dalam gelaran LBB Delayota.</p>
<p>Dalam LBB yang diikuti oleh peleton-peleton dari berbagai SMA di DIY kemarin, masing-masing peleton Bhapad yang dikirimkan menyabet gelar juara. Di sektor putri, Bhapad 69 melanjutkan kejayaannya dengan merebut juara pertama dan secara otomatis mengatasi kakaknya, Bhapad 68 yang harus puas dengan podium kedua. Ditambah, gelar komandan terbaik yang diperoleh Ayu Dini Kartika Putri dari Bhapad 68. Di sektor putra, Bhapad 69 tanpa disangka-sangka mampu menyabet juara pertama, sekaligus mengalahkan kakaknya—Bhapad 68—yang meraih tempat kedua.</p>
<p>Hasil yang diraih Bhapad pada LBB kemarin merupakan satu hal yang sangat patut disyukuri. Mengingat pada lomba-lomba sebelumnya, perolehan kejuaraan yang didapatkan tidak sebanyak kali ini. Yang patut digarisbawahi dari hasil tersebut adalah kian menguatnya Bhapad 69 sebagai skuad muda Bhapad serta penerus kejayaan Bhapad, khususnya peleton putra.</p>
<p>Maju terus Bhayangkara Padmanaba! Hidup Padmanaba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-rajai-lbb-delayota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gempar PATAYA di Padmanaba (Apaan tuh?)</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 15:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppc</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6883</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini Padmanaba hebring banget sama yang namanya PATAYA. Di tiap papan pengumuman sampai dunia maya, heboh sama woro-woro PATAYA. Mau tau apa itu PATAYA? Yuhuuuu! PATAYA adalah singkatan dari PAdmanaba TAmiya YeAh! *mekso?* biarin PATAYA ini sendiri dipelopori oleh para cowok Padmanaba 68 yang lama-kelamaan nyetrum ke angkatan lain meski yang lain cuma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belum lama ini Padmanaba hebring banget sama yang namanya PATAYA. Di tiap papan pengumuman sampai dunia maya, heboh sama woro-woro PATAYA. Mau tau apa itu PATAYA?</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PATAYA.jpg"><img src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PATAYA-212x300.jpg" alt="" width="212" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-6886" /></a></p>
<p>Yuhuuuu! PATAYA adalah singkatan dari <strong>PA</strong>dmanaba <strong>TA</strong>miya <strong>Y</strong>e<strong>A</strong>h! *mekso?* biarin <img src='http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
PATAYA ini sendiri dipelopori oleh para cowok Padmanaba 68 yang lama-kelamaan nyetrum ke angkatan lain meski yang lain cuma nonton :p</p>
<p><em>Tamiya? Mainan jaman kapan tuh?</em><br />
Justru karna itu! Main Tamiya tu jadi berasa KSBB (Kelingan Sing Mbiyen-Mbiyen). Semasa SD dulu. Mengenang masa kecil hihihi<br />
Para PATAYA mengadu Tamiya kesayangan masing-masing tiap hari Sabtu, guys!<br />
Yuk kita intip si PATAYA <img src='http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>

<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/pataya/' title='PATAYA'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PATAYA-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PATAYA" title="PATAYA" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0005-2/' title='IMG_0005'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0005-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0005" title="IMG_0005" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0006/' title='IMG_0006'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0006-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0006" title="IMG_0006" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0007/' title='IMG_0007'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0007-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0007" title="IMG_0007" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0009/' title='IMG_0009'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0009-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0009" title="IMG_0009" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0011/' title='IMG_0011'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0011-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0011" title="IMG_0011" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0012/' title='IMG_0012'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0012-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0012" title="IMG_0012" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0013-2/' title='IMG_0013'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0013-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0013" title="IMG_0013" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0014/' title='IMG_0014'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0014-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0014" title="IMG_0014" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0017/' title='IMG_0017'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0017-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0017" title="IMG_0017" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0019/' title='IMG_0019'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0019-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0019" title="IMG_0019" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0020/' title='IMG_0020'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0020-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0020" title="IMG_0020" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0021/' title='IMG_0021'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0021-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0021" title="IMG_0021" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0022-2/' title='IMG_0022'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0022-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0022" title="IMG_0022" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0025/' title='IMG_0025'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0025-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0025" title="IMG_0025" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0027/' title='IMG_0027'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0027-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0027" title="IMG_0027" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0028/' title='IMG_0028'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0028-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0028" title="IMG_0028" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0034/' title='IMG_0034'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0034-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0034" title="IMG_0034" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0035/' title='IMG_0035'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0035-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0035" title="IMG_0035" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0036/' title='IMG_0036'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0036-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0036" title="IMG_0036" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0037/' title='IMG_0037'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0037-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0037" title="IMG_0037" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0042/' title='IMG_0042'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0042-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0042" title="IMG_0042" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0044/' title='IMG_0044'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0044-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0044" title="IMG_0044" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0045/' title='IMG_0045'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0045-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0045" title="IMG_0045" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0050/' title='IMG_0050'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0050-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0050" title="IMG_0050" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0051/' title='IMG_0051'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0051-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0051" title="IMG_0051" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0052/' title='IMG_0052'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0052-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0052" title="IMG_0052" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0057/' title='IMG_0057'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0057-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0057" title="IMG_0057" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0112/' title='IMG_0112'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0112-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0112" title="IMG_0112" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/img_0114/' title='IMG_0114'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_0114-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_0114" title="IMG_0114" /></a>
<a href='http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/padpataya/' title='PadPATAYA'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PadPATAYA-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PadPATAYA" title="PadPATAYA" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/gempar-pataya-di-padmanaba-apaan-tuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ashley Siagian, Pedansa Muda Penuh Rona</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/ashley-siagian-pedansa-muda-penuh-rona/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/ashley-siagian-pedansa-muda-penuh-rona/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 14:20:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amrina Rosyada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6884</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang bakal sangka gadis dengan rambut ikal panjang terurai ini memiliki sepasang kaki ajaib, atau tangan yang dengan ayunannya mampu menabur magi, bahkan tubuh yang begitu lentur mengikuti tiap ketuk nada? Duduk dan tunggulah hingga ia mulai menari, dan bersiaplah untuk tercengang.  Seorang pedansa muda yang membawa rona warna baru di Padmanaba, angkat topi untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG01557-20111218-1802.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-6885" title="IMG01557-20111218-1802" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG01557-20111218-1802-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Siapa yang bakal sangka gadis dengan rambut ikal panjang terurai ini memiliki sepasang kaki ajaib, atau tangan yang dengan ayunannya mampu menabur magi, bahkan tubuh yang begitu lentur mengikuti tiap ketuk nada? Duduk dan tunggulah hingga ia mulai menari, dan bersiaplah untuk tercengang.  Seorang pedansa muda yang membawa rona warna baru di Padmanaba, angkat topi untuk si dinamis Ashley Thalia Teshalonica Siagian!</p>
<p>Ashley, dara kelahiran Jakarta, 24 Agustus 1996 ini, memang sudah <em>kulina</em> dengan lantai dansa dan gemerlap kostum bahwasanya namanya sudah terdaftar sebagai salah satu siswi di Bailamos Dance School sejak tahun 2005. Lomba pertama yang ia ikuti adalah Nuvo International Dance Sport Championship pada tahun 2006 dengan menyabet juara keempat.</p>
