<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" ><channel><title>Padmanaba &#187; Alumni</title> <atom:link href="http://padmanaba.or.id/category/alumni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://padmanaba.or.id</link> <description>SMA 3 Yogyakarta</description> <lastBuildDate>Sun, 20 May 2012 04:59:31 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator> <item><title>Affath Firdausi (Padmanaba 63) Magang di Markas Angry Birds</title><link>http://padmanaba.or.id/affath-firdausi-padmanaba-63-magang-di-markas-angry-birds/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/affath-firdausi-padmanaba-63-magang-di-markas-angry-birds/#comments</comments> <pubDate>Sun, 20 May 2012 01:03:50 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Khusus]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7987</guid> <description><![CDATA[Jakarta &#8211; Game developer asal Indonesia mendapat kesempatan magang selama seminggu di Finlandia, &#8216;sarang&#8217; Rovio mengembangkan game populer Angry Birds. Kesempatan berharga ini diperoleh Affath Firdausi, mahasiswa dari Universitas Indonesia, setelah game &#8216;Klepon Stack&#8217; yang dikembangkannya selama sebulan, berhasil memenangkan kontes Nokia Asha Apps Challenge yang menyisakan 10 finalis. &#8220;Game ini menang karena Rovio suka [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/05/affath-klepon460.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7988" title="affath-klepon460" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/05/affath-klepon460.jpg" alt="" width="460" height="349" /></a></p><p>Jakarta &#8211; Game developer asal Indonesia mendapat kesempatan magang selama seminggu di Finlandia, &#8216;sarang&#8217; Rovio mengembangkan game populer Angry Birds.</p><p>Kesempatan berharga ini diperoleh Affath Firdausi, mahasiswa dari Universitas Indonesia, setelah game &#8216;Klepon Stack&#8217; yang dikembangkannya selama sebulan, berhasil memenangkan kontes Nokia Asha Apps Challenge yang menyisakan 10 finalis.</p><p>&#8220;Game ini menang karena Rovio suka dan berpotensi menjadi the next Angry Birds,&#8221; kata Narenda Wicaksono, Developer Manager Nokia South East Asia, dalam acara Nokia Developer Program, di Kembang Goela, Jakarta, Kamis (26/4/2012).</p><p>Menurut perjanjian kerja sama antara Nokia Indonesia dengan Rovio, Affath akan diajarkan membuat game yang baik sekelas Angry Birds dan cara bagaimana menjual dan mempromosikan sebuah aplikasi.</p><p>Affath yang masih berusia 22 tahun ini, jelas tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Ia mungkin tak mengira, game dengan engine fisika yang terinspirasi dari kelepon, makanan kegemarannya, bisa membuka peluang besar dalam karir developernya.</p><p>Ia pun bercerita, untuk memainkan game ini, pemain harus menumpuk kelepon yang berbentuk bulat, wajik bentuk kotak dan sukun berbentuk segitiga. Tak cuma menumpuk, pemain harus menjaga keseimbangan agar makanan itu tidak jatuh.</p><p>&#8220;Sekarang, Klepon Stack baru menyediakan 9 level. Nanti akan saya kembangkan lagi agar levelnya bertambah,&#8221; kata Affath.</p><p>Selain Klepon Stack, sembilan game lain yang jadi finalis adalah Tap Tap Ghost, Wago Warrior, Save Komo, Mad Fish, Kite Knight, Cari Kata, Pocong to the Moon, 1000 temples for Roro, dan Make me a Princess.</p><p>Aplikasi game dari sepuluh finalis ini sudah bisa didownload secara gratis di Nokia Store.</p><p>( rou / ash )</p><p>sumber : http://inet.detik.com/read/2012/04/26/172944/1902585/317/kue-kelepon-antar-anak-ui-magang-di-markas-angry-birds</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/affath-firdausi-padmanaba-63-magang-di-markas-angry-birds/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Desain Terpilih, Saatnya Memiliki Kartu Padmanaba!</title><link>http://padmanaba.or.id/desain-terpilih-saatnya-memiliki-kartu-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/desain-terpilih-saatnya-memiliki-kartu-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Sat, 12 May 2012 13:44:37 +0000</pubDate> <dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Umum]]></category> <category><![CDATA[Hasil Sayembara Desain Kartu Padmanaba]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7942</guid> <description><![CDATA[ Setelah dilakukan voting selama beberapa hari, akhirnya terpilihlah desain kartu Padmanaba. Voting ini diikuti oleh 263 pemilih dari semua kalangan. Hasilnya jatuh kepada desain #10 dengan total 87 pemilih. Selamat untuk desain yang terpilih! Untuk warga Padmanaba, segera miliki Kartu Padmanaba dan ikuti Sensusnya! Salam Padmanaba! Berikut data peserta dan hasil voting Sayembara Desain Kartu [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/05/Vote-Final-Reports-small.png"><img class="aligncenter  wp-image-7943" title="Vote-Final-Reports-small" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/05/Vote-Final-Reports-small.png" alt="" width="432" height="299" /></a></p><p><strong> </strong>Setelah dilakukan voting selama beberapa hari, akhirnya terpilihlah desain kartu Padmanaba. <em>Voting </em>ini diikuti oleh 263 pemilih dari semua kalangan. Hasilnya jatuh kepada desain #10 dengan total 87 pemilih. Selamat untuk desain yang terpilih! Untuk warga Padmanaba, segera miliki Kartu Padmanaba dan ikuti Sensusnya! Salam Padmanaba!</p><p>Berikut data peserta dan hasil voting Sayembara Desain Kartu Padmanaba :</p><p><strong>#Data Peserta</strong></p><p>Desain 1 : Biancha Martha, kategori Alumni, pekerjaan Mahasiswa UI</p><p>Desain 2 : Khrisnanda Satya, kategori Umum, pekerjaan Designer</p><p>Desain 3 : Khrisnanda Satya, kategori Umum, pekerjaan Designer</p><p>Desain 4 : Khrisnanda Satya, kategori Umum, pekerjaan Designer</p><p>Desain 5 : Fredi D.S, kategori Umum, pekerjaan Designer</p><p>Desain 6 : Nevi Ayu Envirani, kategori Alumni, pekerjaan Mahasiswa ITB</p><p>Desain 7 : Sarwo E. W., kategori Umum, pekerjaan Mahasiswa Undip</p><p>Desain 8 : Saga Iqranegara, kategori Alumni, pekerjaan Wiraswasta</p><p>Desain 9 : Saga Iqranegara, kategori Alumni, pekerjaan Wiraswasta</p><p>Desain 10 : Saga Iqranegara, kategori Alumni, pekerjaan Wiraswasta</p><p><strong>#Urutan Pemenang</strong></p><p>Desain 10, 87 suara, 33.08%</p><p>Desain 1, 70 suara, 26.62%</p><p>Desain 4, 31 suara, 11.79%</p><p>Desain 6, 25 suara, 9.51%</p><p>Desain 9, 22 suara, 8.37%</p><p>Desain 8, 11 suara, 4.18%</p><p>Desain 7, 9 suara, 3.42%</p><p>Desain 5, 4 suara, 1.52%</p><p>Desain 2, 2 suara, 0.76%</p><p>Desain 3, 2 suara, 0.76%</p><p><strong>#Total Voter</strong> = 263</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/desain-terpilih-saatnya-memiliki-kartu-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Ipung, Jagoan Robotik yang Mulai Mendunia</title><link>http://padmanaba.or.id/ipung-jagoan-robotik-yang-mulai-mendunia/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/ipung-jagoan-robotik-yang-mulai-mendunia/#comments</comments> <pubDate>Thu, 19 Apr 2012 11:35:40 +0000</pubDate> <dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Prestasi]]></category> <category><![CDATA[Arduino Challenge]]></category> <category><![CDATA[Robotik Padmanaba]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7807</guid> <description><![CDATA[Perawakannya kalem, namun sama sekali tidak dengan prestasinya. Itulah Pamungkas Prawisuda Sumasta atau lebih dikenal dengan nama Ipung. Seorang Padmanaba angkatan 66 (lulus tahun 2011) yang baru saja memenangkan Arduino Challenge, sebuah lomba robotik yang diselenggarakan kampusnya, Hanze Institute of Technology, Groningen, Belanda. Arduino Challenge adalah lomba yang diprakarsai oleh profesor-profesor Groningen. Dalam lomba tersebut, [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/04/ipung.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7808" title="ipung" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/04/ipung.jpg" alt="" width="437" height="328" /></a></p><p>Perawakannya kalem, namun sama sekali tidak dengan prestasinya. Itulah Pamungkas Prawisuda Sumasta atau lebih dikenal dengan nama Ipung. Seorang Padmanaba angkatan 66 (lulus tahun 2011) yang baru saja memenangkan <em>Arduino Challenge</em>, sebuah lomba robotik yang diselenggarakan kampusnya, Hanze Institute of Technology, Groningen, Belanda.</p><div id="attachment_7809" class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/04/ipung2.jpg"><img class=" wp-image-7809" title="ipung2" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/04/ipung2.jpg" alt="" width="432" height="324" /></a><p class="wp-caption-text">Email tanda kemenangan Ipung di Arduino Challenge</p></div><p>Arduino Challenge adalah lomba yang diprakarsai oleh profesor-profesor Groningen. Dalam lomba tersebut, peserta harus menampilkan karyanya selama kurang lebih 20 menit dan menjawab beberapa pertanyaan dari profesor, yang juga berperan sebagai juri. “Karena kebanyakan peserta <em>pake</em> bahasa Belanda, aku sendiri ngga seberapa ngerti apa yang dipresentasiin peserta lain. Tapi, alhamdulillah, pas presentasi semua lancar-lancar aja. Baik orang maupun robotnya sama-sama nggak terlalu grori”, tutur Ipung yang mengaku mulai mencintai dunia robotik sejak masuk di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Tidak tanggung-tanggung, atas prestasi tersebut, ia berhak untuk mengunjungi Sillicon Valley, California, Amerika Serikat dengan cuma-cuma.</p><p>Lebih membanggakan lagi, lomba ini ia ikuti secara individual, bukan dalam tim. Perjuangannya pun patut diacungi seribu jempol. Selain harus meminjam sebagian alat dari kampus, ia juga harus merogoh kantong pribadi untuk biaya pembuatan robot yang memakan waktu sekitar 3 bulan ini. “Alhamdulillah sih cukup uangnya, yah walaupun jadi jarang makan juga kadang-kadang” cerita Ipung dalam <em>email </em>yang ia balas. Pengalaman dalam memesan komponen robot pun tak kalah menarik. Mengingat harga selangit yang dipatok <em>euro, </em>Ipung harus memesan komponen tersebut dari Amerika, Inggris, Israel, Jerman, Thailand, dan yang paling banyak, China.</p><p>Penghargaan secara tak langsung pun bertubi-tubi datang kepada pecinta dunia elektronik sejak SD ini. Selain langsung menjadi tim robotik kampus, ia juga diminta dosen untuk ikut serta dalam proyek <em>Urine Analyzer </em>di University of Medical Center Groningen. Ke depannya, proyek tersebut akan diterapkan secara intensif di rumah sakit lokal.</p><p>Hingga saat ini, Ipung yang juga mantan perusak barang elektronik rumah telah berhasil merakit pendeteksi gempa jarak jauh, pendeteksi kebocoran LPG, pendeteksi kegugupan pasien yang akan dioperasi, dan karya-karya lainnya. Apa yang ia raih bukan sebuah produk instan, namun sebuah hasil kerja keras atas kecintaannya. “Sekarang, aku lagi kolaborasi sama mahasiswa yang udah 3 tahun disini untuk nyiapin lomba <em>design </em>robot di Wilhemshaven, Jerman. Doain ya!” Siap, Pung. Terus kibarkan nama Indonesia dan Padmanaba di negeri seberang sana! Salam sukses dari keluarga Padmanaba!</p><p>Wawancara : <a href="http://www.facebook.com/topekbuncit">Taufiq Ramadhan</a> | Artikel : <a href="http://www.facebook.com/anin.andhita">Maria Eka Andhita</a> | Foto : <a href="http://www.facebook.com/ipunk.d3chietakh">dokumen pribadi</a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/ipung-jagoan-robotik-yang-mulai-mendunia/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Donny Suryo: Budaya Adalah Jati Diri</title><link>http://padmanaba.or.id/donny-suryo-budaya-adalah-jati-diri/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/donny-suryo-budaya-adalah-jati-diri/#comments</comments> <pubDate>Tue, 27 Mar 2012 00:30:13 +0000</pubDate> <dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7698</guid> <description><![CDATA[RM. Donny Suryo Megananda adalah nama lengkap pria lulusan padmanaba tahun 1992 atau yang lebih dikenal sebagai Padmanaba 47 ini. Donny juga merupakan direktur Museum Wayang Kekayon yang mendapat pengakuan dari UNESCO yang dinobatkan sebagai museum wayang terbaik di Indonesia. Pria yang anti-rokok ini juga merupakan pecinta budaya dan sering mengikuti festival budaya baik di [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/donisuryo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7699" title="donisuryo" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/donisuryo.jpg" alt="" width="465" height="310" /></a></p><p>RM. Donny Suryo Megananda adalah nama lengkap pria lulusan padmanaba tahun 1992 atau yang lebih dikenal sebagai Padmanaba 47 ini. Donny juga merupakan direktur Museum Wayang Kekayon yang mendapat pengakuan dari UNESCO yang dinobatkan sebagai museum wayang terbaik di Indonesia. Pria yang anti-rokok ini juga merupakan pecinta budaya dan sering mengikuti festival budaya baik di dalam maupun luar negeri.</p><p>Sekilas tentang Museum Kekayon, museum ini terletak di Jalan Wonosari no. km 7 No. 277, Bantul, Yogyakarta, Indonesia dengan 10.000-20.000 pengunjung setiap tahunnya. Diceritakan oleh Donny sendiri bahwasanya wayang-wayang yang dipamerkan konon merupakan wayang-wayang terbaik, pilihan, dan lengkap dari dalam maupun luar negeri. Ayah Donny-lah, KPH Soejono Prawirohadikusuma, yang merintis museum ini dari awal. “Sebuah dosa jika Yogyakarta tidak mempunyai sebuah museum wayang pun”, ujar Donny.</p><p>Pria yang dulunya merupakan komandan Bhapad juga mengutarakan bahwa pada awalnya dia sendiri mengambil mata kuliah geografi. Namun, pada akhirnya dia benar-benar tertarik pada dunia budaya dan wayang. Dia sering membaca buku-buku milik ayahnya untuk lebih mengetahui hal-hal tentang budaya.</p><p>Donny memandang bahwa belajar budaya bukanlah hal yang bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan lingkungan. Ya, jika lingkungan sekitar kita adalah lingkungan budaya. Tentu kita memiliki lingkungan yang berbeda-beda. Sebagai anak muda, yang nantinya menjadi generasi penerus pun tentunya harus memperhatikan hal ini. Karena pada akhirnya, kita adalah warga negara Indonesia, tinggal dengan budaya Indonesia, tentunya juga mempertahankan apa yang kita punya.</p><p>Belajar budaya membutuhkan rasa suka dari diri sendiri. Semisal ketika kita pergi bertamasya ke salah satu objek budaya, jangan hanya cuek saja. Lihat dan amati dengan baik, maka kita akan merasakan betapa indahnya budaya kita ini. Ketika kita bertemu dengan orang luar negeri, lewat program pertukaran pelajar atau kunjungan ke luar negeri, budaya asli kitalah yang kita tampilkan.</p><p>“Sesuatu yang membuat kita <em>exist, </em>bukan berasal dari luar, melainkan dari apa yang kita miliki,” ungkap Donny.</p><p>Budaya yang dapat kita lihat, pelajari, dan gali merupakan jati diri bangsa yang harus dipertahankan. Tak dapat dinyana pula, budaya Jawa merupakan budaya yang indah dan filosofis, penuh dengan makna simbolis yang mengajarkan hal yang baik dan melarang hal yang buruk. Salah satu makna utamanya adalah bahwa kita diciptakan dengan keadaan yang terbaik, walaupun berbeda, hidup haruslah selaras.</p><p>Donny sudah memulai dengan museum wayangnya. Bagaimana dengan kita? Tunggu apalagi? Masih ingin menunda untuk mengetahui dan melestarikan budaya sendiri?</p><p>oleh: Ingesti Bilkis Zulfatina, Padmanaba 69</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/donny-suryo-budaya-adalah-jati-diri/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Prof. Lilik Hendrajaya, Berkarya untuk Membuat Orang Berdaya</title><link>http://padmanaba.or.id/prof-lilik-hendrajaya-berkarya-untuk-membuat-orang-berdaya/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/prof-lilik-hendrajaya-berkarya-untuk-membuat-orang-berdaya/#comments</comments> <pubDate>Thu, 22 Mar 2012 11:00:58 +0000</pubDate> <dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7656</guid> <description><![CDATA[&#160; &#160; Prof. Lilik Hendrajaya, M.Sc., Ph.D. merupakan salah satu Brand Ambassador Lustrum XIV Padmanaba yang telah mengukir segunung prestasi dan kontribusi di bidang pendidikan. Perjalanan Guru Besar bidang Fisika Bumi ini untuk mencapai titik yang seperti sekarang bukanlah hal yang mudah, melainkan  memerlukan usaha dan tekad yang keras. Cita-cita beliau setelah lulus SMA adalah [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/prof_ir_lilik_hendrajaya_msc_phd.jpg"><img class="size-full wp-image-7658 aligncenter" title="Prof Lilik Hendrajaya" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/prof_ir_lilik_hendrajaya_msc_phd.jpg" alt="" width="316" height="448" /></a></p><p>&nbsp;</p><p>Prof. Lilik Hendrajaya, M.Sc., Ph.D. merupakan salah satu Brand Ambassador Lustrum XIV Padmanaba yang telah mengukir segunung prestasi dan kontribusi di bidang pendidikan. Perjalanan Guru Besar bidang Fisika Bumi ini untuk mencapai titik yang seperti sekarang bukanlah hal yang mudah, melainkan  memerlukan usaha dan tekad yang keras.</p><p>Cita-cita beliau setelah lulus SMA adalah berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Namun, beliau tidak mempunyai cukup biaya. Sampai pada akhirnya, beliau mendapatkan beasiswa untuk calon dosen di jurusan Fisika ITB pada tahun 1968. Semasa kuliah, beliau sering dimintai bantuan teman-temannya yang berasal dari jurusan lain untuk mengerjakan tugas. Dari sinilah muncul keinginan beliau untuk mengambil kuliah rangkap. Pada tahun 1971, beliau memulai kuliahnya di Teknik Perminyakan ITB. Bagi beliau, kuliah rangkap bukanlah hal yang berat. Bahkan, beliau bisa lulus tepat pada waktunya dengan predikat <em>cum laude</em>. Hal ini bisa beliau lakukan karena kecintaannya terhadap sains. “Sains itu dasar ilmu. Sains membantu ilmu hilir lain untuk kuat. Kalau mengerti sains, bisa belajar apa saja.”</p><p>Beliau kemudian melanjutkan studinya di University of Utah, USA bidang Geophysics pada tahun 1974. Program master beliau, bisa diselesaikan hanya dalam waktu 8 bulan.  Pada tahun 1978, beliau kembali melanjutkan studinya di Australian National University. Selain itu, beliau juga mengikuti Kursus Reguler Angkatan XXVI di Lembaga Ketahanan Nasional pada tahun 1991 dan meraih penghargaan Wibawa Seroja Nugraha (lulusan terbaik).</p><p>Beliau tergabung dalam berbagai organisasi profesi, seperti Himpunan Fisika Indonesia, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia, Society of Exploration Geophycists, Seismological Society of American, dan American Geophysical Union. Beliau telah mempublikasikan lima puluh jurnal baik di dalam maupun luar negeri. Berbagai penghargaan juga telah beliau raih, seperti  Gouden Jubileum Prijs (Mahasiswa Terbaik ITB), Dosen Teladan I ITB, Medali Perjuangan Angkatan ’45 (generasi penerus), Satya Lencana Karyasatya 20, dan Bintang Jasa Utama.</p><p>Selain itu, beliau merupakan Anggota MPR RI Utusan Daerah Jawa Barat pada tahun 1997 – 1999. Beliau juga pernah menjadi Rektor ITB pada tahun 1997 – 2001, Deputi Menristek Bidang Perkembangan Riset Iptek pada tahun 2003 – 2005, dan pada tahun 2005 diangkat menjadi Kabalitbang Departemen Pertahanan hingga tahun 2010.</p><p>Sungguh pencapaian beliau sangatlah luar biasa. Prinsip beliau pun sederhana, yaitu ingin berkarya untuk membuat orang lain berdaya. “Harus ada orang yang mengurusi pendidikan, yang membuat orang lain pandai.  Bangsa yang pandai mempunyai nilai untuk membangun peradaban.” Itulah alasan beliau memilih mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan.</p><p>Formula beliau untuk menciptakan kesuksesan adalah usaha, kerja keras, dan kepercayaan diri. Hal lain yang harus dilakukan adalah rajin dan cermat. Selalu berpikir positif juga tak lupa dilekatkan dalam diri sehingga tak ada kata sulit sebelum mencoba.</p><p>Pesan beliau, “Jadilah orang yang bisa memerintah diri sendiri untuk menjadi yang terbaik. Be excelent!”</p><p>Oleh: Dyah Ayu Permatasari dan Ingesti Bilkis Zulfatina</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/prof-lilik-hendrajaya-berkarya-untuk-membuat-orang-berdaya/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Apa itu Kartu Padmanaba? (Updated)</title><link>http://padmanaba.or.id/apa-itu-kartu-alumni/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/apa-itu-kartu-alumni/#comments</comments> <pubDate>Tue, 20 Mar 2012 21:39:43 +0000</pubDate> <dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Lustrum XIV]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7642</guid> <description><![CDATA[Menyambung beberapa artikel sebelumnya mengenai Sayembara Desain Kartu Alumni Padmanaba, kali ini Padmanaba Network akan menjelaskan sebenarnya apa itu Kartu alumni Padmanaba? Kartu Alumni Padmanaba merupakan salah satu output dari program kerja Lustrum XIV, yaitu Sensus Alumni Padmanaba. Sensus yang akan dilaksanakan pada bulan Mei tersebut bertujuan untuk mendata siapa saja alumni SMA Negeri 3 [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/kartu-padmanaba.png" alt="" title="kartu-padmanaba" width="499" height="401" class="aligncenter size-full wp-image-7655" /></p><p>Menyambung beberapa artikel sebelumnya mengenai Sayembara Desain Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">Alumni</del> Padmanaba, kali ini Padmanaba Network akan menjelaskan sebenarnya <em>apa itu Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">alumni</del> Padmanaba?</em></p><p>Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">Alumni</del> Padmanaba merupakan salah satu output dari program kerja Lustrum XIV, yaitu Sensus Alumni Padmanaba. Sensus yang akan dilaksanakan pada bulan Mei tersebut bertujuan untuk mendata siapa saja alumni SMA Negeri 3 Padmanaba. Hal itu didasari karena selama ini organisasi alumni Padmanaba tidak pernah memiliki data yang lengkap.</p><p>Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">Alumni</del> Padmanaba sendiri memiliki beberapa kegunaan.</p><p><em>Pertama</em>, kartu ini merupakan kartu anggota organisasi Paguyuban Alumni Padmanaba. Sejatinya, setiap alumni SMA 3 Yogyakarta sudah pasti tergabung dalam organisasi tersebut. Sayangnya, tidak semua alumni tahu. Nah, pengadaan Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">alumni</del> Padmanaba inilah yang akan menyebarluaskan organisasi tersebut. Selain itu, memanfaatkan momen Lustrum XIV, pengadaan kartu alumni juga dapat berperan sebagai momentum kebangkitan organisasi alumni Padmanaba.</p><p><em>Kedua, </em>sebagai kartu identitas alumni. Kartu dapat digunakan sebagai tanda bahwa bahwa si pemilik adalah lulusan <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">Padmanaba</del> SMA 3 Yogyakarta. Hal ini sangat berguna ketika di suatu kesempatan alumni bertemu dengan alumni lainnya. Anda Alumni <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">Padmanaba</del> SMA 3 Yogyakarta? Kartu inilah salah satu buktinya.</p><p><em>Ketiga, </em>sebagai salah satu sumber pemasukan untuk menghidupi kegiatan organisasi. Sebagai organisasi yang ingin maju, pastilah kita tidak pernah lepas dari masalah pendanaan. Dana yang terkumpul dari kartu alumni ini nantinya digunakan untuk kegiatan-kegiatan alumni.</p><p><em>Keempat, </em>sebagai sumber pendanaan beasiswa Yayasan Pendidikan Padmanaba. Menyambung poin sebelumnya, dana yang terkumpul juga digunakan untuk mendanai program beasiswa yang sudah berjalan selama ini.</p><p>Kegunaan selanjutnya merupakan kegunaan bagi pemegang kartu. Dengan Kartu <del datetime="2012-03-26T09:32:17+00:00">alumni</del> Padmanaba, pemilik kartu akan mendapatkan benefit berupa <em>privilege</em> di banyak tempat yang tergabung pada jaringan <em>Card Connection Indonesia</em> (CCI) di beberapa kota besar di Indonesia. Benefit tersebut dapat berupa diskon, program diskon dan yang lainnya.</p><p>Nah, udah tahu beberapa hal tentang Kartu Alumi Padmanaba kan? Jangan lupa daftarkan dirimu ya. Tunggu info selanjutnya di website ini.</p><p>Salam Padmanaba!</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/apa-itu-kartu-alumni/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Herry Zudianto : Mantan Wali Kota Yogya Jadi Ketua RW</title><link>http://padmanaba.or.id/herry-zudianto-mantan-wali-kota-yogya-jadi-ketua-rw/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/herry-zudianto-mantan-wali-kota-yogya-jadi-ketua-rw/#comments</comments> <pubDate>Mon, 12 Mar 2012 05:59:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Khusus]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7569</guid> <description><![CDATA[YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menepati janjinya untuk menjadi ketua RW.  Ia terpilih menjadi Ketua RW 02 Golo, Umbulharjo, Yogyakarta, setelah menang mutlak dalam pemilihan yang berlangsung, Minggu (11/3/2012) malam. Pemilihan berlangsung di Kantor Balai RW 02 Golo, Umbulharjo, yang sekaligus menandai diresmikannya balai tersebut, serta pengukuhan pengurus muda-mudi Golo &#8220;Daltengo&#8221;. Jauh [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2154" class="wp-caption aligncenter" style="width: 306px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/04/hz1.png"><img class="size-full wp-image-2154" title="Herry Zudianto" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/04/hz1.png" alt="Herry Zudianto" width="296" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Herry Zudianto</p></div><p><strong>YOGYAKARTA, KOMPAS.com</strong> — Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto menepati janjinya untuk menjadi ketua RW.  Ia terpilih menjadi Ketua RW 02 Golo, Umbulharjo, Yogyakarta, setelah menang mutlak dalam pemilihan yang berlangsung, Minggu (11/3/2012) malam.</p><p>Pemilihan berlangsung di Kantor Balai RW 02 Golo, Umbulharjo, yang sekaligus menandai diresmikannya balai tersebut, serta pengukuhan pengurus muda-mudi Golo &#8220;Daltengo&#8221;.</p><p>Jauh hari sebelumnya, ketika menjabat sebagai Wali Kota, Herry sering berujar bahwa setelah purna tugas, ia akan mengabdikan diri sebagai ketua RW. Semula banyak kalangan meyakini bahwa ungkapan itu hanyalah candaan, mengingat umumnya orang selalu menginginkan karier yang meningkat. Namun, ungkapan Herry itu kini menjadi kenyataan.</p><p>Pemilihan malam kemarin dilakukan dengan menggunakan mekanisme pemilihan langsung. Panitia pemilihan, Saefudin, menjelaskan, setiap satu pemilih mewakili lima kepala keluarga. Dalam pemilihan tersebut terdapat 43 pemilih, mewakili 250 KK warga Golo. Dari seluruh jumlah yang ada, 33 memilih Herry. Sementara calon lain, Agus Handono, memperoleh dua suara, dan Saefudin delapan suara. &#8220;Seharusnya terdapat 50 perwakilan KK, tetapi yang hadir 43 orang, sementara 33 suara mendukung Pak HZ,&#8221; kata Saefudin.</p><p>Camat Umbulharjo Agus Winarto berharap, setelah dipimpin oleh Herry, RW 02 Golo bisa menjadi RW percontohan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, ketenteraman, dan ketertiban.  Agus juga mengaku tidak akan canggung jika suatu saat harus meminta keterangan ataupun meminta Herry datang ke kantornya untuk sebuah keperluan koordinasi.</p><p>Sementara Herry menyatakan terima kasih atas amanah yang diberikan warga kepadanya dan berjanji akan bekerja dengan sungguh-sungguh. &#8220;Saya juga siap untuk dipanggil dan diberi bimbingan oleh Pak Camat atau Pak Lurah demi kesuksesan tugas saya,&#8221; kata Herry.</p><p>sumber : <a href="http://regional.kompas.com/read/2012/03/12/10110149/Mantan.Wali.Kota.Yogya.Jadi.Ketua.RW">http://regional.kompas.com/read/2012/03/12/10110149/Mantan.Wali.Kota.Yogya.Jadi.Ketua.RW</a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/herry-zudianto-mantan-wali-kota-yogya-jadi-ketua-rw/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Mirah Mahaswari: Berkarya, Berbagi, Berkorban</title><link>http://padmanaba.or.id/mirah-mahaswari-berkarya-berbagi-berkorban/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/mirah-mahaswari-berkarya-berbagi-berkorban/#comments</comments> <pubDate>Thu, 08 Mar 2012 09:15:46 +0000</pubDate> <dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7512</guid> <description><![CDATA[&#160; Perawakannya kecil dan ramping. Rambutnya tergerai rapi sebahu. Cara berjalannya tenang, tidak tergesa-gesa, dengan sedikit sentuhan lembut yang khas. Namun, mata gadis itu berbinar cerdas, hidup. Ketika berbicara, ia kerahkan energi yang luar biasa dibandingkan postur tubuhnya, dengan diksi yang  ia pilih dengan cerdas. Gadis itu bernama Mirah Mahaswari. Gadis kelahiran 28 April 1989 [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p><p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/Mirah-Mahaswari.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7513" title="Mirah Mahaswari" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/03/Mirah-Mahaswari.jpg" alt="" width="384" height="576" /></a></p><p>Perawakannya kecil dan ramping. Rambutnya tergerai rapi sebahu. Cara berjalannya tenang, tidak tergesa-gesa, dengan sedikit sentuhan lembut yang khas. Namun, mata gadis itu berbinar cerdas, hidup. Ketika berbicara, ia kerahkan energi yang luar biasa dibandingkan postur tubuhnya, dengan diksi yang  ia pilih dengan cerdas. Gadis itu bernama Mirah Mahaswari.</p><p>Gadis kelahiran 28 April 1989 ini merupakan salah satu dari dua belas <em>Brand Ambassador </em>Lustrum ke-14 Padmanaba. Banyak yang bertanya, bagaimana mungkin seorang gadis, yang baru saja lulus kuliah, bisa terpilih sebagai <em>brand ambassador</em>? Namun, Mirah bukannya tanpa modal. Mahasiswi lulusan jurusan Komunikasi Universitas Gajah Mada ini justru berlimpah segunung prestasi.</p><p>Bahkan ketika Mirah masih duduk di bangku SMA enam tahun lalu, ia berhasil menyabet gelar peraih nilai kelulusan tertinggi jurusan IPS SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kini, ketika ia sudah naik ke jenjang universitas, pada tahun 2011, ia berhasil terpilih sebagai Mahasiswa Teladan Universitas Gajah Mada 2011. Mirah juga menjadi FISIPOL Idol 2009; pernah mendapatkan kesempatan belajar di AS selama beberapa minggu dan di Seoul, Korea Selatan, selama satu semester (2010); mengikuti <em>International Youth Summer Camp on Astronomy and World Heritage </em>di<em> </em>Suzhou-China (2009); meraih gelar semifinalis dalam Nielsen Challenge, <em>National Competition on New Marketing Strategy</em> (2011); dan seabrek prestasi lainnya.</p><p>Dengan semangat yang begitu besar, tidak heran seorang Mirah Mahaswari dapat mengisi tujuh lembar <em>curriculum vitae</em>-nya dengan beragam penghargaan, organisasi, dan publikasi. Namun, prestasi Mirah Mahaswari yang terhebat bukanlah memenangkan kejuaraan internasional, melainkan mengabdi dalam gerakan Indonesia Mengajar.</p><p>Indonesia Mengajar merupakan sebuah program pendidikan, di mana mahasiswa-mahasisiwi terpilih dikirim untuk mengajar di pedalaman paling terpencil di Indonesia. “Seleksinya memang cukup ketat,” ia menambahkan. “Untuk angkatanku, ada 8.000 <em>applicant</em> dan yang diterima hanya 50 orang.”</p><p>Tetapi, lepas dari ketatnya seleksi yang ada, agaknya pilihan para mahasiswa ini cukup membuat dahi mengernyit. Mengapa memilih untuk meninggalkan kehidupan nyaman di kota untuk bersusah payah mengajar di pedalaman? Mirah Mahaswari punya alasan.</p><p>“Harga pendidikan masih begitu mahal untuk remaja sebaya lainnya,” ia menjelaskan. “Mereka bahkan belum memiliki listrik ataupun air bersih. Aku pikir, aku yang punya kesempatan lebih untuk belajar tinggi, mengapa tidak mengabdi? Memberi sedikit pengetahuan yang aku miliki untuk mereka.”</p><p>Memberi, juga berkorban. “Yang dicari adalah mereka yang mau berkorban lebih; mereka yang mau menghilangkan hura-hura untuk mengajar selama satu tahun. Karena kami kemungkinan akan dikirim ke hutan juga, jadi sewaktu masa training nanti pun, kami akan putus dari listrik enam hari dalam seminggu. Sehingga kami tahu batasan paling buruk agar nantinya dapat <em>survive</em>.”</p><p>Bagi Mirah Mahaswari, keikutsertaannya dalam Indonesia Mengajar adalah pemenuhan tugasnya sebagai seorang puteri bangsa. Baginya, semua fasilitas dan pendidikan yang ia dapatkan sejauh ini adalah sebuah persiapan bagi tugas yang lebih besar—berbagi bagi bangsa.