<p>Baru-baru ini, empat piala serta seuntai medali berhak ia bawa pulang dari dua kejuaraan. Queen’s Cup International Dance Sport Championship, sebuah ajang dansa bertaraf regional yang digelar pada 4 Desember 2011 lalu, berhasil ditaklukkan Ashley dengan menjuarai empat nomor dansa. Ia memuncaki peringkat untuk nomor dansa solo <em>cha-cha</em> yang dinamis, solo <em>rhumba</em> yang romantis dan semi-menggoda, solo <em>jive</em> yang rancak, serta solo <em>waltz</em> yang anggun. Pencapaian ini benar-benar pantas didecakkagumi bahwasanya peserta yang mengikuti lomba ini berasal dari seluruh penjuru Asia Pasifik. Lawan berat dalam kompetisi mustahil tidak ada. Pada lomba ini, aku Ashley, saingan beratnya adalah seorang bocah enam tahun asal Negeri Singa yang sudah dapat berdansa dengan begitu memukau. Namun, apa gerangan yang perlu dikhawatirkan lagi, Ashley toh dapat membuktikan bahwa ia masihlah yang terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div><img class="aligncenter size-medium wp-image-6922" style="border-style: initial; border-color: initial;" title="IMG01456-20111204-1617" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG01456-20111204-1617-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" />Kejuaraan dansa kedua yang ia ikuti pada penghujung tahun 2011 adalah Kejurnas VI Olah Raga Dansa Indonesia pada 18 Desember 2012. Namun kali ini, tidaklah ia sendiri lagi disorot lampu panggung. Berkolaborasi dengan adiknya, Audley Thania Teshalonica Siagian, ia turun berdansa pada cabang Lady-Lady untuk <em>latin dance </em>dan sekali lagi mempertunjukkan keampuhannya dengan menduduki posisi pertama.</div>
<p>Bukan hanya tubuhnya yang dapat berdansa, mimpi-mimpinya pun ikut menari dalam benaknya. Mendirikan sekolah tari, mengajari anak-anak kurang mampu berdansa, dan meyakinkan dunia bahwa ekspresi seni juga dapat berupa sebentuk tarian indah merupakan impian Ashley. Seperti pada <em>ballet</em> Swan Lake karya Pyotr Tchaikovsky, semoga mimpi-mimpi itu dapat berdiri kokoh dan pantang redup bak Pangeran Siegfried dan tetap seelok, seberkilau Putri Odette.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/ashley-siagian-pedansa-muda-penuh-rona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Code Counseling, Persembahan untuk Anak-anak Kali Code</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/code-counseling-persembahan-untuk-anak-anak-kali-code/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/code-counseling-persembahan-untuk-anak-anak-kali-code/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 15:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba Peduli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6854</guid>
		<description><![CDATA[Code Counseling Day 1 Minggu, 8 Januari 2012, beberapa siswa SMA 3 Yogyakarta menyambangi Balai Serbaguna yang berada di lingkungan Kampung Code. Mereka akan melaksanakan kegiatan yang mereka namakan Code Counseling, suatu bentuk kepedulian siswa SMA 3 terhadap anak-anak yang berada di lingkungan sekitar Kali Code. Kegiatan kali ini berisikan pengajaran yang disisipi pendidikan moral [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Code Counseling Day 1</em></strong></p>
<p>Minggu, 8 Januari 2012, beberapa siswa SMA 3 Yogyakarta menyambangi Balai Serbaguna yang berada di lingkungan Kampung Code. Mereka akan melaksanakan kegiatan yang mereka namakan <em>Code Counseling</em>, suatu bentuk kepedulian siswa SMA 3 terhadap anak-anak yang berada di lingkungan sekitar Kali Code. Kegiatan kali ini berisikan pengajaran yang disisipi pendidikan moral bagi anak-anak dari tingkat TK hingga SD kelas 6.</p>
<p>Pada awalnya, mereka cukup kebingungan untuk mengajak anak-anak berkumpul di Balai Serbaguna. Padahal sebelumnya mereka telah melakukan publikasi untuk mengajak anak-anak sekitar Kali Code mengikuti kegiatan ini. Namun, akhirnya sekitar 25 anak berkumpul untuk mengikuti kegiatan tersebut. Sebelum pengajaran diberikan, terlebih dahulu setiap anak diberikan buku dan alat tulis untuk mendukung kegiatan pengajaran. Sekitar dua jam siswa Padmanaba dan anak-anak sekitar Kali Code berbaur dalam proses pengajaran yang disisipi tawa dan canda.</p>
<p>Setelah kegiatan pengajaran yang berlangsung cukup kondusif tersebut, sebagian dari mereka bermain plastisin yang dibuat sendiri oleh panitia. Sebagian lainnya meronce gelang dari manik-manik berbagai bentuk dan warna. Dengan kegiatan tersebut diharapkan kreativitas anak-anak Kali Code dapat sedikit terasah. Kegiatan ini berlangsung lancar dan menyenangkan.</p>
<p><em><strong>Code Counseling Day 2</strong></em></p>
<p>Minggu, 15 Januari 2012, siswa-siswi SMA 3 Yogyakarta beserta belasan anak-anak di sekitar Kali Code kembali berkumpul di Balai Serbaguna. Ditemani seorang alumni, mereka hendak melanjutkan kegiatan <em>Code Counseling</em> yang telah dilaksanakan satu minggu sebelumnya.</p>
<p>Seperti pada minggu sebelumnya, mereka cukup kesulitan untuk mengumpulkan anak-anak Kali Code. Namun, pada akhirnya belasan anak muncul dan berkumpul di Balai Serbaguna, tempat acara dilaksanakan. Pelajaran terbagi menjadi dua yaitu bagi anak usia TK dan anak usia SD. Anak usia TK belajar mewarnai gambar yang sudah disediakan panitia. Dengan gembira mereka menggesekkan krayonnya pada kertas hingga kertas putih itu tertutup oleh warna-warni krayon. Mereka sungguh kreatif, daun berwarna biru, matahari berwarna ungu. “Ini namanya seni,” jawab salah seorang anak saat ditanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-2-2.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6855" title="Code Conseling Day 2 (2)" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-2-2.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a></p>
<p>Anak SD melanjutkan pelajaran seperti pada minggu sebelumnya. Mereka mempelajari Matematika, Bahasa Inggris, dan IPS. Mereka belajar dengan sistem kuis, begitu pertanyaan dilontarkan mereka berebut menjawab terlebih dulu dengan mengangkat tangannya.</p>
<p>Setelah mewarnai dan belajar selama kurang lebih dua jam, panitia mengajak anak-anak berkumpul membentuk lingkaran. Mereka akan membuat bola-bola coklat yang terbuat dari biskuit yang dihancurkan dan susu kental manis rasa coklat. Kemudian bersama-sama mereka mencampurkan biskuit dan susu sampai rata. Dengan tangan yang dibungkus plastik mereka membentuk adonan menjadi seperti bola. Lalu bola-bola tersebut ditaburi dengan meses warna-warni, yang tentu saja disukai oleh anak-anak. Dengan riang mereka melahap bola-bola coklat jatah masing-masing. Kegiatan <em>Code Co</em><em>unseling</em> pada hari itu sungguh menyenangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-2-3.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6856" title="Code Conseling Day 2 (3)" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-2-3.jpg" alt="" width="576" height="432" /></a></p>
<p><em><strong>Code Counseling Day 3</strong></em></p>
<p>Senin, 23 Januari 2012, beberapa siswa SMA 3 Yogyakarta kembali bersilaturahim kepada warga dan anak-anak di sekitar Kali Code. Acara yang seharusnya dilaksanakan pada hari Minggu sebelumnya itu diundur dikarenakan adanya acara pernikahan di lingkungan tersebut.</p>
<p>Acara <em>Code Counseling</em> ini berjalan kurang lancar dikarenakan kurangnya koordinasi antara panitia dan pihak perwakilan dari Kampung Code. Waktu pelaksanaan acara mundur hingga sekitar dua jam dari waktu yang direncanakan karena anak-anak Code belum datang ke tempat acara.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-3.jpg-crop.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6876" title="Code Conseling Day 3.jpg" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Code-Conseling-Day-3.jpg-crop.jpg" alt="" width="579" height="434" /></a></p>
<p>Acara yang pada akhirnya dibuka pada pukul 11.00 dengan menonton film bersama. Proses pembelajaran dibatalkan karena terbatasnya waktu yang tersedia. Setelah menonton sebuah film, acara dilanjutkan dengan pembagian <em>doorprize</em>. Anak-anak dengan semangat manjawab pertanyaan demi mendapatkan <em>doorprize</em>. Kemudian seluruh panitia dan anak-anak yang hadir berfoto bersama. Acara ditutup dengan pamitan oleh panitia kepada pihak perwakilan Kali Code.</p>
<p>Semoga acara <em>Code Counseling</em> tahun ini bermanfaat dan bisa memberi pengaruh positif kepada anak-anak Kali Code. (Fira)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/code-counseling-persembahan-untuk-anak-anak-kali-code/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#Padztrivia Datang Lagi!</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/padztrivia-datang-lagi/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/padztrivia-datang-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 11:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anin Andhita</dc:creator>
				<category><![CDATA[PadzTrivia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6859</guid>
		<description><![CDATA[Halo halo semua warga Padmanaba! Mengakhiri bulan pertama di tahun baru ini, Padmanaba Network kembali menghadirkan #Padztrivia untuk menyemarakkan malam mingguan temen-temen. Lalu, apa itu #Padztrivia? Buat yang belum tahu atau lupa acara ini, #Padztrivia adalah kuis via twitter @padmanaba yang dilaksanakan setiap minggu akhir setiap bulan. Hadiah dari kuis ini pun bermacam-macam dan sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halo halo semua warga Padmanaba! Mengakhiri bulan pertama di tahun baru ini, Padmanaba Network kembali menghadirkan #Padztrivia untuk menyemarakkan malam mingguan temen-temen. Lalu, apa itu #Padztrivia? Buat yang belum tahu atau lupa acara ini, #Padztrivia adalah kuis via twitter @padmanaba yang dilaksanakan setiap minggu akhir setiap bulan. Hadiah dari kuis ini pun bermacam-macam dan sangat menarik untuk diperebutkan. Dan untuk bulan Januari ini, #Padztrivia akan hadir pada tanggal <strong><em>28 Januari 2012, pukul 19.30 WIB.   </em></strong></p>
<p>Untuk bulan ini, ada <strong><em>5 hadiah</em></strong> yang akan diperebutkan! Mereka adalah 1 buah flasdish 4GB, 2 buah voucher diskon  50% Djuaragan Futsal, dan 2 buah voucher @Rp20.000 Knock! Cafe. Mau kenal lebih jauh siapa yang menyediakan hadiah-hadiah menggiurkan itu? Yuk disimak profil singkat mereka. Ingat, pertanyaan #Padztrivia sabtu besok akan diambil dari profil mereka ini. Gampang kan? Ramaikan sabtu malammu bersama #Padztrivia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>“Djuragan Futsal”, Tamu Adalah Djuragannya </em></strong></p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/djuragan.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6860" title="djuragan" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/djuragan.jpg" alt="" width="465" height="282" /></a>Djuragan Futsal didirikan pada bulan Mei 2009, pendiri perusahaan ini adalah 3 orang anak teknik elektro ugm angkatan 2005 yaitu Todi (Padmanaba 60), Brian dan Ageng. Sampai saat ini usaha ini sudah berjalan kurang lebih 2.5 tahun. Konsep dari lapangan futsal ini adalah memberikan tempat bermain mengutamakan kenyamanan bagi pelanggan. Hal ini didukung dengan ukuran lapangan yang luas 16&#215;26 , bola berkualitas, strategy board, rompi, shower, musholla, siaran langsung sepakbola, dan area penonton serta fasilitas kamar mandi yang bersih dan nyaman. Kemudahan konsumen untuk mengetahui jadwal lapangan juga menjadi kelebihan tersendiri bagi tempat futsal yang bertempat di Jalan Pandega Martha no 55, Pogung Baru Yogyakarta ini. Konsumen dapat mengakses semua informasi via website (<a href="http://www.djuraganfutsal.com/">www.djuraganfutsal.com</a>), <a title="Djuragan Futsal" href="http://twitter.com/djuraganfutsal" target="_blank">twitter</a>, SMS, YM, dan BBM. Lima puluh persen konsumen Djuragan futsal merupakan mahasiswa dan 50% sisanya pekerja kantoran atau pemuda kampung. Djuragan Futsal juga menawarkan program Futsal Pagi bikin Hepi atau biasa disebut #Djuragan Attack, dimana konsumen akan  mendapatkan gratis main 1 jam setiap main 1 jam pada hari senin-kamis, pukul 07.00-11.00. Asyik banget, kan? Tunggu apalagi!</p>