</p><p>Semangat ini pantas membawa seorang Mirah Mahaswari menjadi <em>Brand Ambassador </em>Lustrum XIV Padmanaba. Mengusung <em>tagline </em>“Berkarya bagi Indonesia”, Lustrum XIV akan menghadirkan beragam <em>event, </em>dari bidang seni hingga sosial, yang memiliki tujuan satu, mengabdi tanpa pamrih bagi kemajuan Indonesia. Selaras dengan prinsip yang diusung oleh Mirah—dan juga seluruh Padmanaba dalam 70 tahun pengabdian mereka.</p><p>Kembali ke Mirah Mahaswari, satu pertanyaan terakhir: Apakah ia siap melaksanakan tugasnya? “Siap! <em>Excited</em> juga,” jawabnya mantap.</p><p>Begitu pula Padmanaba, siap berkarya untuk Indonesia.</p><p>Oleh: <strong>Muhammad Akib Aryo Utomo</strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/mirah-mahaswari-berkarya-berbagi-berkorban/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>1</slash:comments> </item> <item><title>Majalah Progresif untuk Alumni</title><link>http://padmanaba.or.id/majalah-progresif-untuk-alumni/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/majalah-progresif-untuk-alumni/#comments</comments> <pubDate>Mon, 27 Feb 2012 10:42:10 +0000</pubDate> <dc:creator>Dyah Ayu Permatasari</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Khusus]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7439</guid> <description><![CDATA[Progresif #22 telah terbit! Mau tahu apa isinya? Di dunia ini, pasti ada sisi yang berlainan dan saling berlawanan. Ada hitam dan ada putih. Terkadang, kita hanya melihat salah satu sisi saja yang kita pandang baik, tanpa melihat bahwa ada sisi yang lain. Progresif kali ini mengajak kita untuk melihat dengan jelas dan menelusuri sisi-sisi [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/iklan_progresif-1024x637.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-7440" title="iklan_progresif-1024x637" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/iklan_progresif-1024x637.jpg" alt="" width="675" height="420" /></a></p><p style="text-align: center;"><p>Progresif #22 telah terbit! Mau tahu apa isinya?</p><p>Di dunia ini, pasti ada sisi yang berlainan dan saling berlawanan. Ada hitam dan ada putih. Terkadang, kita hanya melihat salah satu sisi saja yang kita pandang baik, tanpa melihat bahwa ada sisi yang lain. Progresif kali ini mengajak kita untuk melihat dengan jelas dan menelusuri sisi-sisi tersebut.</p><p>Tak selamanya hitam itu negatif dan putih itu positif. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu, manakah yang akan kita pilih? Hitam, putih, atau menjadi abu-abu? Pilihan ada di tangan kita, hanya bagaimana cara kita memandang sisi-sisi tersebut. Kita akan menyimak beberapa pendapat orang mengenai hal ini.</p><p>Liputan mengenai gelaran akbar PPHP 69 dan hasil jepretan PPC akan mewarnai isi majalah Progresif #22 ini. Ada juga berbagai informasi menarik di dalamnya yang akan menambah wawasan kita semua.</p><p>Nah, para alumni yang ingin memiliki majalah ini, bisa langsung menghubungi kami. Hanya dengan Rp15.000,00 per buah. Empat edisi terakhir Progresif juga bisa didapatkan dengan harga Rp55.000,00. Simak berbagai artikel menarik di dalamnya!</p><p>Salam,</p><p>Profresif.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/majalah-progresif-untuk-alumni/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Danto Adityo, Entrepreneur Muda dan Berbakat</title><link>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/#comments</comments> <pubDate>Fri, 03 Feb 2012 12:36:09 +0000</pubDate> <dc:creator>Maria Eka Andhita</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Tokoh]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=7025</guid> <description><![CDATA[Sekilas dilihat, sosoknya terkesan asyik dan seru. Dialah Danto, seorang alumni Padmanaba 60 yang sukses dengan bisnisnya di bidang fotografi.  Meski terbilang masih cukup muda, bisnisnya sudah berdiri mantap. Kini, ia telah menjadi Direktur Utama Colorful Photography. Wirausaha yang ia ciptakan bersama seorang investor dan enam partner lainnya tiga tahun yang lalu. Laki-laki bernama lengkap [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7026" title="385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/02/385891_284273241608682_100000780254618_781923_1322205929_n.jpg" alt="" width="480" height="720" /></a></p><p>Sekilas dilihat, sosoknya terkesan asyik dan seru. Dialah Danto, seorang alumni Padmanaba 60 yang sukses dengan bisnisnya di bidang fotografi.  Meski terbilang masih cukup muda, bisnisnya sudah berdiri mantap. Kini, ia telah menjadi Direktur Utama Colorful Photography. Wirausaha yang ia ciptakan bersama seorang <em>investor</em> dan enam <em>partner</em> lainnya tiga tahun yang lalu.</p><p>Laki-laki bernama lengkap Danto Adityo Laksono ini sebenarnya lulusan teknik elektro. Lantas apa yang membuatnya beralih pada dunia bisnis? Jawabannya adalah <em>passion</em>. Prinsipnya, bekerjalah sesuai dengan hobi atau <em>passion</em>mu.</p><p>Menemukan kesenangan atau hobi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menemukan di mana <em>passion</em>mu, juga bukan hal yang mudah. Perjalanan yang cukup panjang dialami oleh Danto. Awalnya, ia sempat mengajar les privat. Matematika, fisika, kimia. Mengajar adalah kesukaannya dan sempat ia lakoni kurang lebih satu tahun. Selanjutnya, ia mendirikan lapangan futsal, karena futsal juga merupakan hobinya. Hingga kini, bisnis lapangan futsal masih berjalan. Bisnis warung mie ayam bahkan sempat dijalankannya juga, kurang lebih setengah tahun. Dikorbankan karena harus fokus pada skripsi dan tentu saja pada Colorful Photography. <em>Passion </em>Danto yang sebenarnya.</p><p>Menjabat sebaagai direktur utama suatu perusahaan tidak lantas membuatnya lepas tangan. Bisnis tidak akan berkembang tanpa campur tangan direktur. Direktur yang baik selalu turun tangan dalam bentuk memberi pengarahan, strategi, atau pun motivasi. Hal itu lah yang dilakukan oleh Danto. Kini Colorful Photography memiliki kurang lebih lima puluh personil yang ahli di bidang mereka masing-masing.</p><p>“Ada hadist yang mengatakan ‘sembilan dari sepuluh pintu rezeki berada di perniagaan’,” ucapnya. Begitulah kira-kira gambaran kemantapan Danto pada bisnisnya. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya, Colorful Photography mencoba mengepakkan sayapnya. Perusahaan yang juga bergerak di bidang <em>advertising</em>, <em>company</em>, <em>visual art solution</em>, dan juga <em>branding</em> ini setelah memiliki dua kantor di Yogyakarta, yaitu di Jalan Urip Sumoharjo dan Baciro, akan mencoba membuka cabang di Jakarta.</p><p>Semua itu memang tak mudah untuk dilakukan. Kata Danto hambatan dan rintangan selalu ada. Hambatan internal tentang personil-personil, hambatan <em>market</em>, seperti pasar yang sedang sepi, hingga hambatan dari studio sendiri, seperti lampu yang mati pasti akan ada. Namun semua masalah tentu ada solusinya. Syukurlah, hingga kini belum ada hambatan yang membuat Colorful Photography menjadi <em>stagnant</em>.</p><p>Lalu, apakah kiat sukses berbisnis?  Berani, kreatif, dan jangan takut gagal, begitu jawabnya. Tak lupa pula dengan berani menciptakan hal-hal baru. Ia juga berkata bahwa berorganisasilah yang membentuknya menjadi pribadi yang lebih berani berpendapat dan kreatif. Di organisasi ini juga dibentuk <em>leadership</em> dan kemampuan komunikasi kita.  Organisasi akan mengajarkan kita untuk me<em>manage </em>dan  meng<em>organize</em>.</p><p>Danto berpesan untuk para anak-anak muda bangsa untuk terus bergerak membuat kegiatan yang positif, belajar berorganisasi atau berlatih berbinis, mencari teman sebanyak-banyaknya, berkarya sebaik mungkin, dan jangan lupa belajar, sedikit-sedikit tetapi. Yang terpenting adalah pengembangan <em>soft skill</em>menurutnya. Itulah yang dibutuhkan di kehidupan nyata.</p><p>(Afiannisa Viersanova dan Alifiani Nabilah Putranti, Padmanaba69)</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/danto-entrepreneur-muda-dan-berbakat/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Ayo Ramaikan Futsal Hore Padmanaba!</title><link>http://padmanaba.or.id/ayo-ramaikan-futsal-hore-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/ayo-ramaikan-futsal-hore-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Wed, 04 Jan 2012 15:19:08 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=6254</guid> <description><![CDATA[Futsal? Ah sudah biasa.. Tapi bagamana jadinya kalo futsal rame-rame bareng alumni serta kawan-kawan lama semasa berjuang di Padmanaba dulu? Futsal hore alumni Padmanaba adalah jawaban bagi mereka yang ingin terus memupuk kebersamaan dan menjalin silaturahmi dengan teman lama. Ritual rutin setiap Jumat malam di Djuragan Futsal Pogung ini menjadi media yang cocok untuk melampiaskan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MG_7429.jpg"><img class="wp-image-6255 aligncenter" title="Futsal Hore Padmanaba!" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2012/01/MG_7429-1024x682.jpg" alt="" width="589" height="394" /></a></p><p>Futsal? Ah sudah biasa.. Tapi bagamana jadinya kalo futsal rame-rame bareng alumni serta kawan-kawan lama semasa berjuang di Padmanaba dulu? Futsal hore alumni Padmanaba adalah jawaban bagi mereka yang ingin terus memupuk kebersamaan dan menjalin silaturahmi dengan teman lama. Ritual rutin setiap Jumat malam di Djuragan Futsal Pogung ini menjadi media yang cocok untuk melampiaskan kejenuhan setelah menjalani rutinitas sehari-hari seperti kuliah, kerja, dan kegiatan lain.</p><p>Kegiatan ini berawal dari obrolan para alumni yang dipertemukan pada Posko Merapi 2010. Mereka yang memiliki kecintaan yang sama akan futsal akhirnya mengadakan futsal alumni untuk pertama kalinya di <em>Pele</em>. Kegiatan ini ternyata direspon positif oleh berbagai alumni lainnya. Untuk menindaklanjutinya pun sempat dibentuk penanggung jawab per angkatan untuk mengkoordinir masing-masing angkatan. Namun, karena berbagai hal, koordinasinya kurang berjalan lancar. Barulah pada Januari 2011, futsal alumni kembali berjalan. Kali itu dengan nama dan tempat yang baru. Futsal alumni kembali dengan nama &#8220;Futsal Hore Padmanaba&#8221; dan bertempat di <em>Djuragan Futsal, Pogung </em>sampai sekarang.</p><p>Tiap minggunya jumlah peserta selalu bertambah. Puncaknya ketika musim liburan tiba, kembalinya alumni dalam perantauan ke Jogja semakin menambah ramainya suasana yang berimbas pada penambahan durasi penyewaan lapangan hingga minimal tiga jam. Namun sayang, kini animo dari para alumni pada kegiatan positif yang sudah berjalan hampir dua tahun ini justru mulai berkurang.</p><p>Edo Azhara, salah seorang alumni Padmanaba 64, mengatakan bahwa jumlah alumni yang datang semakin menurun seiring kian padatnya jadwal kuliah, praktikum, maupun ujian yang telah menanti di hari Sabtu. Kadang kala teman-teman baru ramai berdatangan ketika mendapat kabar bahwa mereka tidak perlu mengeluarkan sepeserpun iuran untuk menyewa lapangan. Maklum, telah menjadi peraturan tidak tertulis bahwa alumni yang sedang berulang tahun berkewajiban mentraktir penyelenggaraan kegiatan ini. Hal tersebut memaksa berubahnya konsep pengelolaan futsal hore alumni Padmanaba yang telah teratur sejak awal. Dahulu kegiatan ini dikelola secara bergilir, tiap minggu menjadi tanggung jawab tiap angkatan secara bergantian. Kini aplikasinya menjadi berbeda mengingat tidak menentunya jumlah peserta yang datang.</p><p>Tak nyaman rasanya mengetahui salah satu ajang refreshing sekaligus berkumpulnya alumni Padmanaba yang dikenal memiliki jejaring kuat justru tampak mengendur. Untuk itu, mari kita hidupkan kembali futsal hore alumni Padmanaba dengan turut berpartisipasi. Bagi teman-teman alumni yang ingin mendapatkan informasi selengkapnya dapat menghubungi Saudara Edo (085643459559) atau Saudara Arasy (08562554545).</p><p>“Sudah difasilitasi tempat secara rutin dengan tarif murah. Kalau gak pengen bubar, datanglah! Gak cuma alumni. Angkatan 67, 68, atau 69 nek pengen melu yo monggo!”, ungkap Edo. (Buncit/Anin)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/ayo-ramaikan-futsal-hore-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>(Galeri) Kumpul Neng Sekolahan Reuni Angkatan 1981 &#8220;Lulus&#8221;</title><link>http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/#comments</comments> <pubDate>Sat, 29 Oct 2011 10:33:49 +0000</pubDate> <dc:creator>Rudytik</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category> <category><![CDATA[1981]]></category> <category><![CDATA[alumni]]></category> <category><![CDATA[angkatan]]></category> <category><![CDATA[kangen]]></category> <category><![CDATA[kumpul]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=5938</guid> <description><![CDATA[]]></description> <content:encoded><![CDATA[ <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2072/' title='IMG_2072'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2072-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2072" title="IMG_2072" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2070/' title='IMG_2070'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2070-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2070" title="IMG_2070" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2068/' title='IMG_2068'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2068-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2068" title="IMG_2068" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2066/' title='IMG_2066'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2066-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2066" title="IMG_2066" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2058/' title='IMG_2058'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2058-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2058" title="IMG_2058" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2056/' title='IMG_2056'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2056-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2056" title="IMG_2056" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2054/' title='IMG_2054'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2054-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2054" title="IMG_2054" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2051/' title='IMG_2051'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2051-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2051" title="IMG_2051" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2047/' title='IMG_2047'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2047-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2047" title="IMG_2047" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2045/' title='IMG_2045'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2045-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2045" title="IMG_2045" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2044/' title='IMG_2044'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2044-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2044" title="IMG_2044" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2043/' title='IMG_2043'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2043-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2043" title="IMG_2043" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2039/' title='IMG_2039'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2039-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2039" title="IMG_2039" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2035/' title='IMG_2035'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2035-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2035" title="IMG_2035" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2031/' title='IMG_2031'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2031-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2031" title="IMG_2031" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2030/' title='IMG_2030'