<p><strong><em>“Kasatka Komputer”, Kemudahan dalam Transaksi Teknologi</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kasatka.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6861" title="kasatka" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kasatka.jpg" alt="" width="461" height="288" /></a></p>
<p>Kasatka Komputer , adalah sebuah start-up baru yang bergerak di bidang penjualan komputer online. Perusahaan ini diprakarsai 3 orang yaitu : Todi (Padmanaba 60), Bagor (Padmanaba 61) dan Yusron (UII 2005). Nama kasatka adalah nickname todi di forum kaskus yang kemudian digunakan sebagai nama perusahaan. Barang yang dijual toko ini beragam dari hardisk eksternal, kartu grafis, motherboard sampai laptop. Salah satu konsep yang dicoba ditawarkan oleh Kasatka adalah “Kasatka Kring”, yaitu suatu metode dimana konsumen dapat menelepon atau mengirim sms untuk setiap transaksi, lalu barang akan diantarkan langsung kepada konsumen. Kasatka Komputer sangat memanfaatkan Forum Jual beli di Kaskus untuk memasarkan barangnya. Selain itu tim IT kasatka juga sedang menyelesaikan tahap pengembangan website yang dapat diakses di <a href="http://www.kasatkakomputer.com/" target="_blank">www.kasatkakomputer.com</a>. Info promo terbaru juga dapat diakses dengan mudah melalui twitter @kasatkakomputer. Buruan serbu!</p>
<p><strong><em>“Knock Cafe”, Dimana Suasana Kota dan Desa Menyatu</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Knock_20Logo.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6862" title="Knock_20Logo" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Knock_20Logo.jpg" alt="" width="400" height="309" /></a></p>
<p>Hangat dan nyaman! Itulah kesan pertama yang bisa dirasakan ketika Anda melangkahkan kaki masuk ke <em>cafe</em> yang baru berusia 4 bulan ini. Bertempat di lokasi yang mudah untuk dijangkau pengunjung yaitu di Jl.Demangan Baru 1B, merupakan salah satu keuntungan bagi Anda yang datang untuk sekadar berkumpul bersama teman-teman sambil menikmati sajian-sajian Knock! Cafe yang tersedia.</p>
<p>Nuansa perkotaan dan pedesaan membaur menjadi satu dalam <em>cafe </em>ini, dengan dua lantai yang menggambarkan perbedaan konsep. Lantai 1 membawa konsep kenyamanan serta elegan melalui <em>modern furniture</em>, seperti sofa ditemani bantal bulu yang menggoda Anda untuk merebahkan diri, melepas penat, dan menciptakan suasana rileks ketika Anda menunggu kolega ataupun sedang mengerjakan tugas di sana. Untuk menambah suasana nyaman, ruangan di lantai ini juga dilengkapi dengan pendingin ruangan dan TV. Anda juga bisa bebas menikmati gerak-gerik para barista yang lincah ketika memasak sekaligus menyiapkan minuman untuk pengunjung yang datang karena konsep <em>open kitchen </em>juga dihadirkan di lantai ini untuk menemani Anda.</p>
<p>Sementara di lantai 2, konsep pedesaan yang hangat divisualisasikan dengan <em>furniture </em>berbahan kayu, bambu, dan rumbai-rumbai ijuk. Lampu temaram berwarna kuning juga sengaja dihadirkan untuk menciptakan suasana hangat nan sederhana terlebih karena konsepnya <em>outdoor, </em>menyatu dengan alam, Anda bisa dengan bebas menikmati kerlap-kerlip suasana kota Jogjakarta.</p>
<p>Satu hal yang terpenting dari <em>cafe </em>ini adalah sajian makanan dan minuman dengan berbagai pilihan yang unik, lezat, dan pastinya menggugah selera! Variasi <em>western food </em>dengan varian kopi ,teh, dan coklat serta <em>juice</em> disajikan dengan harga yang terjangkau. Hanya dengan lima ribu hingga dua puluh ribu rupiah Anda bisa menikmati sajian makanan dan minuman yang menarik Anda untuk mencobanya. Ada beberapa makanan dan minuman yang hanya dapat ditemukan dan Anda nikmati di <em>cafe </em>ini, seperti Tuna lasagna, <em>Italiano, </em>dan Oreo Vaganz. Tidak boleh dilewatkan juga <em>Chicken Gordon Blue, Smoked Beef Rissoles,</em> dan<em> Chicken Ragout Rissoles </em>yang disajikan secara unik dan tentunya mengenyangkan! Jangan ragu untuk menghabiskan waktu luang anda dengan menikmati variasi lain dari kopi, teh, dan coklat hanya di Knock! Cafe.</p>
<p>Tunggu apalagi? Penasaran untuk menikmati suasana hangat dan nyaman dengan sajian-sajiannya yang lezat dan menggugah selera? Segera kunjungi Knock! Cafe ! Anda bisa menikmati sajian dan suasananya dari pukul 12 siang hingga 1 malam! Ajak teman-teman dan keluargamu! Info lanjut? Langsung saja follow <a href="https://twitter.com/#!/Knock_Cafe" target="_blank">twitter</a> kami!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, itu dia sponsor #Padztrivia bulan ini. Bersiap untuk merebutkan semua hadiahnya ya. Kunci suksesnya adalah menguasai isi dari web padmanaba.or.id ini. Serbu #Padztrivia Sabtu Malam besok!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/padztrivia-datang-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi SNMPTN kepada orang tua/wali siswa kelas XII di Arga Bagya</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/sosialisasi-snmptn-kepada-orang-tuawali-siswa-kelas-xii-di-arga-bagya/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/sosialisasi-snmptn-kepada-orang-tuawali-siswa-kelas-xii-di-arga-bagya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 10:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudytik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[snmptn]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[ugm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6827</guid>
		<description><![CDATA[Kampus UGM membuka pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai 1 Februari. Total kursi yang disediakan untuk calon mahasiswa sebanyak 3.481. Hingga kini, baru dua universitas di Indonesia yang menjaring calon mahasiswa lewat mekanisme SNMPTN saja. Yaitu UGM dan ITB. Sesuai jadwal, UGM akan membuka pendaftaran mulai 1 Februari hingga 8 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4045.jpg"><img title="IMG_4045" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4045-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p>Kampus UGM membuka pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan mulai 1 Februari. Total kursi yang disediakan untuk calon mahasiswa sebanyak 3.481. Hingga kini, baru dua universitas di Indonesia yang menjaring calon mahasiswa lewat mekanisme SNMPTN saja. Yaitu UGM dan ITB. Sesuai jadwal, UGM akan membuka pendaftaran mulai 1 Februari hingga 8 Maret 2012. ’’Kami rasa tanpa jalur mandiri UGM bisa mendapatkan siswa yang lebih berkualitas,’’ kata Prof. Budi dalam acara Sosialisasi SNMPTN di Arga Bagya Rabu, 25 Januari 2012.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4067.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6848" title="IMG_4067" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4067-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p>Sosialisasi tersebut dihadiri oleh orangtua/walisiswa dan siswa kelas XII IPA,IPS dan Akselerasi. Prof Budi menjelaskan, UGM akan mengirimkan undangan ke sekolah-sekolah se-Indonesia untuk mengirimkan siswa terbaik mereka. Dibandingkan tahun lalu, ada beberapa perubahan dalam seleksi penerimaan calon mahasiswa lewat jalur undangan. ’’Nanti kepala sekolah yang mendaftarkan siswanya untuk diseleksi lewat jalur undangan,’’ katanya.</p>
<p>Akreditasi menjadi salah satu syarat bagi sekolah saat mengajukan siswanya untuk ikut lewat jalur undangan. Komposisinya, akreditasi A bisa mendaftarkan 50 persen siswanya yang berprestasi, akreditasi B (30 persen), akreditasi C (15 persen), dan untuk sekolah baru atau belum terakreditasi (5 persen).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4092.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6849" title="IMG_4092" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4092-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p>Prof. Budi mencontohkan, jika SMA X terakreditasi A memiliki empat kelas paralel yang berisi masing-masing 50 siswa, boleh mendaftarkan 100 siswanya. Dengan catatan, 50 persen populasi harus konsisten dengan prestasinya di semester tiga, empat, dan lima. Jika prestasinya turun di semester empat, berarti tidak bisa diusulkan untuk ikut jalur undangan. ’’Adapun nilai yang dilihat dari tiga semester itu juga hanya tertentu, yaitu yang di-UN-kan,’’ tuturnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4069.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6850" title="IMG_4069" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4069-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p>Soal perubahan persyaratan, Prof. Budi mengatakan, itu perlu dilakukan demi rasa keadilan. Tahun lalu, siswa rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) maupun kelas akselerasi mendominasi peserta. Pola tersebut diubah karena pihaknya tidak menginginkan muncul gejolak sosial lewat pembatasan RSBI atau yang bukan RSBI.<br />
’’RSBI kan tidak selalu lebih baik dari kelas biasa. Nah, UGM mencoba ingin lebih objektif untuk jalur undangan tahun ini,’’ jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Humas Padmanaba &amp; Radar Jogja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/sosialisasi-snmptn-kepada-orang-tuawali-siswa-kelas-xii-di-arga-bagya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Komputer Anjungan&#8221; Fasilitas Baru SMA N 3 Yogyakarta</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/komputer-anjungan-fasilitas-baru-sma-n-3-yogyakarta/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/komputer-anjungan-fasilitas-baru-sma-n-3-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 08:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudytik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[anjungan]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitas]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6817</guid>
		<description><![CDATA[SMA N 3 Yogyakarta kali ini menambah fasilitas baru, yaitu komputer anjungan. Fasilitas ini mulai digunakan sejak hari Rabu, 17 Januari 2012. Antusias guru dan murid cukup lumayan, hal ini terlihat dari banyaknya siswa dan guru yang menggunakan fasilitas komputer anjungan ketika jam istirahat. Komputer anjungan ini adalah bantuan dari kominfo ke pada SMA N [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3985.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6818" title="IMG_3985" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3985-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p style="text-align: left;">SMA N 3 Yogyakarta kali ini menambah fasilitas baru, yaitu komputer anjungan. Fasilitas ini mulai digunakan sejak hari Rabu, 17 Januari 2012. Antusias guru dan murid cukup lumayan, hal ini terlihat dari banyaknya siswa dan guru yang menggunakan fasilitas komputer anjungan ketika jam istirahat.</p>
<p style="text-align: left;">Komputer anjungan ini adalah bantuan dari kominfo ke pada SMA N 3 Yogyakarta dalam mendukung program E-Learning sekolah. Total komputer yang terpasang ada 4 buah, masing-masing memiliki spesifikasi hardware yang sama yaitu prosesor Intel Core I3, Ram 2GB, Monitor LCD 15&#8243;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3988.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6821" title="IMG_3988" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3988.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Lokasi pertama komputer anjungan dipasang di aula sekolah dekat ruang piket guru, kemudian lokasi kedua berada di dekat ruang BK, lokasi ketiga berada di depan ruang Ava/Multimedia, dan lokasi terakhir berada di depan ruang guru.</p>