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2030-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2030" title="IMG_2030" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2028/' title='IMG_2028'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2028-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2028" title="IMG_2028" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2025/' title='IMG_2025'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2025-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2025" title="IMG_2025" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2024/' title='IMG_2024'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2024-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2024" title="IMG_2024" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2015/' title='IMG_2015'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2015-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2015" title="IMG_2015" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2014/' title='IMG_2014'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2014-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2014" title="IMG_2014" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2012/' title='IMG_2012'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2012-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2012" title="IMG_2012" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2003/' title='IMG_2003'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2003-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2003" title="IMG_2003" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2002/' title='IMG_2002'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2002-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2002" title="IMG_2002" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_2000/' title='IMG_2000'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_2000-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_2000" title="IMG_2000" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1998/' title='IMG_1998'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1998-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1998" title="IMG_1998" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1996/' title='IMG_1996'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1996-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1996" title="IMG_1996" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1994/' title='IMG_1994'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1994-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1994" title="IMG_1994" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1992/' title='IMG_1992'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1992-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1992" title="IMG_1992" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1988/' title='IMG_1988'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1988-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1988" title="IMG_1988" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1982/' title='IMG_1982'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1982-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1982" title="IMG_1982" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1979/' title='IMG_1979'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1979-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1979" title="IMG_1979" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1978/' title='IMG_1978'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1978-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1978" title="IMG_1978" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1977/' title='IMG_1977'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1977-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1977" title="IMG_1977" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1974/' title='IMG_1974'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1974-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1974" title="IMG_1974" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1971/' title='IMG_1971'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1971-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1971" title="IMG_1971" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1964/' title='IMG_1964'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1964-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1964" title="IMG_1964" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1956/' title='IMG_1956'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1956-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1956" title="IMG_1956" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1946/' title='IMG_1946'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1946-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1946" title="IMG_1946" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1944/' title='IMG_1944'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1944-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1944" title="IMG_1944" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1941/' title='IMG_1941'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1941-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1941" title="IMG_1941" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1940/' title='IMG_1940'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1940-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1940" title="IMG_1940" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1938/' title='IMG_1938'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1938-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1938" title="IMG_1938" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1930/' title='IMG_1930'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1930-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1930" title="IMG_1930" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1924/' title='IMG_1924'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1924-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1924" title="IMG_1924" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1923/' title='IMG_1923'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1923-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1923" title="IMG_1923" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1922/' title='IMG_1922'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1922-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1922" title="IMG_1922" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1921/' title='IMG_1921'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1921-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1921" title="IMG_1921" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1920/' title='IMG_1920'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1920-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1920" title="IMG_1920" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1916/' title='IMG_1916'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1916-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1916" title="IMG_1916" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1913/' title='IMG_1913'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1913-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1913" title="IMG_1913" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1912/' title='IMG_1912'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1912-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1912" title="IMG_1912" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1911/' title='IMG_1911'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1911-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1911" title="IMG_1911" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1910/' title='IMG_1910'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1910-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1910" title="IMG_1910" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1909/' title='IMG_1909'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1909-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1909" title="IMG_1909" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1908/' title='IMG_1908'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1908-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1908" title="IMG_1908" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1907/' title='IMG_1907'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1907-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1907" title="IMG_1907" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1906/' title='IMG_1906'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1906-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1906" title="IMG_1906" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1905/' title='IMG_1905'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1905-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1905" title="IMG_1905" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1904/' title='IMG_1904'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1904-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1904" title="IMG_1904" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1903/' title='IMG_1903'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1903-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1903" title="IMG_1903" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1902/' title='IMG_1902'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1902-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1902" title="IMG_1902" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1901/' title='IMG_1901'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1901-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1901" title="IMG_1901" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1899/' title='IMG_1899'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1899-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1899" title="IMG_1899" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1898/' title='IMG_1898'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1898-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1898" title="IMG_1898" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1897/' title='IMG_1897'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1897-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1897" title="IMG_1897" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1896/' title='IMG_1896'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1896-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1896" title="IMG_1896" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1895/' title='IMG_1895'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1895-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1895" title="IMG_1895" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1894/' title='IMG_1894'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1894-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1894" title="IMG_1894" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1893/' title='IMG_1893'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1893-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1893" title="IMG_1893" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1892/' title='IMG_1892'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1892-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1892" title="IMG_1892" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1891/' title='IMG_1891'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1891-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1891" title="IMG_1891" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1889/' title='IMG_1889'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1889-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1889" title="IMG_1889" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1886/' title='IMG_1886'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1886-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1886" title="IMG_1886" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1884/' title='IMG_1884'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1884-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1884" title="IMG_1884" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1883/' title='IMG_1883'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1883-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1883" title="IMG_1883" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1881/' title='IMG_1881'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1881-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1881" title="IMG_1881" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1880/' title='IMG_1880'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1880-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1880" title="IMG_1880" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1879/' title='IMG_1879'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1879-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1879" title="IMG_1879" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1878/' title='IMG_1878'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1878-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1878" title="IMG_1878" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1877/' title='IMG_1877'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1877-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1877" title="IMG_1877" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1876/' title='IMG_1876'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1876-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1876" title="IMG_1876" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1872/' title='IMG_1872'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1872-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1872" title="IMG_1872" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1870/' title='IMG_1870'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1870-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1870" title="IMG_1870" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1866/' title='IMG_1866'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1866-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1866" title="IMG_1866" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1862/' title='IMG_1862'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1862-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1862" title="IMG_1862" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1859/' title='IMG_1859'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1859-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1859" title="IMG_1859" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1853/' title='IMG_1853'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1853-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1853" title="IMG_1853" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1849/' title='IMG_1849'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1849-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1849" title="IMG_1849" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1848/' title='IMG_1848'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1848-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1848" title="IMG_1848" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1842/' title='IMG_1842'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1842-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1842" title="IMG_1842" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1838/' title='IMG_1838'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1838-