<p style="text-align: left;">Diharapkan dengan adanya fasilitas ini warga sekolah dapat memanfaatkan dengan baik semisal untuk mengakses informasi sekolah atau mengakses internet. Kedepan sekolah akan menargetkan tiap ruang diberikan satu buah komputer anjungan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3992.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6819" title="IMG_3992" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3992-1024x681.jpg" alt="" width="614" height="409" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Rudytik</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/komputer-anjungan-fasilitas-baru-sma-n-3-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setetes Darah, Sumbangan untuk Kemanusiaan</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/setetes-darah-sumbangan-untuk-kemanusiaan/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/setetes-darah-sumbangan-untuk-kemanusiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 13:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba Peduli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6809</guid>
		<description><![CDATA[Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di gudang darah dan dipakai pada transfusi darah. Saat ini, kebutuhan darah dalam masyarakat masih cukup tinggi. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Siapa saja dapat menyumbangkan darahnya dengan memperhatikan syarat berikut: Calon donor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" title="Bank darah (halaman belum tersedia)"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/395453_343789018966477_100000061443243_1461478_1391052979_n.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6811" title="Donor Darah" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/395453_343789018966477_100000061443243_1461478_1391052979_n.jpg" alt="" width="391" height="336" /></a><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Capture17_23_13.jpg"><br />
</a></p>
<p title="Bank darah (halaman belum tersedia)">Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di gudang darah dan dipakai pada transfusi darah. Saat ini, kebutuhan darah dalam masyarakat masih cukup tinggi. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat.</p>
<p>Siapa saja dapat menyumbangkan darahnya dengan memperhatikan syarat berikut:</p>
<ul>
<li>Calon donor harus berusia 17-60 tahun.</li>
<li>Berat badan minimal 50 kg.</li>
<li>Kadar hemoglobin &gt;12,5 gr%.</li>
<li>Tekanan darah 100-150 (sistole) dan 70-100 (diastole).</li>
<li>Menandatangani formulir pendaftaranan.</li>
<li>Tidak mengalami gangguan dalam pembekuan darah.</li>
<li>Tidak menderita sakit seperti alkoholik, hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau memiliki risiko tinggi mendapatkan AIDS.</li>
<li>Tidak menerima transfusi kurang dari setahun, begitu juga untuk yang menato, menindik, atau akupunktur.</li>
<li>Tidak dalam kondisi hamil dan menyusui.</li>
</ul>
<p>Anggapan bahwa dengan mendonorkan darah membuat persediaan darah di tubuh kita berkurang merupakan mitos yang harus diperbaiki. Kita tidak perlu takut karena pada saat kita mendonor, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Bahkan, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari donor darah, seperti menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu penurunan berat tubuh, mendapatkan kesehatan psikologis, hingga dapat mendeteksi penyakit tertentu.</p>
<p>Pemerintah juga sangat mendukung adanya kegiatan ini dengan memberikan penghargaan berupa piagam kepada orang-orang yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemanusiaan. Apabila pendonor telah mencapai angkanya yang ke-100 maka ia akan diberi tanda kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial oleh presiden. Penghargaan ini dianggap sebagai pengakuan kepada pahlawan kemanusiaan yang telah memberikan suatu hal yang berharga yang tidak dapat dibeli dengan uang.</p>
<p>Jadi, tunggu apa lagi? Ayo donorkan darahmu! Karena setiap tetes darah yang kita berikan akan memberikan harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan. (Gita)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/setetes-darah-sumbangan-untuk-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#Padzinterview Pak Radi : &#8220;Belajar Sejarah Bukan Hanya Membaca&#8221;</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/padzinterview-pak-radi-belajar-sejarah-bukan-hanya-membaca/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/padzinterview-pak-radi-belajar-sejarah-bukan-hanya-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 15:30:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anin Andhita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padzinterview]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6781</guid>
		<description><![CDATA[Guru Sejarah Padmanaba, Bapak Soeradi B.S Padmanaba, berikut adalah jawaban Pak Radi untuk #Padzinterview bulan ini. Bagaimana keseruan Pak Radi dalam menjawab? Silahkan disimak! Pak Radi : Belajar Sejarah bukan hanya membaca. Lebih penting adalah memahami apa yang dibaca. Kemudian mencari benang merah yang menghubungkan berbagai peristiwa itu. Sejarah merupakan jalinan antarbenang tersebut. Misalnya: mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/padz-interview-logo.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6783" title="padz interview logo" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/padz-interview-logo-1024x496.jpg" alt="" width="614" height="298" /></a></strong></div>
<div></div>
<div><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/pak-soeradi-padmanaba-sejarah.jpg"><img class="size-full wp-image-6805  aligncenter" title="pak-soeradi-padmanaba-sejarah" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/pak-soeradi-padmanaba-sejarah.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></div>
<div style="text-align: center;">Guru Sejarah Padmanaba, Bapak Soeradi B.S</div>
<div></div>
<div>Padmanaba, berikut adalah jawaban Pak Radi untuk #Padzinterview bulan ini. Bagaimana keseruan Pak Radi dalam menjawab? Silahkan disimak!</div>
<div></div>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Amrina.png"><img class="size-full wp-image-6784 aligncenter" title="Amrina" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Amrina.png" alt="" width="540" height="113" /></a></p>
<p><em><strong>Pak Radi :</strong></em></p>
<p>Belajar Sejarah bukan hanya membaca. Lebih penting adalah memahami apa yang dibaca. Kemudian mencari benang merah yang menghubungkan berbagai peristiwa itu. Sejarah merupakan jalinan antarbenang tersebut.</p>
<p>Misalnya:</p>
<ol start="1">
<li>mengapa orang Amerika (USA) amat menghargai kebebasan? Mereka adalah keturunan dari imigran Eropa yang lari ke Amerika untuk antara lain mencari kebebasan beragama. Sebagaimana diketahui, Eropa pasca  Reformasi Gereja dilanda perang saudara yang bernuansa agama.</li>
<li>Mengapa bangsa-bangsa yang pernah dijajah Spanyol – Portugal mayoritas memeluk agama Katolik? Sedangkan Indonesia dan India (bekas jajahan Belanda dan Inggris) tidak? Hal ini disebabkan karena politik penjajahan Spanyol – Portugis berbeda dengan politik penjajahan Belanda – Inggris. Spanyol – Portugis tergolong imperialisme kuno dengan semboyan <em>Gold, Gospel, and Glory</em>. Politik penjajahannya adalah politik asimilasi yang ingin memportugiskan dan menspanyolkan tanah jajahan.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Indra-Yudanto.png"><img class="size-full wp-image-6787 aligncenter" title="Indra Yudanto" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Indra-Yudanto.png" alt="" width="540" height="93" /></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi : </em></strong></p>
<p>Komentar: pertanyaan ini mengajak seseorang untuk berfilsafat tentang kehidupan.</p>
<p>Relatif. Tiap orang memiliki konsep tentang sukses dan bahagia yang bervariasi. Bagi saya, sukses adalah dapat mencapai apa yang dicita-citakan. Dapat hidup sesuai dengan norma yang berlaku, dapat memberikan warna / corak bagi lingkungannya (sempit maupun luas). Dan kalau mampu, menjadi yang terbaik (minimal bukan yang terjelek). Jadinya sukses adalah sesuatu yang fluktuatif. Sukses ketika menjadi siswa, ketika menjadi mahasiswa, ketika melaksanakan tugas, ketika bercinta, ketika berkeluarga, ketika hidup bermasyarakat, ketika menjalin hubungan dengan kerabat besar / saudara, sukses dalam memperoleh materi kekayaan, dan seterusnya. Sukses ketika bersekolah bukan jaminan sukses dalam kehidupan. Sukses dalam suatu bidang tidak selalu berarti sukses pada bidang lainnya.</p>
<p>Tentang bahagia, kadar relatifnya lebih tinggi lagi. Bahagia menurut saya adalah bagaimana   seseorang menyikapi hidup ini. Bagaimana seseorang dapat menerima kenyataan, seperti kata orang Jawa <em>nrimo ing pandum</em> (waahh&#8230; ini terkesan sedang berfilsafat&#8230;, habis substansi pertanyaannya kayak pertanyaan  dari orang dewasa banget je). Bagi guru, dapat mengantarkan siswa menjadi <em>dhong</em> dan menjadi paham akan sesuatu yang semula belum dipahami, menimbulkan rasa bahagia. Guru akan berbahagia bila dapat mengantarkan siswa menjadi orang sukses. Sebaliknya guru akan sedih bila tak dapat <em>mengedhongkan</em> siswa, apalagi kalau tak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan siswa terkait dengan pelajaran yang disampaikan. Dalam konteks ini, saya merasa bahagia sedikit, kebahagiaan yang cuma segenggam tangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/CarlaA.png"><img class="size-full wp-image-6788 aligncenter" title="CarlaA" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/CarlaA.png" alt="" width="540" height="105" /></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p><em>We study history that we may be wise before the event</em> (Sir John Seeley, Inggris).</p>
<p>Agar kita menjadi lebih bijaksana. Sejarah berisi pengalaman hidup manusia, bukan hanya di Indonesia tetapi dari luar Indonesia juga. Dari pengalaman itulah kita dapat mengambil pelajaran. Bukankah Sejarah memiliki guna edukatif dan guna instruktif?</p>
<p>Setelah belajar Sejarah, murid diharapkan dapat menjadi lebih bijaksana.</p>
<p>Banyak pelajaran yang dapat diambil dari Sejarah. Amerika Serikat, misalnya, dilanda perang saudara tahun 1861 – 1865 (berarti umur Amerika Serikat ketika itu 86 tahun terhitung sejak <em>Declaration of Independence</em> 1776). Sumber persoalan adalah beda pendapat tentang perbudakan. Negeri Paman Sam dapat mengatasi persoalan tersebut.</p>
<p>Eropa Barat pada abad 16 – 17 dilanda peperangan bernuansa keagamaan.</p>
<p>Pesan yang ingin saya sampaikan adalah: para elit negeri kita harus berhati-hati dalam mengelola Republik. Indonesia memiliki banyak potensi konflik: sosial – budaya – politik – ekonomi – agama – ras – suku yang sewaktu-waktu dapat mencuat ke permukaan menjadi perang saudara.</p>
<p>Janganlah kita terperangkap ke dalam situasi di mana kita percaya bahwa hari akan hujan setelah benar-benar terjadi banjir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/RachelinaL.png"><img class="aligncenter" title="RachelinaL" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/RachelinaL.png" alt="" width="540" height="108" /></a></p>
<p>Pertanyaan yg hampir sama diajukan oleh :</p>
<p>@<a title="muhammad rifai" href="https://twitter.com/#!/misterphai" data-user-id="235434585">misterphai</a> muhammad rifai | Gimana pak Radi bisa punya kesabaran extra hadapi murid bandel macam <a href="https://twitter.com/#!/angginoen" rel="nofollow" data-screen-name="angginoen"><s>@</s><strong>angginoen</strong></a> <a href="https://twitter.com/#!/padmanaba" rel="nofollow" data-screen-name="padmanaba"><s>@</s><strong>padmanaba</strong></a> <a title="#Padzinterview" href="https://twitter.com/#!/search?q=%23Padzinterview" rel="nofollow"><s><strong>#</strong></s><strong><strong>Padzinterview</strong></strong></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Diamkan saja sampai mereka tahun bahwa gurunya sedang mendiamkan mereka. Atau kalau masih tetap ramai ya dikeluarkan dari ruang kelas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/HauraSekar.png"><img class="size-full wp-image-6791 aligncenter" title="HauraSekar" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/HauraSekar.png" alt="" width="534" height="95" /></a></p>