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1838" title="IMG_1838" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1835/' title='IMG_1835'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1835-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1835" title="IMG_1835" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1830/' title='IMG_1830'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1830-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1830" title="IMG_1830" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1829/' title='IMG_1829'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1829-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1829" title="IMG_1829" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1828/' title='IMG_1828'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1828-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1828" title="IMG_1828" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1825/' title='IMG_1825'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1825-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1825" title="IMG_1825" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1823/' title='IMG_1823'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1823-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1823" title="IMG_1823" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1819/' title='IMG_1819'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1819-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1819" title="IMG_1819" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1817/' title='IMG_1817'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1817-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1817" title="IMG_1817" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1815/' title='IMG_1815'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1815-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1815" title="IMG_1815" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1814/' title='IMG_1814'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1814-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1814" title="IMG_1814" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1813/' title='IMG_1813'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1813-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1813" title="IMG_1813" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1809/' title='IMG_1809'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1809-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1809" title="IMG_1809" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1804/' title='IMG_1804'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1804-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1804" title="IMG_1804" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1802/' title='IMG_1802'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1802-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1802" title="IMG_1802" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1789/' title='IMG_1789'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1789-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1789" title="IMG_1789" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1786/' title='IMG_1786'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1786-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1786" title="IMG_1786" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1782/' title='IMG_1782'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1782-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1782" title="IMG_1782" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1772/' title='IMG_1772'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1772-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1772" title="IMG_1772" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1766/' title='IMG_1766'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1766-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1766" title="IMG_1766" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1757/' title='IMG_1757'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1757-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1757" title="IMG_1757" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1756/' title='IMG_1756'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1756-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1756" title="IMG_1756" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1752/' title='IMG_1752'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1752-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1752" title="IMG_1752" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1745/' title='IMG_1745'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1745-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1745" title="IMG_1745" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1743/' title='IMG_1743'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1743-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1743" title="IMG_1743" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1737/' title='IMG_1737'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1737-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1737" title="IMG_1737" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1735/' title='IMG_1735'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1735-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1735" title="IMG_1735" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1734/' title='IMG_1734'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1734-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1734" title="IMG_1734" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1732/' title='IMG_1732'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1732-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1732" title="IMG_1732" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1730/' title='IMG_1730'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1730-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1730" title="IMG_1730" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1727/' title='IMG_1727'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1727-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1727" title="IMG_1727" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1723/' title='IMG_1723'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1723-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1723" title="IMG_1723" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1719/' title='IMG_1719'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1719-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1719" title="IMG_1719" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1716/' title='IMG_1716'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1716-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1716" title="IMG_1716" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1713/' title='IMG_1713'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1713-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1713" title="IMG_1713" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1712/' title='IMG_1712'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1712-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1712" title="IMG_1712" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1710/' title='IMG_1710'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1710-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1710" title="IMG_1710" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1709/' title='IMG_1709'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1709-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1709" title="IMG_1709" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1703/' title='IMG_1703'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1703-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1703" title="IMG_1703" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1699/' title='IMG_1699'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1699-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1699" title="IMG_1699" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1697/' title='IMG_1697'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1697-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1697" title="IMG_1697" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1694/' title='IMG_1694'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1694-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1694" title="IMG_1694" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1691/' title='IMG_1691'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1691-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1691" title="IMG_1691" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/img_1690/' title='IMG_1690'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/IMG_1690-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="IMG_1690" title="IMG_1690" /></a>]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/galeri-kumpul-neng-sekolahan-reuni-angkatan-1981-lulus/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Dasron Hamid : Rektor UMY Sejak Berdiri Hingga Kini</title><link>http://padmanaba.or.id/dasron-hamid-rektor-umy-sejak-berdiri-hingga-kini/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/dasron-hamid-rektor-umy-sejak-berdiri-hingga-kini/#comments</comments> <pubDate>Sun, 16 Oct 2011 07:29:09 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Khusus]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=5886</guid> <description><![CDATA[Sosoknya sangatlah ramah dan santai. Sambil menikmati hidangan makan siang Syawalan Padmanaba 18 September lalu, Dasron Hamid (Padmanaba 15-masuk tahun 1957) menceritakan lika-liku kehidupan mudanya. Mulai dari keluarga, pergaulan, sampai kenakalan. Dasron Hamid  SMA bukanlah sosok siswa yang alim dan selalu taat pada peraturan. Ia termasuk aktif dalam kegiatan siswa, salah satunya bidang kesejahteraan sekolah. [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/DSCN7936.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5887" title="Darson Hamid" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/10/DSCN7936.jpg" alt="Darson Hamid" width="490" height="367" /></a></p><p>Sosoknya sangatlah ramah dan santai. Sambil menikmati hidangan makan siang Syawalan Padmanaba 18 September lalu, Dasron Hamid (Padmanaba 15-masuk tahun 1957) menceritakan lika-liku kehidupan mudanya. Mulai dari keluarga, pergaulan, sampai kenakalan.</p><p>Dasron Hamid  SMA bukanlah sosok siswa yang alim dan selalu taat pada peraturan. Ia termasuk aktif dalam kegiatan siswa, salah satunya bidang kesejahteraan sekolah. Ulah khas anak muda pun tak jarang ia lakukan, bahkan hingga berujung pada kejar-kejaran dengan guru dan kepala sekolah. “Hidup itu harus berpegang pada falsafah tarik ulur layang-layang. Ada saatnya kita harus bekerja keras, ada saatnya juga kita bermain.” nasihat bapak yang tinggal di Kauman ini.</p><p>Kehidupan Dasron Hamid setelah meninggalkan masa putih abu-abu pun berliku. Keinginannya untuk belajar di Akakademi Angkatan Udara (AAU) tidak disetujui oleh orangtuanya. Sementara keinginannya untuk menekuni bidang kedokteran pun tak tercapai karena bidang tersebut menuntut waktu belajar yang lama. Akhirnya, Pertanian UGM bidang Mesin (sekarang Tehnik Pertanian) yang menjadi pilihan terbaiknya. Setelah lulus dan meneruskan S2nya di Australia (1978-1980), Dasron Hamid mengabdikan dirinya sebagai dosen.</p><p>Tahun 1981, Dasron Hamid mendirikan Universitas Muhamadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Amien Rais dan teman-teman lainnya. Perkembangan kariernya sangatlah mengagumkan terutama sejak menjabat sebagai rektor pada tahun 1986 sampai 1997. Sempat digantikan oleh Khoiruddin Basyori, pada tahun 2008 beliau kembali dipercaya menjadi rektor hingga 2012 nanti.</p><p>Dasron Hamid berharap agar Paguyuban Padmanaba semakin kompak dan mendapat wajah-wajah baru di setiap pertemuannya. Ia juga berharap akan Padmanaba semakin berkontribusi pada Indonesia, terutama bidang pendidikan yang diwujudkan dengan pemberian beasiswa pada masyarakat yang kurang mampu. “Padmanaba mengajarkan banyak hal mengenai kebebasan bergaul, bermain, dan belajar pada saya. Sekolah bukanlah tempat untuk diri kita sendiri, melainkan tempat dimana kita harus saling melengkapi. Kita harus selalu bekerjasama asalkan tahu tempat dan waktu” tuturnya mengakhiri pembicaraan.</p><p>&nbsp;</p><p>Anin-Bob.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/dasron-hamid-rektor-umy-sejak-berdiri-hingga-kini/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Yoga Rossi Widya Utama ; Alumni SMA 3 Presentasikan Penelitiannya di Eropa</title><link>http://padmanaba.or.id/yoga-rossi-widya-utama-alumni-sma-3-presentasikan-penelitiannya-di-eropa/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/yoga-rossi-widya-utama-alumni-sma-3-presentasikan-penelitiannya-di-eropa/#comments</comments> <pubDate>Mon, 26 Sep 2011 21:54:09 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=5579</guid> <description><![CDATA[Yoga Rossi Widya Utama (Padmanaba 62) dan Erlangga Prasamya, keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini sedang menjalani Rotasi Klinik, baru-baru ini mempresentasikan hasil penelitian mereka pada acara European Student Confrence (ESC) di  kota Berlin, Jerman.  ESC mengambil tempat di Charite Universitatmedizin Berlin pada 21-24 September 2011. Mereka berkesempatan mempresentasikan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/SAM_14911.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5583" title="SAM_1491" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/SAM_14911.jpg" alt="" width="414" height="311" /></a></p><p>Yoga Rossi Widya Utama (Padmanaba 62) dan Erlangga Prasamya, keduanya merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) yang saat ini sedang menjalani Rotasi Klinik, baru-baru ini mempresentasikan hasil penelitian mereka pada acara European Student Confrence (ESC) di  kota Berlin, Jerman.  ESC mengambil tempat di Charite Universitatmedizin Berlin pada 21-24 September 2011.</p><p>Mereka berkesempatan mempresentasikan penelitian yang telah dilakukan bersama tim dan dosen di Indonesia setelah melalui proses seleksi yang ketat dan bersaing dengan lebih dari 60 negara,</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/DSC07958.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-5580" title="DSC07958" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/DSC07958-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p><p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/IMG_01321.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5582" title="IMG_0132" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/IMG_01321.jpg" alt="" width="318" height="239" /></a></p><p>Penelitian Erlangga berjudul &#8220;Effect<em> of Noni (Morinda citrifolia L.) water extract on Frequency of Macrophages Expressing COX-2 Enzymes on CFA(Complete Freund Adjuvant) Induced Rattus Novergicus &#8220;</em>. Penelitian di bidang farmakologi ini membahas pengobatan tradisional buah mengkudu pada penyakit reumatoid artritis dengan model tikus. Penelitian ini dibimbing oleh dr. Setyo Purwono, M.Kes, Sp.Pd dan dr. Ahmad Ghozali, Sp.PA (K) D.Med.Sc.</p><p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/IMG_01011.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5581" title="IMG_0101" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/IMG_01011.jpg" alt="" width="442" height="332" /></a></p><p>Rossi mempresentasikan penelitiannya yang berjudul &#8220;<em>Acute Phase Histocompatibility Test of Gypsum-Carbonate Apatite Mixture in Rat&#8217;s Soft Tissue</em>&#8220;. Penelitian dibidang histologi ini membahas bagaimana respon tubuh terhadap bahan substitusi tulang yang berasal dari campuran gipsum-karbonat apatit. Penelitian ini dibimbing oleh dr. Rina Susilowati, Ph.D., dan drg. Ika Dewi Ana, Ph.D.