<p>Pertanyaan yg hampir sama diajukan oleh :</p>
<p>@<a title="Dany Dwi Agistia" href="https://twitter.com/#!/dany_dwiA" data-user-id="81008342">dany_dwiA</a> Dany Dwi Agistia | <a href="https://twitter.com/#!/padmanaba" rel="nofollow" data-screen-name="padmanaba"><s>@</s><strong>padmanaba</strong></a> padz angkatan berapa yg paling berkesan untuk pak radi slama mengajar? <a title="#padzinterview" href="https://twitter.com/#!/search?q=%23padzinterview" rel="nofollow"><s><strong>#</strong></s><strong><strong>padzinterview</strong></strong></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Komentar: Saya tak menduga ada pertanyaan seperti ini. Mengapa tidak ditanyakan: murid laki-laki favorit?</p>
<p>Banyak sekali. Semuanya berkesan, karena semuanya baik. Perempuannya cantik, laki-lakinya gagah dan bagus. Pinter lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/DitoS.png"><img class="size-full wp-image-6792 aligncenter" title="DitoS" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/DitoS.png" alt="" width="540" height="93" /></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Bertugas di Padmanaba sebagai Guru PNS sejak tahun 1993. Tahun 1975 pernah praktek mengajar di kampus Kotabaru ini. Pembimbingnya Bu Anief Yulifat dan Pak Risa Bambang Surya Kartika.</p>
<p>Pertama sebagai guru CPNS dan PNS saya ditugaskan di SMA Negeri 1 Wonosari Gunungkidul, 1981. Sore hari kadang-kadang bertugas di SMA swasta. Tahun 1993 mutasi ke SMA Negeri 3 Yogyakarta.</p>
<p>Tentang tahu banyak hal, sebenarnya tidak benar. Lebih banyak yang tidak saya ketahui. Tentang SMA Negeri 3 Yogyakarta, pengetahuan saya tidak lebih banyak dari pengetahuan yang dimiliki siswa. Saya memperoleh informasi tentang SMA Negeri 3 Yogyakarta dari banyak sumber: guru, murid, alumni, media massa, dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/SarahM.png"><img class="size-full wp-image-6793 aligncenter" title="SarahM" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/SarahM.png" alt="" width="540" height="94" /></a></p>
<p>Pertanyaan yg hampir sama diajukan oleh :</p>
<p>@<a title="Muhammad Hanzala" href="https://twitter.com/#!/muhanzala" data-user-id="105141777">muhanzala</a> Muhammad Hanzala | <a href="https://twitter.com/#!/padmanaba" rel="nofollow" data-screen-name="padmanaba"><s>@</s><strong>padmanaba</strong></a> <a title="#padzinterview" href="https://twitter.com/#!/search?q=%23padzinterview" rel="nofollow"><s><strong>#</strong></s><strong><strong>padzinterview</strong></strong></a> kesan yg plg mengesankan dalam mengajarkan siswa apa pak?</p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Apa ya? Banyak yang diingat, dan lebih banyak yang lupa atau tidak diingat. Kejadiannya banyak sekali.</p>
<p>Waktu ada siswa yang baju seragamnya tidak dimasukkan, waktu ada siswa yang masuk ruang kelas (sekarang Ruang AVA) lewat jendela utara (kira-kira tahun 1996), waktu pohon besar tumbang (di sebelah selatan ruang Matematika-1), waktu mendampingi kegiatan siswa di luar kampus, dan lain-lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PuriR.png"><img class="size-full wp-image-6794 aligncenter" title="PuriR" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/PuriR.png" alt="" width="540" height="93" /></a></p>
<p>Pertanyaan yg hampir sama diajukan oleh :</p>
<p>@<a title="Sharoncitara HP" href="https://twitter.com/#!/sharoncitara" data-user-id="184602996">sharoncitara</a> Sharoncitara HP | <a title="#padzinterview" href="https://twitter.com/#!/search?q=%23padzinterview" rel="nofollow"><s><strong>#</strong></s><strong><strong>padzinterview</strong></strong></a> pak radi, gimana caranya bisa ngapalin materi² sejarah sebanyak itu??</p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Membaca referensi. Atau mendengar siaran radio dan televisi. Kemudian dibikin catatan-catatan kecil.</p>
<p>Belajar Sejarah akan mudah dengan mencari benang merah yang menghubungkan berbagai peristiwa. Peristiwa Sejarah bukanlah berdiri sendiri-sendiri. Peristiwa Sejarah terjadi dalam hubungan causalitas (sebab-akibat). Kadang-kadang saya membaca buku Sejarah yang kurang pas. Misalnya: ada buku yang menerangkan bahwa salah satu sebab pecahnya Perang Diponegoro adalah pembuatan jalan kereta api dari Yogyakarta ke Magelang. Lho&#8230;.</p>
<p>George Stephenson menemukan lokomotif tahun berapa? Jalur kereta api pertama di Eropa dibuat tahun berapa? Untuk Indonesia, jalur kereta api mulai dibangun pada akhir 1860-an.</p>
<p>Ada lagi buku yang menerangkan tentang Prasasti Kalasan. Katanya Prasasti Kalasan ditulis dalam bahasa Sansekerta  dan huruf Pallawa. Padahal Prasasti Kalasan menggunakan huruf Prenagari.</p>
<p>Ada lagi yang lucu. Ada suatu buku (kalau saya sebut judul,  penulis, dan poenerbitnya koq gak enak) menyatakan bahwa Douwes Dekker pendiri Indische Partij adalah Douwes Dekker yang Multatuli (Asisten Residen di Lebak, banten Selatan). Padahal berbeda. Memang antara ke dua orang tersebut masih ada hubungan darah. Tapi pendiri Indische Partij jelas bukan Douwes Dekker yang Multatuli, melainkan EFE Douwes Dekker (Ernest Francois Eduard Douwes Dekker).</p>
<p>Pernah membikin buku bersama beberapa teman. Buku Antropologi (tahun 1996), LKS Sejarah (tahun 2000, kemudian penerbitnya kolaps), buku Sejarah (tahun 2002, kemudian pada tahun 2006 bermasalah).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/AstiK.png"><img class="size-full wp-image-6795 aligncenter" title="AstiK" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/AstiK.png" alt="" width="540" height="110" /></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Perlunya diajarkan tentang Pergerakan Nasional dalam porsi waktu yang lebih banyak. Mengapa? Konsep tentang keindonesiaan lahir pada masa Pergerakan Nasional. Pergerakan Nasional dimotori oleh tokoh-tokoh yang penuh idealisme. Mereka mempunyai prinsip, dan siap memperjuangkan terwujudnya prinsip itu. Cipto Mangunkusumo, misalnya, pernah meletakkan bintang kehormatan dari pemerintah kolonial pada celana bagian pantat (mestinya diletakkan pada baju di bagian dada), sebagai protes karena tidak boleh menolong warga masyarakat yang terserang penyakit pes. Sutan Syahrir pulang dari negeri Belanda kembali ke tanah air tanpa membawa gelar, demi menyelamatkan pergerakan nasional setelah Soekarno masuk penjara dan PNI bubar. Tokoh-tokoh pergerakan nasional sebenarnya dapat hidup enak secara material dengan menjadi pegawai pemerintah kolonial (masuk ke dalam sistem), namun mereka lebih suka memimpin pergerakan nasional demi terwujudnya idealisme, dengan berbagai risiko. Mereka adalah puncak generasi muda pada zamannya.</p>
<p>Beda pendapat tentang sila pertama dalam Pembukaan UUD 1945 pada menjelang penetapannya / pengesahannya dalam sidang PPKI 18 Agustus 1945, contoh lainnya lagi, diselesaikan dalam waktu singkat. Kebesaran jiwa tokoh-tokoh pergerakan nasional (baik yang berhaluan nasionalis maupun berhaluan Islam) sudah semestinya diteladani.</p>
<p>Namun porsi waktu pelajaran sejarah dalam struktur kurikulum sekarang (KTSP) jauh dari memadai untuk membahas periode penting tersebut secara lebih mendalam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/BobMS.png"><img class="size-full wp-image-6796 aligncenter" title="BobMS" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/BobMS.png" alt="" width="540" height="93" /></a></p>
<p><strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Mengapa tidak? Sejarah merupakan pelajaran yang memberikan pencerahan dan penyadaran. Dalam bahasa yang lebih keren:  <em>enlightenment</em>, <em>aufklarung</em>.</p>
<p>Pada awal menjadi Mendikbud (pertengahan 1980-an), Nugroho Notosusanto terhenyak ketika mengetahui bahwa pelajaran Sejarah tidak diajarkan pada siswa IPA SMA. Baginya, pelajaran Sejarah Indonesia (dan pelajaran Geografi Indonesia serta Bahasa Indonesia) merupakan pelajaran untuk membentuk kepribadian nasional, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Karena itu dia melakukan perubahan kurikulum, pelajaran Sejarah Indonesia diajarkan pada semua jenjang dari sekolah dasar sampai SLTA. Bahkan ada tambahan pelajaran baru PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa).  Pada tahun 1995 PSPB ditiadakan.</p>
<p>Permasalahannya, karena pelajaran Sejarah bukan pelajaran yang diunaskan, maka motivasi siswa untuk belajar Sejarah menjadi terdegradasi. Bagi yang berpandangan pragmatis (dan rasional), yang diutamakan adalah pelajaran yang diunaskan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MariaE.png"><img class="size-full wp-image-6797 aligncenter" title="MariaE" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MariaE.png" alt="" width="540" height="109" /></a> <strong><em>Pak Radi :</em></strong></p>
<p>Wahhh&#8230;gimana ya. Mungkin karena siswa merasa beban yang dipelajari terlalu berat. Atau karena siswa mempunyai kegiatan lain yang ditekuni untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Tapi sebenarnya siswa sekarang telah termanjakan oleh teknologi. Fotocopy,  komputer, internet, media massa (cetak dan elektronik), dan sebagainya.</p>
<p>Solusinya? Ya dibikin jadwal belajar yang teratur dan mencoba mentaati jadwal tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>#padzinterview dengan Pak Radi kali ini ternyata banyak mengobati kangen para alumni bahkan siswa didik.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Pak-Soeradi-Guru-Sejarah-Padmanaba.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6806" title="Pak Soeradi Guru Sejarah Padmanaba" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/Pak-Soeradi-Guru-Sejarah-Padmanaba.jpg" alt="" width="437" height="442" /></a></p>
<p>Terimakasih telah meramaikan #padzinterview kali ini. Nantikan #padzinterview selanjutnya, dan berikan pertanyaan terhebatmu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000085207902 " target="_blank">Afiannisa Viersanova</a> (Padmanaba 69)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/padzinterview-pak-radi-belajar-sejarah-bukan-hanya-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Paskibraka dan Progesivitasnya</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/sejarah-paskibraka-dan-progesivitasnya/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/sejarah-paskibraka-dan-progesivitasnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 13:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahadyana Muslichah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Lustrum XIV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6773</guid>
		<description><![CDATA[Upacara pengibaran bendera saat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah luput dari kehadiran pasukan-pasukan dalam seragam putih yang berjalan seirama dalam derap langkah keras menghentak. Ketegasan dalam setiap gerakan seperti mencerminkan jiwa patriotisme mereka yang selalu menyala. Merekalah Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Catatan panjang sejarah Paskibraka telah dimulai sejak zaman kemerdekaan Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_6774" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/paskib.jpg"><img class="size-medium wp-image-6774" title="Paskibraka di Gedung Istana Merdeka" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/paskib-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a><p class="wp-caption-text">Paskibraka bertugas saat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Istana Merdeka</p></div>
<p>Upacara pengibaran bendera saat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah luput dari kehadiran pasukan-pasukan dalam seragam putih yang berjalan seirama dalam derap langkah keras menghentak. Ketegasan dalam setiap gerakan seperti mencerminkan jiwa patriotisme mereka yang selalu menyala. Merekalah Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka).</p>
<p>Catatan panjang sejarah Paskibraka telah dimulai sejak zaman kemerdekaan Indonesia. Paskibraka mulai digagas pada tahun 1946 ketika menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-1. Gagasan tersebut lahir dari benak salah satu ajudan Presiden Soekarno, Mayor (Laut) Husein Mutahar. Ketika itu, Presiden Soekarno memerintahkan Mutahar untuk mempersiapkan prosesi pengibaran bendera pusaka di halaman Istana Presiden Gedung Agung Yogyakarta. Oleh karena itu, sampai kini, Mutahar dijuluki sebagai Bapak Paskibraka.</p>
<p>Di awal pembentukannya, Mutahar mencetuskan ide bahwa Paskibraka harus terwakili oleh pemuda-pemudi dari seluruh Tanah Air. Alasannya karena pemuda-pemudi merupakan generasi penerus perjuangan bangsa. Inilah mengapa, hingga saat ini, Paskibraka selalu diwakili oleh pelajar tingkat SMA dari seluruh Indonesia.</p>
<p>Kegiatan yang berbasis baris-berbaris ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan positif sampai saat ini. Dulu, masyarakat hanya bisa menyaksikan aksi baris-berbaris setiap peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Namun saat ini, kita bisa menyaksikannya lebih sering. Berbagai sekolah, dari SD sampai SMA, memiliki Paskibraka-nya masing-masing sebagai petugas pelaksana upacara bendera setiap Senin.</p>
<p>Di beberapa propinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah misalnya, perkembangan Paskibraka bahkan lebih pesat lagi. Di DIY, hampir setiap sekolah memiliki peleton putra dan putri yang dibina secara intensif dalam sebuah wadah ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler ini biasa disebut Peleton Inti (Tonti).</p>
<p>Tonti menjadi salah satu ekstrakurikuler yang bergengsi di berbagai sekolah di DIY. Peminat ekstrakurikuler ini melonjak di setiap sekolah. Mereka seperti tak peduli akan rentetan hari penuh latihan yang menguras fisik, tersengat sinar matahari, dan berbagai dinamika latihan yang diciptakan oleh setiap sekolah.</p>
<p>Di balik segala susah payahnya, Tonti diyakini bukan hanya sekedar alat untuk menguras tenaga. Setelah diruntut lebih jauh, ternyata ekstrakurikuler ini membawa manfaat yang luar biasa. Ekstrakurikuler seperti Tonti, selain sarat dengan nilai-nilai ke-Indonesia-an, juga merupakan wadah untuk membina kualitas diri. Latihan Tonti dirancang sedemikian rupa sehingga mengajarkan kedisiplinan pada anggotanya. Pada akhirnya, semua jerih payah tersebut justru akan membentuk jiwa kepemimpinan, rela berkorban, serta mental yang berani dan kuat.  Tak heran, pada kenyataannya, banyak anggota-anggota ekstrakurikuler Tonti yang cukup terpandang di sekolahnya.</p>
<p>Di DIY, ekstrakurikuler Tonti di setiap sekolah kini tidak hanya berupaya menegakkan eksistensinya di sekolah masing-masing saja. Mereka juga berupaya untuk memperluas eksistensinya ke kalangan Tonti di sekolah lain dan masyarakat umum. Salah satunya melalui wadah kompetisi. Berbagai perlombaan digelar untuk memfasilitasi upaya tersebut. Penyelenggaranya beragam, mulai dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI), perguruan tinggi, sampai SMA. Inilah ajang yang selalu ditunggu-tunggu oleh kalangan Tonti di DIY. Ajang ini sekaligus untuk mengukuhkan Tonti dari sekolah manakah yang mampu mengibarkan benderanya paling tinggi di propinsi ini.</p>
<p>Minggu, 12 Februari 2012 yang akan datang, Lomba Baris-Berbaris (LBB) akan kembali digelar. LBB kali ini datang dari SMA Negeri 3 Yogyakarta. Setelah vakum selama lebih dari 2 tahun dalam penyelenggaraan LBB (terakhir tahun 2009), LBB Padmanaba 2012 kali ini akan diselenggarakan di Stadion Mandala Krida.</p>
<p>Jadi, siapkan peletonmu dan berjuanglah untuk mengukuhkan peletonmu sebagai yang terbaik dalam LBB Padmanaba 2012!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Reverensi :</p>
<p><em>Sejarah Pembentukan Paskibraka,</em> <a href="http://www.paskibraka-jp.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=3:sejarah-paskibraka-indonesia&amp;catid=3:sejarah&amp;Itemid=2">http://www.paskibraka-jp.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=3:sejarah-paskibraka-indonesia&amp;catid=3:sejarah&amp;Itemid=2</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/sejarah-paskibraka-dan-progesivitasnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FKGM: Dari PPI hingga Air Mati</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/fkgm-dari-ppi-hingga-air-mati/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/fkgm-dari-ppi-hingga-air-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 12:51:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Amrina Rosyada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6758</guid>
		<description><![CDATA[Ketika itu, siang agak sendu ternaung mega. Namun gelak tawa dan perbincangan meriuh dari kumpulan siswa dan siswi yang semenjak lima belas menit lalu sudah duduk berkumpul di lapangan tengah. Para guru pun sedang berasyik-masyuk bertukar kabar dan guyonan, hingga akhirnya tersahut dari sepasang pembawa acara sebaris salam pembuka. Jembatan guru-murid pun mulai terlukis. Forum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/FKGM.jpg"><img class="size-full wp-image-6760 aligncenter" title="FKGM" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/FKGM.jpg" alt="" width="336" height="477" /></a> Ketika itu, siang agak sendu ternaung mega. Namun gelak tawa dan perbincangan meriuh dari kumpulan siswa dan siswi yang semenjak lima belas menit lalu sudah duduk berkumpul di lapangan tengah. Para guru pun sedang berasyik-masyuk bertukar kabar dan guyonan, hingga akhirnya tersahut dari sepasang pembawa acara sebaris salam pembuka. Jembatan guru-murid pun mulai terlukis.</p>
<p>Forum Komunikasi Guru dan Murid (FKGM) yang dilaksanakan pada Rabu siang tanggal 18 Januari 2012 ini merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Kelas Padmanaba untuk mengomunikasikan problema antara guru dengan murid. Saat itu, telah berjajar di bangku para pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa di sebelah timur lapangan tengah dengan para murid yang melaut duduk di pelataran. Acara yang berupa forum dua arah-forum yang interaktif dan pesertanya saling memberikan umpan balik-ini diawali dengan pengutaraan dari Bapak Kusworo tentang sebuah kendala yang kerap dihadapi oleh para guru, yaitu krisis murid pada Program Pengayaan Intensif (PPI)  yang notabene dapat dibilang terlalu pagi untuk jam seorang pelajar. Beliau juga menjawab keresahan siswa tentang jam kosong yang sering terjadi yang juga mengurangi efektivitas dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa hal lain yang dipandang sebagai ketidaknyamanan oleh siswa adalah jadwal yang amat sering berganti, perihal kelas yang ditempati ketika <em>tryout</em> berlangsung, perizinan <em>event </em>dan kegiatan sekolah, hingga masalah terhentinya aliran air yang tidak jarang terjadi. Hal-hal tersebut dapat dijawab dan diatasi dengan baik oleh gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh para guru yang membuat para siswa memperoleh kejelasan dari masalah yang diutarakan.</p>
<p>Salah satu hal baru di SMAN 3 Yogyakarta adalah dikumandangkannya lagu nasional setiap awal dan akhir jam pelajaran. Ihwal ini mengundang tanya siswa akan sikap yang seharusnya dilakukan ketika tembang masih bergaung melalui pengeras suara. Pertanyaan ini dijawab oleh seorang guru PKn, Bapak Paijan, yang bertutur bahwa sikap yang patut dilakukan adalah berdiri diam dan meresapi makna lagu tersebut.</p>
<p>FKGM berlangsung dengan kondusif dan interaktif walaupun hujan sempat menggiring para peserta untuk berpindah tempat ke aula. Nyaris semua peserta forum memperhatikan pertanyaan yang dilontarkan siswa serta jawaban yang diberikan oleh para guru. Ditutup dengan lantunan <em>piece </em>dari Depapepe yang dimainkan oleh Padz Band #9, forum ini selesai pada sore hari dengan hujan yang merinai dengan membawa harapan semoga jembatan guru-murid ini akan terus kokoh dan pantang roboh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/fkgm-dari-ppi-hingga-air-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bhayangkara Padmanaba Juara Umum LBB Prayata Teladan</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-juara-umum-lbb-prayata-teladan/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-juara-umum-lbb-prayata-teladan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:00:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6728</guid>
		<description><![CDATA[Kabar menggembirakan kembali datang dari Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Minggu, 15 Januari 2012 lalu, Bhayangkara Padmanaba kembali menorehkan prestasi di kancah lomba baris-berbaris dengan menjadi Juara Umum LBB Prayata Teladan yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Yogyakarta di Sportarium UMY. &#160; Dengan menurunkan 4 pleton, yaitu pleton putra dan putri Bhapad 68 serta pleton putra dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar menggembirakan kembali datang dari Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Minggu, 15 Januari 2012 lalu, Bhayangkara Padmanaba kembali menorehkan prestasi di kancah lomba baris-berbaris dengan menjadi Juara Umum LBB Prayata Teladan yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Yogyakarta di Sportarium UMY.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/DSC064321.jpg-crop1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-6730" title="DSC06432.jpg crop" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/DSC064321.jpg-crop1.jpg" alt="" width="584" height="370" /></a></p>
<p>Dengan menurunkan 4 pleton, yaitu pleton putra dan putri Bhapad 68 serta pleton putra dan putri Bhapad 69, Bhayangkara Padmanaba telah berhasil menjadi juara umum. Bhapad 69 putri menempati posisi teratas dan disusul oleh Bhapad 68 putri di tempat ketiga. Begitu juga dengan Bhapad 69 putra yang berhasil menempati posisi ketiga. Danton terbaik putri diraih oleh Halina Panduratri.</p>
<p>Pada penampilan pleton putra Bhapad 68 dan Bhapad 69, hujan deras mengguyur arena perlombaan. Meskipun begitu, lomba tetap dilanjutkan. Hujan yang turun dengan deras sama sekali tidak mematahkan semangat mereka untuk berlomba. Mereka tetap berjuang dengan membawa nama Bhayangkara Padmanaba.</p>
<p>Jaya Bhayangkara Padmanaba! Semoga terus berjaya dan selalu memberikan yang terbaik untuk Padmanaba.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/bhayangkara-padmanaba-juara-umum-lbb-prayata-teladan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latihan Alam Jubah Macan</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/latihan-alam-jubah-macan/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/latihan-alam-jubah-macan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 16:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shafira NS</dc:creator>
				<category><![CDATA[Padmanaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6733</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Minggu, 15 Januari 2012, teman-teman Jubah Macan (JM) 68 dan 69 mengadakan latihan alam rutin. Berbeda dari latihan alam tahun lalu yang mengambil lokasi di daerah pantai,  kali ini teman-teman Jubah Macan 68 dan 69 mengambil lokasi di daerah Kaliurang. Tepatnya di Taman Rekreasi Kaliurang, Yogyakarta. Latihan alam ini dimulai pada pukul 09.00 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Minggu, 15 Januari 2012, teman-teman Jubah Macan (JM) 68 dan 69 mengadakan latihan alam rutin. Berbeda dari latihan alam tahun lalu yang mengambil lokasi di daerah pantai,  kali ini teman-teman Jubah Macan 68 dan 69 mengambil lokasi di daerah Kaliurang. Tepatnya di Taman Rekreasi Kaliurang, Yogyakarta. Latihan alam ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, dengan Bapak Sugeng dan Bapak Andy sebagai pengawas kegiatan. Bapak Andy adalah teman Bapak Sugeng dari Bengkel Mime Theatre—sebuah komunitas teater umum seni pantomim di Yogyakarta—yang secara khusus diundang untuk melatih teman-teman Jubah Macan 68 dan 69.</p>