</p><p>ESC sendiri merupakan salah satu konferensi biomedis terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap tahun dan membahas seputar perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan di seluruh  dunia. Pesertanya beragam, mulai dari ilmuwan, mahasiswa, kandidat doktor, mahasiwa pasca sarjana, dokter, perawat, dan profesi lain yang berkaitan dengan penelitian di bidang kesehatan.</p><p>Pada tahun ini, ESC megusung tema &#8220;<em>Perspectives and Challenges in Regenerative Medicine</em>&#8220;. Sesuai dengan temanya, ESC mengundang beberapa pakar di bidang pengobatan regeneratif. Diantaranya ada Paula M. Cannon, Ph.D., yang merupakan salah satu ilmuwan pertama yang berhasil mengimunisasi tikus melawan HIV dan Dr. Gero Hutter yang berhasil menyembuhkan pasien pengidap HIV. Selain itu, hadir pula Assoc. Prof. Shoichiro Sumi, Ph.D., yang telah berhasil membuat organ pankreas buatan untuk menyembuhkan Diabetes Mellitus pada tikus. Berikutnya ada juga Prof. Wolfram Hubertus Zimmermann yang telah berhasil membuat sel jantung yang berfungsi dari <em>stem cell.</em></p><p style="text-align: center;">&nbsp;</p><p>Kegiatan workshop dan kegiatan sosial yang diselenggarakan di sela-sela konferensi juga sangat menarik. Mulai  dari menyaksikan opreasi prostatektomi dengan metode Da Vinci (operasi dengan bantuan robot yang memungkinkan invasi minimal pada pasien), menyaksikan operasi <em>neurosurgery, </em>penjahitan dan pembedahan, pelatihan kepemimpinan dan manajemen waktu, hingga <em>funbike</em> mengelilingi kota Berlin.</p><p>Keduanya mengakui bahwa banyak manfaat yang didapatkan dalam keikitsertaan di ESC kali ini, diantaranya dapat menyebar luaskan penelitian yang telah dilakukan, berlatih mempublikasikan jurnal ilmiah pada <em>event</em> internasional, mendapatkan ilmu dan teknologi terbaru didunia kesehatan dan turut memacu kegiatan penelitian oleh mahasiswa Indonesia khususnya kedokteran. Keduanya berharap mudah-mudahan semakin banyak ilmuwan muda Indonesia yang terdorong untuk mempublikasikan &amp; mempresentasikanb penelitiannya di kancah internasional.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/yoga-rossi-widya-utama-alumni-sma-3-presentasikan-penelitiannya-di-eropa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Persembahan KuPad Bandung untuk Padmanaba</title><link>http://padmanaba.or.id/persembahan-kupad-bandung-untuk-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/persembahan-kupad-bandung-untuk-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Sun, 18 Sep 2011 18:58:36 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Bandung</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[KuPad Bandung]]></category> <category><![CDATA[PPHP 69]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=5137</guid> <description><![CDATA[Seperti kita semua tahu bahwa tanggal 19 September merupakan sebuah tanggal yang &#8220;keramat&#8221; bagi keluarga besar Padmanaba. Pada tanggal ini 69 tahun yang lalu  dibentuklah Ikatan Alumni Padmanaba. Sebuah momen berbahagia yang memiliki cerita khusus di masing-masing pribadi keluarga Padmanaba. Dalam rangka memperingati momen ini,  Ikatan Alumni Padamanaba Bandung atau yang lebih sering disebut Suku [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/KOLASE-copy_UPLOAD-1024x7271.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-5251" title="Suku Padmanaba" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/09/KOLASE-copy_UPLOAD-1024x7271.jpg" alt="Suku Padmanaba" width="614" height="436" /></a></p><p>Seperti kita semua tahu bahwa tanggal 19 September merupakan sebuah tanggal yang &#8220;<em>keramat</em>&#8221; bagi keluarga besar Padmanaba. Pada tanggal ini 69 tahun yang lalu  dibentuklah Ikatan Alumni Padmanaba. Sebuah momen berbahagia yang memiliki cerita khusus di masing-masing pribadi keluarga Padmanaba.</p><p>Dalam rangka memperingati momen ini,  Ikatan Alumni Padamanaba Bandung atau yang lebih sering disebut Suku Padmanaba (KuPad) Bandung membuat sebuah persembahan kecil yang menggali kembali kenangan pribadi masing-masing anggota KuPad tentang kehidupan semasa SMA tertutama tentang semboyan &#8220;Bhakti Vidya&#8221;. Mungkin ini adalah kali pertama Bahkti Vidya dikumandangkan di Bumi Ganesha (ITB) yang terdokumentasi dan terpublikasikan sebagai sebuah wujud kegembiraan menyambut ulang tahun Padmanaba yang ke-69 ini.</p><p>Dirgahayu ke -69 Padmanaba</p><p><em>Bhakti Vidya Ksatria Tama, Tan Lalana Labet Tunggal Bangsa, Jaya! Jaya Padmanaba! Hidup Padmanaba!</em></p><p><em><br /> </em></p><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=UjSJfg83C58"><img src="http://img.youtube.com/vi/UjSJfg83C58/2.jpg"></a></p><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=UjSJfg83C58">Click here</a> to view the video on YouTube.</p><p><em>-Terima kasih banyak kepada Taruna Al Hadiid (Padmanaba 60)-<br /> </em></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/persembahan-kupad-bandung-untuk-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>VON BRAUN VAN JAVA : Novel Tehnologi Pertama Karya Warga Padmanaba</title><link>http://padmanaba.or.id/von-braun-van-java-novel-tehnologi-pertama-karya-warga-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/von-braun-van-java-novel-tehnologi-pertama-karya-warga-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Thu, 01 Sep 2011 23:47:52 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[bakti vidya padmanaba]]></category> <category><![CDATA[cerita cinta padmanaba]]></category> <category><![CDATA[Mengakar Budaya Membangun Bangsa]]></category> <category><![CDATA[PADMANABA UNTUK INDONESIA]]></category> <category><![CDATA[Prestasi SMA 3 Yogyakarta]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=4679</guid> <description><![CDATA[Novel yang berdasar pada true story ini, bercerita tentang 12 anak lulusan SMA yang diberi beasiswa oleh Menristek BJ Habibie untuk belajar ke luar negeri. Mereka diharapkan bisa menyamai prestasi yang dicapai Von Braun, seorang pakar peroketan Jerman-Amerika, yang berhasil menciptakan roket Saturn V untuk mendaratkan manusia di bulan. Oleh pemerintah Indonesia, 12 anak muda [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/VON BRAUN VAN JAVA"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4680" title="VON BRAUN VAN JAVA" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/format-kecil-212x300.jpg" alt="VON BRAUN VAN JAVA" width="212" height="300" /></a></p><p>Novel yang berdasar pada true story ini, bercerita tentang 12 anak lulusan SMA yang diberi beasiswa oleh Menristek BJ Habibie untuk belajar ke luar negeri. Mereka diharapkan bisa menyamai prestasi yang dicapai Von Braun, seorang pakar peroketan Jerman-Amerika, yang berhasil menciptakan roket Saturn V untuk mendaratkan manusia di bulan. Oleh pemerintah Indonesia, 12 anak muda ini dituntut untuk menjadi Von Braun Van Java (VBVJ). Von Braun ala Indonesia.</p><p>Seperti anak-anak muda pada umumnya, gejolak cinta mengiringi kisah para VBVJ dalam perjalanannya menuntut ilmu di Eropa dan Amerika. Bagaimana Gugun yang patah hati bisa menemukan kekasih sejati di Paris? Dengan metoda apa Thoha yang relijius bisa menghindari pergaulan bebas di Essex? Berhasilkah Putu mendapatkan pacar di Manchester setelah membuat Tabel sifat-sifat wanita? Lalu mengapa Arya bisa terjerat cinta semu dengan gadis dari Zurich? Dan dengan strategi apa sehingga Fritz yang miskin bisa menjadi playboy di Florida?<br /> Setelah diwisuda dan pulang ke Indonesia, para VBVJ menemui banyak kendala, dari prasarana laboratorium yang tidak memadai sampai dengan gaji pegawai negeri yang minim. Ternyata membangun teknologi antariksa Indonesia tidak semudah seperti yang dibayangkan sebelumnya. Berhasilkah mereka mewujudkan cita-cita?</p><p>Inilah NOVEL TEKNOLOGI pertama yang mengupas tuntas sejarah peroketan dunia dan sekaligus perjalanan hidup para peneliti antariksa Indonesia. Buku ini tidak hanya memberikan informasi serius tentang teknologi peroketan, tapi juga cerita cinta yang lucu, mengharukan, sekaligus inspiratif.</p><p>Ini dia novel karya Aris Wahyudi warga Padmanaba Tahun 1983 (41) yang pekerjaannya sangat bervariasi, dimulai sebagai peneliti Radar di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) sampai berwirausaha.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/von-braun-van-java-novel-tehnologi-pertama-karya-warga-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Pemberian bingkisan lebaran dari Alumni th. 68-80 kepada PTT Padmanaba</title><link>http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Sat, 20 Aug 2011 07:23:26 +0000</pubDate> <dc:creator>Rudytik</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Buka Bersama Siswa dan Guru Karyawan Padmanaba]]></category> <category><![CDATA[ramadhan 2011]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=4448</guid> <description><![CDATA[Dalam rangka merayakan reuni akbar, alumni tahun 68-80 Padmanaba mengadakan serangkaian kegiatan di SMA N 3 Yogyakarta. Salah satunya adalah pemberian bingkisan lebaran kepada PTT (Pegawai Tidak Tetap) Padmanaba. Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian alumni kepada PTT yang telah bekerja di SMA N 3 Yogyakarta sejak lama. Acara ini juga dihadiri oleh walikota [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6290.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-4460" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6290-1024x764.jpg" alt="" width="614" height="458" /></a></p><p>Dalam rangka merayakan reuni akbar, alumni tahun 68-80 Padmanaba mengadakan serangkaian kegiatan di SMA N 3 Yogyakarta. Salah satunya adalah pemberian bingkisan lebaran kepada PTT (Pegawai Tidak Tetap) Padmanaba.</p><p>Kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian alumni kepada PTT yang telah bekerja di SMA N 3 Yogyakarta sejak lama. Acara ini juga dihadiri oleh walikota Yogyakarta Herry Zudianto yang merupakan Alumnus SMA N 3 Yogyakarta. Acara dimulai dari jam 09.00 pagi, para alumni berkumpul di aula kemudian menuju ke ruang Ava. Wakil kepala sekolah urusan Humas Susi Susilowati, S.Pd menerima kunjungan para alumni dan memberikan sambutan yang intinya sangat antusias dengan kegiatan tersebut.</p><p>Setelah pemberian bingkisan lebaran kepada PTT selesai dilakukan, para alumni beranjak ke lapangan tengah untuk melakukan sesi foto bersama di taman maupun di pohon karetan.</p><p>Selain itu, alumni th. 68-80 juga mengadakan reuni dan syawalan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 02 September 2011 di rumah dinas walikota Yogyakarta pada jam 18.30 &#8211; 23.00 WIB yang akan dihadiri oleh 400 alumni.</p><a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/2011-08-20-11-07-15/' title='2011-08-20 11.07.15'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/2011-08-20-11.07.15-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="2011-08-20 11.07.15" title="2011-08-20 11.07.15" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6290/' title='100_6290'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6290-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6290" title="100_6290" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6289/' title='100_6289'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6289-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6289" title="100_6289" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6284/' title='100_6284'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6284-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6284" title="100_6284" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6283/' title='100_6283'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6283-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6283" title="100_6283" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6282/' title='100_6282'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6282-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6282" title="100_6282" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6281/' title='100_6281'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6281-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6281" title="100_6281" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6279/' title='100_6279'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6279-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6279" title="100_6279" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6278/' title='100_6278'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6278-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6278" title="100_6278" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6276/' title='100_6276'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6276-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6276" title="100_6276" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6274/' title='100_6274'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6274-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6274" title="100_6274" /></a> <a href='http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/100_6273/' title='100_6273'><img width="150" height="150" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/100_6273-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="100_6273" title="100_6273" /></a><p>Rudy Tik</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/pemberian-bingkisan-lebaran-dari-alumni-th-68-80-kepada-ptt-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>6 kisah kepahlawanan JANTAN masa kini di Indonesia</title><link>http://padmanaba.or.id/6-kisah-kepahlawanan-jantan-masa-kini-di-indonesia/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/6-kisah-kepahlawanan-jantan-masa-kini-di-indonesia/#comments</comments> <pubDate>Sat, 13 Aug 2011 18:03:57 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba]]></category> <category><![CDATA[Mengakar Budaya Membangun Bangsa]]></category> <category><![CDATA[PADMANABA UNTUK INDONESIA]]></category> <category><![CDATA[Padmanaba59]]></category> <category><![CDATA[ReBlog]]></category> <category><![CDATA[renungan]]></category> <category><![CDATA[teratai merah]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=4213</guid> <description><![CDATA[Oleh TRASHtrowijoyo pada 01-08-2011 Di tengah2 situasi yang cukup ruwet sekarang ini, kita sering mendengar berita buruk tentang Indonesia yang membuat kita miris dengan keadaan bangsa. Maka saya mencoba mencari manusia2 Indonesia yang pemberani dan idealis yang dapat dibilang pahlawan modern di situasi yang carut marut ini. And surprisingly I found some good stories. Beberapa di antaranya [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Oleh <a title="Posts by TRASHtrowijoyo" rel="author" href="http://theposkamling.com/author/trashtrowijoyo/">TRASHtrowijoyo</a> pada 01-08-2011</p><p>Di tengah2 situasi yang cukup ruwet sekarang ini, kita sering mendengar berita buruk tentang Indonesia yang membuat kita miris dengan keadaan bangsa. Maka saya mencoba mencari manusia2 Indonesia yang pemberani dan idealis yang dapat dibilang pahlawan modern di situasi yang carut marut ini. <em>And surprisingly I found some good stories</em>. Beberapa di antaranya tidak terbayang dan sebelumnya hanya ada di dongeng atau komik atau cerita stensilan. Mari kita mulai dari:</p><h2><strong>1. </strong><strong>Relawan gunung meletus yang super berani (<em>and super strong</em>)</strong></h2><p>Masih ingat letusan gunung<strong> merapi</strong> di jogja kemarin? Berita nasional yang menghebohkan Indonesia karena ada beberapa juru kunci (penjaga spiritual Merapi) yang tindak tanduknya diberitakan secara dramatis demi oplah koran dan rating televisi? Saat media massa bermasturbasi bergembira ria meliput kesengsaraan warga?</p><div id="attachment_4215" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/merapi2.jpg"><img class="size-full wp-image-4215" title="merapi2" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/merapi2.jpg" alt="" width="500" height="306" /></a><p class="wp-caption-text">cepat ambil gambarnya Bang!!! Rating kita naik ini dalam semalam! HORAS!!!!</p></div><p><em>Well</em> semua pasti masih ingat cerita tentang <a href="http://thephenomena.wordpress.com/2010/10/27/kejadian-aneh-aneh-sebelum-mbah-marijan-meninggal/">gugurnya Mbah Marijan</a> dan <a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/29/20015867/Lima.Al.Quran.Tiba-tiba.Muncul.di.Kamar">selamatnya Mbah Ponimin</a> yang penuh dengan cerita2 mistis dan supranatural yang bombastis yg menjadi makanan empuk media massa. Cerita di bawah ini adalah seputar selamatnya Mbah Ponimin, namun tanpa mistisisme, dan tidak tentang Mbah Ponimin, melainkan tentang orang ini</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4218" title="pahlawanindo-3" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-3.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p><p><strong>Pandu Bayu Nugraha</strong> adalah seorang pemuda berusia 20 tahun dari Wonogondang, Kaliurang. Begitu berita tentang Merapi meletus mulai tersebar, pemuda jantan ini langsung mendaftar menjadi relawan, bahkan dia adalah salah 1 relawan pertama Merapi walaupun menurut KUHP usianya masih belum dapat disebut “dewasa”.</p><p>Saat awan panas ganas menyembur hari Selasa 26 November 2010, dia mendengar bahwa juru kunci Ponimin masih berada di rumahnya karena sebelumnya menolak dievakuasi (trend juru kunci merapi kayaknya). Di tengah2 situasi panik, kalut, dan berbahaya, dia memutuskan tetap akan mencoba memaksa evakuasi hanya karena ingin menyelamatkan orang, dengan penuh kesadaran bahwa dia <strong>mungkin akan gugur</strong> kalau salah melangkah, dan bahwa akan <strong>sulit memaksa si juru kunci turun</strong>.</p><p>Dia memacu motornya ke atas membawa oksigen di tengah hawa panas dan jalanan yang membara. Untuk membuat keadaan semakin tengik<em>, </em><strong>sepeda motornya terperosok dan terperangkap di jalanan yang meleleh, termasuk tangki oksigennya</strong>. Entah bagaimana caranya dia dapat mencapai rumah Ponimin, <em>we like to think he flew there, but that would be more mysticism</em>.</p><p>Di sana dia menemukan keluarga yang berlindung di dalam rumah bersama 2 relawan lain yang terperangkap, dan membujuk mereka keluar dan akhirnya berhasil. Namun jalanan panas dan ban mobil yang kebetulan ada di situ meletus. Pandu dkk berinisiatif menggunakan <strong>helm, bantal dan sajadah</strong> sebagai pijakan di jalan yang membara. <em>I think it would still be extremely hot to walk on, but he balls out and forced everybody to evacuate</em>.</p><p>Keadaan menjadi lebih tengik lagi ketika<em> (still can be worse</em>???) istri Ponimin tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk berjalan di tanah yang membara, <a href="http://gugling.com/pandu-bayu-si-penyelamat-ponimin-bisa-menyelamatkan-itu-paling-penting.html">maka Pandu <strong>menggendongnya</strong></a>. <em>Holyshit. </em>Membawa seorang manusia dewasa di tanah membara. Mungkin dia sekuat ini:</p><div id="attachment_4221" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-7.jpg"><img class="size-full wp-image-4221" title="pahlawanindo-7" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-7.jpg" alt="" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">Aduh maaf, mistis lagi jadinya</p></div><p>Setelah berjalan selama <em>freakin’ mothafucka</em> 1 jam (<em>yes <strong>1 hour of carrying a woman on a scorched land</strong></em>), mereka akhirnya menemukan ada mobil SAR yang cukup berani naik ke arah sana, dan dari sana mereka dibawa ke tempat aman. Saat itu Pandu baru mengetahui kalau <strong>sepatu boot nya sudah meleleh</strong> dan <strong>sebagian kakinya juga meleleh dan melepuh</strong>. JANTAN.</p><p>Setelah selamat, Ponimin dan keluarga mulai bercerita <a href="http://indonesia.faithfreedom.org/forum/kisah-ajaib-ponimin-selamat-dari-awan-panas-merapi-t41451/">macam2 hal mistis yang diklaim terjadi</a> saat usaha menyelamatkan diri, <em>from which gained media and nationwide attention and make him the new superstar</em>. Pandu hanya sesekali diwawancara dan seperti tidak tertarik mencari popularitas dan hanya keluar di sejumlah artikel.</p><p>Bagi saya Anda adalah pahlawan sejati, membuat saya percaya bahwa masih banyak orang baik di Indonesia.<em> Thank you Pandu</em>.</p><h2><strong>2</strong><strong>. </strong><strong>Kakek Tangguh Bertenaga Super</strong></h2><p><strong> </strong></p><p>Pernah dilempar batu? Maksud saya, secara serius dilempar batu besar yang dilempar sekuat tenaga dengan penuh kemarahan? Di jaman modern ini? Dan yang melempar seorang kakek2 berusia 60 tahun?</p><p>Kalau pernah, berarti Anda senasib dengan kawanan perampok yang sial bertemu dengan <strong>Muhadi</strong>.</p><p>Muhadi adalah anggota Pokdar Kamtibmas (Kelompok Sadar Keamanan Ketertiban Masyarakat) dan mungkin sekaligus anggota <em>League of Extraordinary Gentlemen</em>menggantikan si kakek Sean Connery yang mati tertembak.</p><div id="attachment_4220" class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-6.jpg"><img class="size-full wp-image-4220" title="pahlawanindo-6" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-6.jpg" alt="" width="580" height="387" /></a><p class="wp-caption-text">Yah paling tidak segila dia</p></div><p>Kawanan perampok tersebut awalnya akan merampok Pom Bensin Ujung  Menteng, Jl. Sultan Agung, Bekasi. Uang yang diincar tidak tanggung2  berjumlah 450juta. Kawanan ini <strong>bersenjata tajam</strong> dan tengah mengayunkan senjata tajam ke Mari Muhammad, karyawan yang menjaga pom bensin.</p><p>Muhadi yang ada di situ melihatnya. Melihat tindak kejahatan, naluri pahlawannya beraksi dan tanpa mencari bantuan, <strong>tanpa senjata</strong> dia <a href="http://bataviase.co.id/detailberita-10422172.html?page=1">datang <strong>sendiri</strong> menghadapi <strong>4 anak muda sehat bersenjata tajam</strong></a> yang seharusnya lebih kuat darinya dan mulai <strong>melempar2 batu</strong> sekuat tenaga ke kawanan perampok tersebut.</p><p>Aksi heroik Muhadi membangkitkan semangat warga untuk membantu  menolong, dan akhirnya satu garong berhasil diringkus, 3 lainnya lari  tunggang langgang (yang adalah reaksi yang akan saya lakukan juga  apabila dilempari batu oleh kakek2 yang sepertinya tidak kenal takut).</p><p>Dan kejadian <strong>melempar batu tidak hanya terjadi sekali</strong>.</p><p>15 Agustus 2009, seorang wanita yang melintas di Patung 3 Dewi (yang  sekarang sudah dihancurkan) di Harapan Indah dijambret oleh 2 pria  berboncengan sepeda motor.</p><p>Muhadi kebetulan berada di sana lagi (sepertinya dia tahu kapan  tindakan kriminal akan terjadi seperti Kogoro Mouri) dan seperti cerita  di atas, <strong>batu kembali menjadi pilihannya</strong>. Sebongkah batu <strong>dilempar sekuat tenaga ke motor tersebut</strong> dan mengakibatkan <strong>motor dan penumpangnya jatuh</strong>.</p><p>Demi Dewa Zeus, dapatkah kakek2 normal berusia 60 tahun melempar  sebuah batu keras2 dengan presisi tinggi dan menjatuhkan sebuah motor  yang tengah melaju? <em>I don’t think so</em>, kecuali dia sekuat hibridisasi mengerikan antara Sylvester Stallone, Willy Dozan dan Gendruwo.</p><div id="attachment_4225" class="wp-caption aligncenter" style="width: 342px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-14.png"><img class="size-full wp-image-4225" title="pahlawanindo-14" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-14.png" alt="" width="332" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">We like to think he is the reincarnation of the Oozaru version of Son Gohan</p></div><p>Bandit-bandit tersebut lari tunggang langgang dan Muhadi menyelamatkan hari itu lagi <strong>dengan batu</strong>. MANTAB!!!</p><p><strong>WARNING!!!! </strong>Cerita-cerita berikutnya lebih heroik dan jantan, tetapi tidak se <em>happy ending</em> cerita2 sebelumnya. Bagi yang sensitif dianjurkan mengambil sekotak tisu.<strong> </strong></p><p><strong> </strong><strong> </strong></p><h2><strong>3. </strong><strong>2 kru kapal Geumyang No.98</strong></h2><p>Masih ingat ketegangan di semenanjung Korea setahun lalu, Juli 2010 saat kapal Korea Selatan <strong>ROKS Cheonan</strong> meledak dan tenggelam? Dan Korsel menuduh Korea Utara adalah pelakunya dan menciptakan ketegangan yang melibatkan USA dan Cina?</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4219" title="pahlawanindo-5" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-5.jpg" alt="" width="450" height="338" /></a></p><p>Ada 1 kisah penyelamatan heroik yang dilakukan kapal2 yang berada di situ. Termasuk 2 kru Indonesia dari kapal penangkap ikan <strong>Geumyang No.98</strong>.</p><p>Kapal penangkap ikan Geumyang No. 98 adalah sebuah kapal penangkap  ikan biasa yang kebetulan berada di dekat lokasi tenggelamnya ROKS  Cheonan. Saat kapal tersebut meledak, kapal2 di sekitar lokasi <a href="http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=1607">memberi bantuan untuk evakuasi</a> korban. Di sekitar <strong>kapal yang terbakar dan mulai tenggelam</strong> tersebut. Di <strong>kegelapan malam</strong>. <em>Imagine the complication of the situation</em>.</p><p><strong>Lambang Nurcahyo</strong> dan <strong>Yusuf Harefa</strong> dan kru kapal Geumyang lainnya ikut memberi bantuan evakuasi dengan  sigap di tengah lautan gelap di sela2 rongsokan kapal yang terbakar yang  berbahaya. Namun di tengah proses penyelamatan, kapal tersebut  bertabrakan dengan sebuah kapal kargo Kamboja dan tenggelam. Jenazah  Lambang Nurcahyo ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dan Yusuf  Harefa tidak ditemukan lagi sampai sekarang.</p><p><em>Now I know that some of you think they’re just stupid</em>. Tetapi tidak demikian dengan Republik Korea. Mereka berterimakasih sekali atas <em>effort</em> 2 pahlawan tersebut, memberi <strong>penghormatan kenegaraan dan memberi santunan kepada keluarga</strong>nya.  Menteri luar negeri Korea Selatan menulis surat kepada keluarga mereka  yang isinya, “Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang  tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya  peristiwa ini.”</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4222" title="pahlawanindo-8" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-8.jpg" alt="" width="448" height="299" /></a>Hmmm, karena sedang berbicara tentang kapal, maka mari kita lanjutkan ke…..</p><h2><strong>4. </strong><strong>Kapten kapal yang nenek moyangnya seorang pelaut sejati</strong></h2><p><strong> </strong></p><p>Mari kita sejenak balik ke masa yang agak jauh namun sudah cukup  modern. Kisah ini seputar tenggelamnya KMP Tampomas II milik Pelni pada  hari Selasa 27 Januari 1981 di sekitar kepulauan Masalembu. Kejadian ini  sering disebut sebagai Titanic nya Indonesia.</p><p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4216" title="pahlawanindo-1" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-11.jpg" alt="" width="638" height="137" /></a></p><p>OK. Pertama2 bagi yang tidak tahu, kapal ini adalah barang rongsokan sampah tengik. <strong><em>Real piece of shit</em></strong>.  Kapal ini dibeli saat sudah berusia 10 tahun dari Jepang seharga 8.3  juta dolar AS. Saya juga nggak tahu kenapa kapal bekas harganya bisa  semahal ini di tahun segitu. Oh, inget gw, OrBa. OK.</p><p>Kedua, kapal ini diperlakukan seperti budak belian. Kapal ini langsung dipekerjakan di jalur <strong>Jakarta – Ujung Pandang</strong> yang super padat. Kapal ini hanya mempunyai waktu 4 jam setiap selesai  pelayaran untuk beristirahat. Perbaikan dan perawatan rutin yang  seharusnya cermat untuk barang setua ini juga dilaksanakan seadanya.  Kenapa? Ya mungkin karena OrBa lagi.</p><p>Jadi intinya barang ini adalah kakek2 yang dipekerjakan seperti budak  belian yang disodomi secara konstan tanpa memperhatikan kondisinya.</p><p>Kecelakaan tersebut disebabkan oleh kebakaran, yang entah darimana  asalnya. Ada yang bilang dari puntung rokok di ruang mesin, ada yang  bilang api pertama kali berkobar di geladak, atau mungkin karena  Poseidon marah karena kapal busuk tersebut overload karena penumpang  gelap dll lalu menghancurkannya. <em>Seriously</em>, koki kapal <strong>diperintah untuk memasak untuk 2000 orang</strong>. Padahal kapasitas maks kapal ini hanya 1500 orang.</p><p>Saat kebakaran mulai terjadi, semua orang panik dan menyelamatkan  diri sendiri. Situasi tambah kacau karena para ABK (anak buah kapal)  juga menyelamatkan diri sendiri. Mualim dan Markonas yang bertugas  bahkan langsung meninggalkan kapal membawa radio dll sehingga kapal  tidak dapat meminta bantuan dari kapal lain.</p><p>Di saat yang genting ini Kapten Kapal Abdul Rivai tampil menjadi  penyelamat. Kapten Abdul Rivai tetap berada di kapal, tidak seperti anak  buahnya yang melarikan diri sendiri dan berteriak kepada markonas yang  kabur, “Kalau ketemu saya cekik dia!”</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-9.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4223" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-9.jpg" alt="" width="137" height="120" /></a></p><p>Kapten Abdul Rivai benar-benar memegang teguh prinsip bahwa kapten  adalah yang terakhir meninggalkan kapal. Dia bekerja sekuat tenaga  menyelamatkan penumpang tanpa memikirkan dirinya sendiri. Saat kapal  sudah mulai miring, dia tetap <a href="http://tipsunik.co.cc/tenggelamnya-kapal-tampomas-ii/">masih sibuk membagikan pelampung</a> kepada penumpang. Di detik-detik terakhir saat kapal mulai tenggelam, kapten masih terlihat <strong>berada di anjungan</strong> sambil berpegangan pada kusen jendela.</p><p>Kapten Abdul Rivai tenggelam bersama kapal yang dinahkodainya   bersama dengan 431-666 orang lainnya. Anda bertanya2 kenapa angkanya  tidak pasti? Well, penguasa orba brengsek mencoba menutup2i tragedi ini  dan tidak melakukan investigasi serius. Sampai sekarang pun masih banyak  misteri yang tidak terungkap dari kecelakaan ini.</p><p>Tapi bagaimanapun, aksi heroik kapten Rivai memberi inspirasi kepada penyanyi Ebiet G. Ade untuk menulis lagu <a href="http://lyrics.wikia.com/Ebiet_G._Ade:Sebuah_Tragedi_1981">“Sebuah Tragedi 1981.”</a></p><p>Dan kita hampir yakin bahwa nenek moyangnya pasti seorang pelaut jantan.</p><h2><strong>5. </strong><strong>Polisi yang benar2 melindungi dan mengayomi masyarakat.</strong></h2><p>&nbsp;</p><p><strong><em>Try to imagine that a thief was caught stealing motorcycle in a rural area</em></strong>.  Kita tahu bahwa warga desa biasanya mengamuk, melampiaskan kekesalan  (sehari2) mereka ke si pencuri, dan si pencuri biasanya tewas. Nah, dia  adalah seorang pencuri yang tidak punya hubungan apa2 dengan polisi. Dan  kalau sudah begitu, biasanya polisi cuma menonton karena tidak berani  menjadi tameng hidup bagi sang pencuri. Kita sudah melihatnya di  mana-mana, termasuk di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=UgY6N6Qe5EA">kasus Ahmadiyah</a> (warning : jangan dilihat kalau jantungnya lemah).</p><p>Tapi ternyata masih ada polisi yang berdedikasi di Indonesia. Yang  menjadi penegak hukum dan membela hukum apapun resikonya. Yang berani  menanggung resiko karena tugas dan sumpahnya menegakkan hukum.</p><p><strong>Briptu Ade Suharto Sindu</strong> adalah anggota Polsek  Kapetakan Kabupaten Cirebon. Dia kebetulan berada di lokasi hari Selasa,  19 November 2010 saat seorang pencuri tertangkap warga ketika sedang  mencuri motor di Desa Grogol, Kapetakan, Cirebon. Sembari menunggu mobil  polisi yang akan menjemputnya datang, dia mengamankan sang pencuri dari  amukan warga di sebuah rumah.</p><p>Waktu berlalu tetapi warga tetap mengamuk dan mengepung rumah dari  segala penjuru. Ketika mobil datang menjemput, warga masih mengamuk dan  ingin menghakimi si pencuri. Naluri polisi Briptu Sindu <a href="http://m.inilah.com/read/detail/904852/aksi-heroik-briptu-ade-berakhir-tragis/">tergugah dan <strong>melindungi si pencuri</strong></a><strong> </strong>agar tidak jadi bulan-bulanan warga.