<p>Ada beberapa materi yang diberikan oleh Bapak Andy. Materi-materi tersebut meliputi pengolahan gesture dan level permainan, levelitas, akting, kosa kata, dan cerita. Teman-teman Jubah Macan 68 dan 69 juga sempat dilatih beberapa gerak dasar pantomim.</p>
<p>Latihan alam Jubah Macam ini minimal diadakan sekali dalam setahun. Menurut Bapak Sugeng, sebenarnya latihan rutin yang dilakukan di sekolah sudah cukup bagi teman-teman Jubah Macan. Namun latihan alam ini juga penting agar lebih dapat merasakan kepekaan terhadap alam sekitar. Pada rencana awal, latihan alam akan diakhiri pada pukul 15.00 WIB. Akan tetapi karena hujan deras yang sempat mengguyur kawasan Yogyakarta, terpaksa latihan alam ini diakhiri lebih awal dari waktu yang telah direncanakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/2EZcL.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/2n55I.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/baV8Z.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/3YG0Z.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/z20Vo.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/0IWYA.jpg" alt="" width="432" height="576" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/93n9v.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i.imgur.com/3dIFV.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/latihan-alam-jubah-macan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Kegilaan Yang Dapat Anda Lakukan Saat Demonstrasi di Indonesia</title>
		<link>http://padmanaba.or.id/7-kegilaan-yang-dapat-anda-lakukan-saat-demonstrasi-di-indonesia/</link>
		<comments>http://padmanaba.or.id/7-kegilaan-yang-dapat-anda-lakukan-saat-demonstrasi-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 16:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anin Andhita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Teratai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6692</guid>
		<description><![CDATA[Oleh TRASHtrowijoyo pada 21-12-2011 Beberapa waktu ini Indonesia dihebohkan oleh peristiwa pembakaran diri seorang demonstran yang entah apa motifnya. Terlepas dari segala kontroversinya, walaupun kami tidak mendukung tindakan seperti itu, memang Indonesia sudah terkenal cukup ‘gila’ dalam melakukan demonstrasi. Walaupun mungkin tidak Segila Korea Selatan atau Jepang yang melempar2 kotoran manusia di dalam supermarket ataupun menusuk diri mereka sendiri sebagai bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <a title="Posts by TRASHtrowijoyo" href="http://theposkamling.com/author/trashtrowijoyo/" rel="author">TRASHtrowijoyo</a> pada 21-12-2011</p>
<p>Beberapa waktu ini Indonesia dihebohkan oleh peristiwa pembakaran diri seorang demonstran yang entah apa motifnya. Terlepas dari segala kontroversinya, walaupun kami tidak mendukung tindakan seperti itu, memang Indonesia sudah terkenal cukup ‘gila’ dalam melakukan demonstrasi. Walaupun mungkin tidak Segila Korea Selatan atau Jepang yang <a href="http://www.who-sucks.com/people/the-exciting-world-of-south-korean-protests">melempar2 kotoran manusia</a> di dalam supermarket ataupun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yukio_Mishima#Coup_attempt_and_ritual_suicide">menusuk diri mereka sendiri</a> sebagai bentuk perlawanan terhadap entah apapun yg mereka protes saat itu.</p>
<div id="attachment_6693" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/831709328_a4ef7fc44c_o-300x186.jpg"><img class="size-full wp-image-6693" title="831709328_a4ef7fc44c_o-300x186" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/831709328_a4ef7fc44c_o-300x186.jpg" alt="" width="300" height="186" /></a><p class="wp-caption-text">Mungkin bisa diterapkan oleh petani2 Indonesia yang ingin protes</p></div>
<p>Dalam artikel ini thePoskamling akan me-list tindakan2 gila yang dapat (dan sudah) dilakukan saat berdemonstrasi di Indonesia. Bukan mendukung seluruhnya, walaupun <em>technically</em> kami mendukung beberapa (ingat, bukan semuanya) tindakan gila ini karena, <em>well, they’re friggin’ hilarious and better than the usual demonstrations. </em></p>
<h2>7. Mengubur diri sendiri.</h2>
<p>Dalam demonstrasi, biasanya demonstran menduduki suatu tempat tertentu; sambil berharap kegilaan, kemacetan, dan keributan yang mereka timbulkan dapat menarik simpati orang lain atau membuat aparat keamanan putus asa dan menyerah memindahkan Anda. Walaupun pemikiran ini 100% tolol dan cenderung berkebalikan dengan kenyataan, namun jika Anda bersikeras, maka dalam kondisi ini yang paling susah dipertahankan adalah posisi.</p>
<p>Seberapa pun kuatnya Anda bertahan, suatu saat Anda pasti harus menyingkir karena berbagai alasan, misal dorongan (dan pukulan) polisi, gas air mata, <em>water cannon</em>, dan bahkan terkadang buldozer.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter">
<div id="attachment_6694" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/k5-300x199.gif"><img class="size-full wp-image-6694" title="k5-300x199" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/k5-300x199.gif" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Protes penggusuran ga usah jauh2 ke Palestina, Mas, di Jakarta juga masih banyak.</p></div>
</div>
<p>Jadi apa yang dapat kita lakukan kalau Anda ingin tetap bertahan di tempat apapun yang terjadi? Beberapa orang jagoan ini punya jawabannya. Bagaimana kalau Anda <em>menghalangi diri Anda sendiri untuk pindah</em> dari tempat demonstrasi?</p>
<p>Orang-orang <em>suicidal</em> ini mempunyai sebuah cara yang sangat berani dalam menghadapi ini. Yaitu<strong>mengubur diri sendiri</strong>. Dengan begini, apapun yang dilakukan aparat menjadi sia2. Dorongan, pukulan, tendangan, gas, semprotan air, buldozer, bahkan petir dewa Zeus pun tidak akan mampu memindahkan Anda, karena Anda memang tidak bisa bergerak. Suara “Lari, lari, lari!” di otak waras Anda tidak dapat direspon dengan gerakan, c<em>os you fuckin’ cant!</em></p>
<p><em>Well</em>, buldozer secara teknis sebenarnya dapat membuat Anda <em>invalid</em> dengan meratakan tubuh Anda dengan aspal, namun cara ini membuat polisi dan aparat lainnya kesulitan dalam menulis laporan pertanggungjawaban dan membayar kompensasi kematian kepada anggota keluarga Anda yang beruntung.</p>
<div id="attachment_6696" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kubur-2-300x199.jpg"><img class="size-full wp-image-6696" title="kubur-2-300x199" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kubur-2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Tenang mbah, kalo dilindas, paling ngga keluarga mbah dapat pesangon</p></div>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>Cara ini sangat efektif apabila Anda melakukan demonstrasi untuk mempertahankan rumah Anda dari penggusuran. Yup! Kuburlah diri Anda di halaman rumah Anda yang mudah digali. Paling tidak aparat harus mengeluarkan Anda dulu sebelum menggusur, sehingga keluarga Anda mempunyai cukup waktu untuk menyelamatkan harta benda di dalam rumah, yang biasanya ikut tergilas saat penggusuran. Namun demo jalanan susah menerapkan ini, karena <em>technically</em> membenamkan orang ke dalam aspal sangat sulit.</p>
<div id="attachment_6697" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/antarafoto-1310719801-300x199.jpg"><img class="size-full wp-image-6697" title="antarafoto-1310719801--300x199" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/antarafoto-1310719801-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Tips tambahan: gemburkan dulu tanahnya. Lebih gampang.</p></div>
<h2>6. Menggunakan cewek cantik dan seksi (yang didandanin hot)</h2>
<p>Nah, ini adalah hal pertama yang kami <em>endorse</em>. <em>This is actually a very intelligent and fine discovery</em>! Penemuan baru dari masyarakat Indonesia!</p>
<p>OK, Anda tahu apa yang paling tidak menarik dari demonstrasi konvensional? <strong><em>Goddamn appearance</em></strong>! Demonstrasi biasanya dilakukan oleh mahasiswa2 dekil gak lulus2 yg kerjaannya sehari2 adalah berdebat tentang politik di warung kopi depan kampus. Tak terurus, dekil, kelaparan kayak cacingan, dll adalah penampilan sehari2 mahasiswa2 seperti ini. <em>Why? Money, dude.</em> Kalau Anda sudah 7 tahun nggak lulus2, lama2 orang tua Anda juga malas memberi uang saku.</p>
<p>Melihat pendemo2 seperti ini, tentu saja semua orang <em>eneg</em>. Siapa juga yang mau melihat orang2 kumuh dan kotor lebih dekat, apalagi dengerin mereka. Sepertinya ini adalah salah 1 isu besar kenapa sekarang demo jarang didengerin orang2. Mungkin materinya bagus, tapi kalau penampilannya ga menarik? Siapa yang mau dengerin? Alhasil demo2 sekarang bahkan tidak dapat menyampaikan maksudnya ke masyarakat.</p>
<div id="attachment_6698" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/47971_1588049858222_1145071042_31766361_5764001_n-500x537.jpg"><img class="size-full wp-image-6698" title="47971_1588049858222_1145071042_31766361_5764001_n-500x537" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/47971_1588049858222_1145071042_31766361_5764001_n-500x537.jpg" alt="" width="500" height="537" /></a><p class="wp-caption-text">Merasa setipe? Move your ass and graduate quickly, dude. You’re nothing but trouble.</p></div>
<p>Nah, apa yang terjadi kalau yang demo adalah <strong>cewek2 cantik dan seksi</strong>?? They will surely get the goddamn attention, buddies! Tidak usah pedulikan dari mana asal mereka, dan apakah mereka mengerti atau tidak. Kalau perlu suruh mereka <a href="http://www.tribunnews.com/2011/10/03/belasan-wanita-cantik-jadi-pendukung-banggar-sambangi">mengaku disuruh demo bisu</a> biar nggak ketahuan kalau mereka tolol.</p>
<div id="attachment_6699" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20111003_Wanita_Cantik_Dukung_Banggar_DPR_RI-500x309.jpg"><img class="size-full wp-image-6699" title="20111003_Wanita_Cantik_Dukung_Banggar_DPR_RI-500x309" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20111003_Wanita_Cantik_Dukung_Banggar_DPR_RI-500x309.jpg" alt="" width="500" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">Blog ga jelas aja laku kok kalo yg punya cewe cantik, apalagi demo, bisa nonton live cuy!</p></div>
<p>Cukup letakkan mereka di barisan depan untuk menarik perhatian! Setelah banyak warga dan kamera mengerubungi lokasi, Anda dapat berorasi di belakang mereka (remember : jangan sampai Anda kelihatan! Ini penting!). Dijamin isi demonstrasi Anda paling tidak terpampang di koran (walaupun hanya sebagai sub judul dari judul utama “<em>Demo Unik Berisi Cewek Cantik! Jangan Lewatkan Cuci Mata Gratis Ini!</em>”</p>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>No words needed. Lihatlah banyaknya kamera dan jepretan blitz yang mengerubungi sekumpulan cewek2 seksi ini. Bahkan sang kameramen tidak dapat menahan diri untuk tidak merekam bagian “menarik” dari demo ini (coba lihat detik ke-16).</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=NSGqb9UVs4A"><img src="http://img.youtube.com/vi/NSGqb9UVs4A/2.jpg"></a></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=NSGqb9UVs4A">Click here</a> to view the video on YouTube.</p>

<h2>5. BUGIL</h2>
<p>Yang ini lebih menarik lagi. Sepertinya Ini adalah versi lebih maju dari poin sebelumnya. Walaupun satu2nya demo bugil yang terekam di ingatan kami berisi sekumpulan ibu2 yang mungkin melakukan tindakan ini karena frustrasi, namun ternyata sangat efektif. <em>Check out the photos</em>:</p>