</p><p>Namun warga tetap memukul dan melempar batu, dan ada yang mengenai  kepala Sindu. Akibat luka-lukanya, nyawanya tidak tertolong walaupun  sempat dibawa ke RS.</p><p>Briptu Sindu yang meninggalkan seorang istri dan bayi berusia 3 bulan ini dimakamkan secara militer dan  diberi anugerah berupa <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/125114"><strong>kenaikan pangkat 1 tingkat</strong></a>.</p><p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-21.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4217" title="pahlawanindo-2" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-21.jpg" alt="" width="550" height="350" /></a></p><p>Well, menurut saya orang ini pantas diberi gelar pahlawan karena  dedikasinya pada tugas, dan keluarganya diberi santunan karena dia  adalah penanggung jawab keluarga satu2nya. <em>If only all of our police forces behave like that, we would have a very strong country. </em>Ah  tapi sekarang lagi banyak skandal di kepolisian, jadi mungkin kepala2  polisi masih sibuk ngurusin skandal2 itu. Berpikir positif saja lah.</p><h2><strong>6. </strong><strong>Lelaki Muslim yang tanpa pamrih menyelamatkan sebuah Gereja<em><br /> </em></strong></h2><p><em>You know this is coming, don’t you</em>? <em>Some of you have known this story</em>. Cerita heroik ini mungkin cerita paling jantan yang ada di artikel ini.</p><p><strong>Riyanto</strong> adalah seorang Banser (Barisan Serbaguna)  Nahldlatul Ulama (NU) yang merupakan kader lapangan dari NU (kamu tahu  bahwa NU adalah organisasi Islam, kan?). Saat <strong>Natal tahun 2000</strong>,  banser NU turut dimobilisasi bersama polisi dan aparat keamanan  setempat untuk turut membantu menjaga gereja-gereja dari tindakan yang  tidak diinginkan. Sekaligus menunjukkan nilai2 persaudaraan antar agama.</p><p><em>So, basically Riyanto is a devout Moslem who was told to protect Christians in a church. Try to remember that.</em></p><div id="attachment_4226" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-4.jpg"><img class="size-full wp-image-4226" title="pahlawanindo-4" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-4.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Foto dan seragam Riyanto</p></div><p>Riyanto kebagian menjaga <strong>Gereja Eben Haezer di Mojokerto</strong> (sebuah kota kecil di Jawa Timur, kalau pengetahuan geografi Anda  lemah). Ibadah Natal berlangsung khidmat, sampai akhirnya ada umat  gereja yang curiga melihat bungkusan plastik yang sepertinya tidak ada  pemiliknya.</p><p>Riyanto memeriksa bungkusan tersebut, dan setelah mengamatinya, dia  curiga karena ada bunyi tik-tok-tik-tok dari bungkusan itu. Dia spontan  berteriak “<strong>TIARAP</strong>!!!” dan melempar bom tersebut ke tempat sampah yang ada di situ.</p><p>Malangnya, <strong>bom tersebut terpental tidak masuk tong sampah</strong>. Riyanto yang melihat hal tersebut <strong>mengeraskan nyali dan tanpa mempedulikan keselamatannya <a href="http://kabarhaji.com/inspirasi/1139/riyanto-banser-penyelamat-jamaat-eben-haezer">memungut bom tersebut, dibawa menjauh</a> untuk dilempar lebih jauh lagi</strong>. <em>Cos he’s been told to protect everybody there, that’s it</em>.</p><div id="attachment_4214" class="wp-caption aligncenter" style="width: 514px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/GokuSacrifice.Ep_.188.png"><img class="size-full wp-image-4214 " title="GokuSacrifice.Ep_.188" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/GokuSacrifice.Ep_.188.png" alt="" width="504" height="280" /></a><p class="wp-caption-text">seperti momen paling GLORIOUS dalam sejarah komik</p></div><p>Tapi Tuhan berkehendak lain, bom tersebut <strong>meledak di pelukan Riyanto</strong> sebelum sempat dilempar.</p><p>Serpihan tubuhnya berserakan sejauh <strong>100 meter</strong>.</p><p>(mengheningkan cipta)</p><p>Semua yang berada di gereja selamat, walaupun Riyanto <strong>gugur</strong> di tempat karena menjalankan tugas.</p><p>Pengurus pusat NU menghargai jasanya setinggi2nya, dan menempatkan foto dan seragamnya di <strong>museum NU di Surabaya</strong>.</p><p>Tahun 2008 <strong>nama Riyanto dijadikan beasiswa</strong> oleh The Wahid Institute dan dijadikan <strong>nama jalan di lokasi</strong> Gereja Eben Haezer. Aksi heroiknya juga menginspirasi <em>ending</em> dari <a href="http://filmtandatanya.com/">novel dan akhirnya film <strong>“?”</strong></a> yang disutradarai oleh sineas kondang Hanung Bramantyo.</p><div id="attachment_4224" class="wp-caption aligncenter" style="width: 220px"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-12.jpg"><img class="size-full wp-image-4224" title="pahlawanindo-12" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/pahlawanindo-12.jpg" alt="" width="210" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Hadiah atas kepahlawanannya. Mayan lah ganteng.</p></div><p>Dia adalah pahlawan sejati di Indonesia yang sering dilanda konflik agama. Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisiNya.</p><p><strong>TRASHtrowijoyo adalah jejaka yang mencoba membuktikan  keJANTANan dengan mengembangbiakkan monster di kamar asramanya yang  mungil. Dia mempunyai website di <a href="http://trashtrowijoyo.wordpress.com/">http://trashtrowijoyo.wordpress.com/.</a> Anda dapat mengikutinya di <a href="http://twitter.com/#%21/fsastrowijoyo">Twitter</a>.</strong><br /> <strong>Sumber : <a href="http://theposkamling.com">thePoskamling</a></strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/6-kisah-kepahlawanan-jantan-masa-kini-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Ahmad Ataka: Antara Fisika, Organisasi, dan Menulis</title><link>http://padmanaba.or.id/ahmad-ataka-antara-fisika-organisasi-dan-menulis/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/ahmad-ataka-antara-fisika-organisasi-dan-menulis/#comments</comments> <pubDate>Mon, 01 Aug 2011 05:10:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category> <category><![CDATA[Ahmad Ataka]]></category> <category><![CDATA[bakti vidya padmanaba]]></category> <category><![CDATA[Olimpiade]]></category> <category><![CDATA[teratai merah]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=4153</guid> <description><![CDATA[Ataka membuktikan bahwa olimpiade bukanlah sesuatu yang rumit. Buktinya, dengan kesibukannya mengikuti olimpiade, ia tetap mampu berorganisasi dan menghasilkan novel. Siapa tak mengenal Ahmad Ataka Awwalurrizqi? Alumni Padmanaba 65 yang akrab disapa Ataka ini terkenal dengan segudang prestasi. Mulai dari serentetan medali yang ia peroleh saat olimpiade Fisika, sampai kemahirannya menulis yang pada akhirnya menelurkan [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><em>Ataka membuktikan bahwa olimpiade bukanlah sesuatu yang rumit. Buktinya, dengan kesibukannya mengikuti olimpiade, ia tetap mampu berorganisasi dan menghasilkan novel.</em></p><p style="text-align: center;"><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/Ahmat Ataka"><img class="aligncenter size-full wp-image-4154" title="Ataka" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/08/10223_1153216309468_1199474258_30435160_5496218_n.jpg" alt=" Ataka" width="362" height="483" /></a></p><p>Siapa tak mengenal Ahmad Ataka Awwalurrizqi? Alumni Padmanaba 65 yang akrab disapa Ataka ini terkenal dengan segudang prestasi. Mulai dari serentetan medali yang ia peroleh saat olimpiade Fisika, sampai kemahirannya menulis yang pada akhirnya menelurkan sejumlah novel fantasi.</p><p>Fisika dan menulis jelas merupakan dua hal yang berbeda. Namun Ataka dapat tetap menjalankan kedua hal itu dengan seimbang. Hal ini wajar, sejak kecil, orang tua Ataka sudah mendidik Ataka untuk selalu membaca. Dari bacaan yang semula hanya komik yang lalu berlanjut ke novel. “Aku suka banget baca novel, nah, aku sering <em>nggak</em> puas sama ceritanya, lama-lama tertarik deh untuk membuat cerita versiku sendiri.” Lanjut Ataka.  Karya-karyanya sendiri antara lain yakni Misteri Pedang Skinhead dan Misteri Pembunuhan Penggemar Harry Potter. “Menulis membuat saya bisa membuat dunia sendiri, dengan tokoh-tokoh yang sesuai dengan keinginan saya.”</p><p>Tak hanya menulis, kemampuan pria berpostur tubuh mungil yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Teknik Elektro 2010 ini pun terbukti <em>ciamik</em> di bidang sains, Fisika khususnya. “Sebenarnya dari awal aku sukanya sama matematika. Bisa dibilang aku terjerumus dalam dunia Fisika ini secara nggak sengaja, tapi akhirnya lama-lama aku <em>seriusin</em>. Di tahun 2008 ternyata aku berhasil dapat perunggu, ditambah setelah itu melihat kakak angkatan yang bisa sampai internasional. <em>Nah,</em> itulah yang jadi motivasi saya untuk mencintai Fisika.” Tutur pria yang meraih medali perunggu pada 2008, medali emas nasional pada 2009,  medali perunggu tingkat Asia pada 2010, serta medali perak di olimpiade internasional 2010, kesemuanya di bidang Fisika.  “Fisika tidak kalah dengan matematika. Fisika mengajarkan saya bahwa Tuhan menciptakan alam untuk dipelajari dan digunakan.”</p><p>Ataka yang ketika SMA mengikuti ekskul KIR, Jubah Macan, SKI, dan OSIS ini juga menceritakan sedikit kenangannya tentang SMA 3. “SMA 3 itu teduh dan punya banyak banget organisasi. Kebetulan ketika SMP saya bertekad untuk mengikuti banyak organisasi agar dapat mempraktekkan ilmu saya, alhamdulillah saya menemukan apa yang saya cari di SMA 3.”</p><p>Selanjutnya ia sedikit bercerita tentang betapa olimpiade tidak begitu menjadi tren di kalangan anak SMA 3. “Ini mungkin konsekuensi dari beragam ekskul yang cukup menguras waktu sehingga teman-teman banyak yang lalu menganggap bahwa sekolah itu tidak usah berat-berat. Anak2 yang dari SMP <em>udah </em>ikut olimpiade jadi nganggep olimpiade itu buat sampingan <em>aja</em>.” Ujarnya. “Yah, tapi pada akhirnya itu kan pilihan, namun tetap saja, menurut saya sekolah punya peran yang penting untuk membuat olimpiade jadi menarik. Banyak hal yang bisa dilakukan kok, misalnya, beasiswa, atau <em>reward</em> yang membuat olimpiade akhirnya jadi bernilai lebih. Menurut saya, sekolah masih kurang dalam mempromosikan menariknya olimpiade.”</p><p>Dan tidak hanya reward, ada alternatif lain yang menurut Ataka mampu membuat olimpiade menjadi menarik. “Komunitas. Sesuatu kegiatan, apapun itu kalau memiliki komunitas maka rasanya akan jadi seperti keluarga dan akhirnya jadi lebih menarik. Otomatis akan ada transfer ilmu juga antara yang senior dan junior. Terutama munculnya rasa terikat karena perasaan saling memiliki.” Gagasnya. SMA 3 perlu membuat komunitas untuk anak-anak olimpiade, hal ini sekaligus agar antara alumni dan sekolah memiliki wadah untuk saling berhubungan.  “Komunitas adalah solusi yang dapat merangkul itu semua.” Lanjut Ataka menutup perbincangan.</p><p>(Sarah Karinda)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/ahmad-ataka-antara-fisika-organisasi-dan-menulis/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Keluarga Besar Padmanaba: Jiwa Pemersatu, Jiwa Padmanaba</title><link>http://padmanaba.or.id/keluarga-besar-padmanaba-jiwa-pemersatu-jiwa-padmanaba/</link> <comments>http://padmanaba.or.id/keluarga-besar-padmanaba-jiwa-pemersatu-jiwa-padmanaba/#comments</comments> <pubDate>Mon, 25 Jul 2011 23:30:34 +0000</pubDate> <dc:creator>Padmanaba Network</dc:creator> <category><![CDATA[Alumni]]></category><guid isPermaLink="false">http://padmanaba.or.id/?p=3957</guid> <description><![CDATA[Padmanaba, seperti yang kita semua tahu, adalah sebuah keluarga. Tentunya, keluarga yang terdiri dari angkatan tua, angkatan yang baru saja masuk, guru, dan karyawan. Untuk mewadahi keluarga yang sangat besar, Padmanaba memiliki sebuah wadah yang bernama Keluarga Besar Padmanaba. Keluarga Besar Padmanaba seperti layaknya sebuah organisasi, memiliki struktur dari pusat sampai daerah. Struktur organisasi untuk [...]]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2530.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-3958" title="Kompartemen Padmanaba" src="http://padmanaba.or.id/kalawarta/wp-content/uploads/2011/07/IMG_2530-300x225.jpg" alt="Kompartemen Padmanaba" width="300" height="225" /></a></p><p>Padmanaba, seperti yang kita semua tahu, adalah sebuah keluarga. Tentunya, keluarga yang terdiri dari angkatan tua, angkatan yang baru saja masuk, guru, dan karyawan. Untuk mewadahi keluarga yang sangat besar, Padmanaba memiliki sebuah wadah yang bernama Keluarga Besar Padmanaba.</p><p>Keluarga Besar Padmanaba seperti layaknya sebuah organisasi, memiliki struktur dari pusat sampai daerah. Struktur organisasi untuk pusat adalah Alumni Pusat yang diketuai oleh ketua pengurusan. Periode kepengurusan lima tahun. Pemilihan akan dilakukan pada saat Munas yang diselenggarakan setiap tanggal 19 September, ulang tahun Padmanaba. Periode ini, Alumni Pusat diketuai oleh Bapak Latief Malangyudho. Struktur organisasi di bawahnya adalah Kompartemen. Kompartemen berlokasi di kota-kota besar di Indonesia. Kompartemen yang masih aktif sampai sekarang adalah Kompartemen Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Syarat untuk membentuk kompartemen di setiap kota minimal sepuluh orang. Untuk kepengurusannya, Alumni Pusat membebaskan tata cara pemilihan ketua kompartemen sesuai kehendak anggota kompartemen di kota tersebut. Dibawah kompartemen-kompatemen, ada kumpulan-kumpulan angkatan. Menurut Bapak Latief, kumpulan angkatan lah yang sering berkumpul untuk bersilaturahmi.</p><p>Tugas pokok ketua kompartemen-kompartemen adalah menemani ketua pengurus pusat dan menghubungkan kembali alumni-alumni agar terus berkomunikasi dan bersilaturahmi, apalagi untuk menghubungkan angkatan muda dengan angkatan tua.  Hal ini lah yang menjadi tugas utama Keluarga Besar Padmanaba. Tentunya, banyak hambatan, seperti susahnya mengajak alumni-alumni untuk berkumpul dan bersilaturahmi karena kesibukan masing-masing. Selain ikatan alumni, Alumni Padmanaba memiliki Yayasan Padmanaba. Yayasan ini berkewajiban membantu keluarga-keluarga besar Padmanaba yang kurang beruntung, seperti siswa-siswi, guru, dan karyawan. Selain untuk mengurangi beban sesame keluarga, bantuan ini pun juga bertujuan mengingatkan kepada seluruh keluarga besar Padmanaba bahwa alumni selalu ada untuk kebaikan dan kemajuan Padmanaba.</p><p>Satu hal yang Pak Latief tekankan adalah siswa aktif, alumni, guru, karyawan, siswa yang hanya setahun pun termasuk anggota ikatan alumni Keluarga Besar Padmanaba secara otomatis. Pak Latief, Pak Prasojo, dan Bu Angling berpesan untuk selalu meng-up date posisi alumni kepada kompartemen atau kumpulan angkatan jika ingin terus mendapatkan kabar tentang kegiatan-kegiatan alumni Padmanaba. Pak Latief pun berpesan jika ingin bertanya atau menyampaikan saran, usul, dan lain sebagainya, bisa dikirim melalui email Sekretariat Yayasan Padmanaba, <a href="mailto:senopati_43a@yahoo.com">senopati_43a@yahoo.com</a>.</p><p>Oleh karena itu, ayo seaktif mungkin kita semua berbakti pada masyarakat salah satunya dengan aktif di Keluarga Besar Padmanaba. Jarak usia bukanlah hambatan untuk berkarya, karena jiwa Padmanaba lah penyatu kita. Jaya Padmanaba!</p><p>&nbsp;</p><p>Kandrika Fadhalan Pritularga</p><p>Pewawancara: Kandrika Fadhlan Pritularga dan Amalia Ayuningtyas</p><p>Sumber wawancara: Bapak Latief Malangyudho(Ketua Alumni Pusat), Bapak Prasojo(Ketua Kompartemen Jakarta), dan Ibu Angling Kusumo(anggota Kompartemen Yogyakarta)</p><p>&nbsp;</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://padmanaba.or.id/keluarga-besar-padmanaba-jiwa-pemersatu-jiwa-padmanaba/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk: basic
Page Caching using disk: enhanced
Database Caching 4/197 queries in 0.114 seconds using disk: basic
Object Caching 12080/12766 objects using disk: basic

Served from: padmanaba.or.id @ 2012-05-20 14:23:07 -->