<div id="attachment_6704" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/bugil1-300x246.jpg"><img class="size-full wp-image-6704" title="bugil1-300x246" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/bugil1-300x246.jpg" alt="" width="300" height="246" /></a><p class="wp-caption-text">Yang sayangnya telah disensor <img src='http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p><em>Indeed effective</em>! Dalam demo tersebut, mereka <a href="http://www.menjelma.com/2011/07/wanita-demo-bugil-di-bojonegoro.html">sukses mengusir para penggusur</a> plus semua aparat keamanan yang datang dengan perlengkapan lengkap! Walaupun aparat mungkin terusir lebih karena bingung dan tidak tahu harus berbuat apa, tapi, <em>Holyshit</em>! Kapan lagi coba demonstrasi <strong>berhasil menghalangi penggusuran</strong>???</p>
<div id="attachment_6705" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/bugil-2.jpg"><img class="size-full wp-image-6705" title="ham-exekusi tanah di warnai telanjang bulat" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/bugil-2.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Crazy naked moms are what it takes to boo away policemen.</p></div>
<p>Teknik ini, apabila dikombinasikan dengan baik dengan teknik di poin sebelumnya, barangkali dapat menghasilkan teknik kombo yang menarik perhatian masyarakat plus membuat aparat kelimpungan. <em>On the extra plus side</em>, Anda, yang menjadi demonstran sebenarnya yang bersembunyi di dalam lindungan cewek2 cantik bugil sambil berkoar2, akan mendapat cuci mata gratis dan mungkin sesekali rejeki nomplok berupa sentuhan tak terencana.</p>
<div id="attachment_6706" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20110609224621219-300x225.jpg"><img class="size-full wp-image-6706" title="20110609224621219-300x225" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20110609224621219-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Sumpah suer ga sengaja Neng!</p></div>
<h2>4. Menggunakan binatang</h2>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_6707" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kebo1-300x225.jpg"><img class="size-full wp-image-6707" title="kebo1-300x225" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/kebo1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kami tidak tahu ini maksudnya disuruh turun ke pantat kerbau, disuruh menurunkan pantat kerbau, atau apaan, eniwei marah lah si doi.</p></div>
<p>Sadly, teknik ini sudah dilarang sejak beberapa waktu lalu setelah insiden SiBuYa, saat beberapa demonstran tolol yang tidak pandai bersiasat membawa kerbau yang diasosiasikan sangat dekat dengan orang nomor 1 di negara ini, yang ternyata tidak selamban dan setenang itu apabila pribadinya yang dihina dan bukan negara/bawahannya.</p>
<p>Dengan sabda hanya berupa selentingan dan sindiran saat rapat, setelahnya aparat mengeluarkan ribuan statemen, larangan, dan alasan aneh2 demi melarang hewan untuk dipergunakan lagi dalam demonstrasi.</p>
<p>Mulai dari sok2an takut hewannya menyerang masyarakat (padahal polisi juga gebukin demonstran), lalu alasan hewan ga bisa ngomong, jadi ga bisa ikut protes, jadi ga bisa ikut demonstrasi (ini yg geblek siapa ya), sampai alasan bahwa sesuai undang2 tentang peragaan bahwa “<a href="http://us.detiknews.com/read/2011/05/06/201141/1634346/10/polda-metro-hewan-bukan-alat-peraga-berdemo?nd991103605">hewan bukanlah alat peraga</a>”. Mereka ga pake alasan menjunjung tinggi perlindungan hak2 hewan, mungkin karena ntar takut kalo ditanya tentang kasus pembunuhan orangutan yang dianggap sebagai <a href="http://us.detiknews.com/read/2011/10/03/230149/1736060/10/dianggap-hama-kelapa-sawit-orangutan-kalimantan-dibantai">hama kelapa sawit</a>.</p>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>Efektivitas penggunaan hewan masih menjadi perdebatan karena satu2nya hasil signifikan penggunaan hewan adalah pelarangan penggunaan hewan itu sendiri untuk berdemonstrasi. Tetapi kalau saja mereka menggunakan hewan untuk menghina lawan politik si Bapak, well, bisa jadi larangan ini dicabut kembali.</p>
<div id="attachment_6708" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/2tahunlapindo-300x267.jpg"><img class="size-full wp-image-6708" title="2tahunlapindo-300x267" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/2tahunlapindo-300x267.jpg" alt="" width="300" height="267" /></a><p class="wp-caption-text">Ada yang mau mengasosiasikan pemiliknya dengan binatang apapun? Mungkin diapprove sama si Bapak nantinya.</p></div>
<h2>3. Menjahit mulut</h2>
<p>Kalau sudah frustrasi, Anda dapat juga menyakiti diri Anda sendiri. Salah satu yang ramai dilakukan masyarakat adalah menjahit mulut sendiri agar tidak dapat makan dengan harapan pemerintah akan memperhatikan warganya yang terancam mati kelaparan. Harapan akhirnya adalah pemerintah takut mendapat kecaman karena membiarkan warganya mati sehingga memperhatikan mereka yang melakukan jahit mulut.</p>
<div id="attachment_6709" class="wp-caption aligncenter" style="width: 227px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/sewn-217x300.jpg"><img class="size-full wp-image-6709" title="sewn-217x300" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/sewn-217x300.jpg" alt="" width="217" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">apalagi kalo oke modelnya</p></div>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>Gerakan ini akan efektif jika ada selebriti atau orang terkenal yang mengikutinya. Banyak dorongan dan perhatian akan mengalir karena yang terancam mati kelaparan adalah orang penting. Seperti poin pertama, pemerintah juga tidak akan mau kecolongan kehilangan popularitas, tidak seperti apabila yang terancam mati adalah orang tak dikenal.</p>
<p><em>So for famous celebrity-turned-activists</em>, kalian jangan hanya memberikan advokasi. Coba kalian menjahit mulut kalian juga seperti masyarakat yang kalian bimbing, pasti efeknya jauh lebih besar dari sekedar berkoar2. <em>Plus</em>, orang2 tidak akan berkata bahwa kalian “cuma bisa ngomong” lagi, sekaligus membuktikan tingkat pengabdian kalian yang sebenarnya.</p>
<div id="attachment_6710" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20110707_052504_ruhut-300x200.jpg"><img class="size-full wp-image-6710" title="20110707_052504_ruhut-300x200" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/20110707_052504_ruhut-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Di sisi lain, dapat juga digunakan untuk menutup mulut selebriti yg kebanyakan bicara.</p></div>
<h2>2. Menyayat2 diri sendiri</h2>
<p>Kalau sudah benar2 kepepet, well, mungkin saatnya Anda beralih ke BDSM. Jangan malu dan takut, maniak2 porno juga beralih ke sini kok kalau sudah bingung mau nonton film apa.</p>
<div id="attachment_6711" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/e71757c2a537ec763c87ba9b3218a86d1233199307_full-500x625.jpg"><img class="size-full wp-image-6711" title="e71757c2a537ec763c87ba9b3218a86d1233199307_full-500x625" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/e71757c2a537ec763c87ba9b3218a86d1233199307_full-500x625.jpg" alt="" width="500" height="625" /></a><p class="wp-caption-text">Even cute anime turned masochist if they’re bored</p></div>
<p>Dengan BDSM, publisitas akan mengalir deras seperti air terjun. Apapun alasannya dan sejelek apapun tampang Anda, popularitas tetap datang. Seperti yang dilakukan seseorang <a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/09/15/15372222/Pria.Ini.Nekat.Menyayat.Jidatnya.di.Gedung.KPK">di depan gedung KPK</a> kemarin. Populer dalam sekejap!</p>
<div id="attachment_6712" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/257627_12141416092011_1s-300x200.jpg"><img class="size-full wp-image-6712" title="257627_12141416092011_1s-300x200" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/257627_12141416092011_1s-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Fucktard.</p></div>
<p>Jenis demonstrasi masokis seperti ini, walaupun sering dilakukan di negara2 Asia Timur (terutama Jepang, siapa lagi coba yg lebih gila dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nose_torture">mereka dalam masochistic fetish</a>), namun belum banyak dilakukan di Indonesia. Maka Anda dapat menjadi <em>trendsetter</em> baru. If you become one, jangan lupakan bahwa Anda mendapat ide ini dari kami, Anda tahu harus mengirim amplopnya kemana. Terimakasih.</p>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>Seperti poin sebelumnya, tindakan ini akan efektif kalau Anda terkenal. Pemerintah akan memberi perhatian kepada Anda. Cara lain adalah melakukan masokisme yang ekstrim atau melakukan masokisme massal, yah, sebanyak 30 orang menusuk diri sendiri mungkin akan membuat pemerintah sedikit tergugah (Catatan: aksi bunuh diri massal di dunia modern dengan rekor peserta terbanyak yang ada di catatan kami adalah sekitar <a href="http://www.savetibet.org/resource-center/maps-data-fact-sheets/self-immolation-fact-sheet">13 orang di Tibet</a> dalam rangka memprotes Republik Rakyat Cina, dan masih belum ada hasilnya, <em>so, good luck if you wanna try</em>).</p>
<div id="attachment_6715" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/self.jpg"><img class="size-full wp-image-6715" title="self" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/self.jpg" alt="" width="300" height="195" /></a><p class="wp-caption-text">Walaupun yang ini di Vietnam, this is the most badass self-immolation photo ever. He didn&#39;t flinch even a bit til die!</p></div>
<h2>1. Mentertibkan diri.</h2>
<p>Hey, tertib kok gila sih? Apa2an ini BosHansip? Udah bingung mau nulis apa ya terus ngawur gini?</p>
<p>Well, tenang dulu sob. Justru di Indonesia kalau ada demo yang tertib itu benar2 gila. Coba, di sini mana ada demo yang bener2 tertib? Demo yang pesertanya ga melakukan tindakan yang tidak dilaporkan, berdemo di dalam garis batas polisi, dalam rute yang ditentukan, dan memberi jalan kepada pengguna jalan lain (tidak mengganggu pemakai jalan lain)? Ga ada kan?</p>
<p>Luar biasa banget itu kalo ada yang gitu. Benar-benar gila jadinya. Terlalu tertib jadi terkesan gila, jadi gak kayak orang Indonesia.</p>
<div id="attachment_6716" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/demotertib_small-500x316.jpg"><img class="size-full wp-image-6716" title="demotertib_small-500x316" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/demotertib_small-500x316.jpg" alt="" width="500" height="316" /></a><p class="wp-caption-text">Dengan kawalan polisi, barisan yang rapi, didahului oleh mobil sebagai pembuka jalan, saksi mata kami memastikan bahwa demonstrasi ini tertib.</p></div>
<h3>Efektivitas:</h3>
<p>Tindakan yang sederhana ini mungkin dapat lebih menarik simpati orang2, apalagi kalo isinya cewek2 cantik (tetep) dan bagi2 makanan gratis. Publik sudah gerah dengan demo2 gak jelas. Orang2 terpelajar tidak akan melihatnya barang sedetik. Isinya cuma marah dan gusar kenapa ini orang2 mengganggu kesibukan sehari2nya.</p>
<p>Kalau Anda mengorganisir demo yang benar2 elegan dan baik, bukan tidak mungkin Anda dapat menarik perhatian orang terpelajar. Paling nggak ada yang bakal bilang, “Eh ini demo bagus banget nih, apaan sih isinya?” Nah, kalau orang terpelajar udah ikutan, mereka akan menarik kroco2nya, dan nantinya siapa tahu demo Anda jadi gede sendiri. Tapi memang butuh kesabaran dan ketekunan. Yah, demo 2 kali seminggu lah biar kelihatan. Tapi tertib, ya</p>
<p>Sumber : <a href="http://theposkamling.com/7-kegilaan-yang-dapat-anda-lakukan-saat-demonstrasi-di-indonesia/">http://theposkamling.com/7-kegilaan-yang-dapat-anda-lakukan-saat-demonstrasi-di-indonesia/</a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/7-kegilaan-yang-dapat-anda-lakukan-saat-demonstrasi-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 2.419 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-07 12:21:36 -->

