Alumni

BW Purbanegara, “Bermula dari A”.


Berperawakan Jawa, rambut gondrong keriting, dan senyum yang selalu dihadiahkan kepada setiap orang yang menyapa, BW Purbanegara.

Menekuni drama sejak SMA bersama kawan-kawan Teater Jubah Macan SMA 3 Yogyakarta dan setidaknya tercatat 7 kali menyumbangkan piala kejuaraan bagi SMA 3, untuk kejuaraan perorangan di bidang seni drama tingkat daerah (monolog/akting tunggal, pembacaan puisi, dan pembacaan cerita pendek).

Ya, beliau adalah salahsatu empu dari teater Jubah Macan (JM) pria kelahiran Sleman, 8 Maret 1983 ini akrab dipanggil Bang Popo, karya seni film yang dihasilkan sangat berkontribusi, perfilman local yang go internasional.

Melalui satu film cheng cheng po saja, berbagai prestasi sudah didapatkan, yaitu pemenang Konfiden Award Festival Film Pendek Konfiden 2007, pemenang Piala Citra FFI 2008 untuk kategori film pendek terbaik, sutradara terbaik, teknis terbaik, dan film terbaik Malang Film Video Festival 2008. Pada tahun 2008 cheng cheng po adalah Official Selection Singapore International Film Festival dan Nominator Mumbai international film Festival 2008. Dan dalam film “Musafir” sebagai  Official selection Berlin International Film Festival 2009.

Nama Jubah Macan sebenarnya sudah berkobar di angkatan Padmanaba56, dari usaha Bang Popo dan kawan-kawan, dimulailah pentas besar Teater JM “Pada awal tahun 2000 ketika duduk di kelas 2 SMA, saya memulai mencoba menyutradarai pementasan teater dengan menggarap lakon karya Kahlil Gibran berjudul “the Blind”, sekaligus saya menjadi pemeran utamanya. Pementasan ini menjadi tongak penting yang mengawali tradisi tahunan pentas besar teater jubah macan yang dilangsungkan tiap tahun secara kontinyu hingga sekarang. “

Prestasi teater Bang Popo melonjak saat SMA, juara 2 lomba akting tunggal teater nila pangkaja SMA 1 Yogyakarta pada tahun 1999 dan 2001, juara 3 pada tahun 2000.

Begitu menemukan bakat perfileman dalam dirinya, Pemenang ‘Ladrang Award’ sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Solo 2011 untuk film berjudul ‘Bermula dari A’ ini mencoba membentuk komunitas perfileman di SMA 3 “…ketika sebagian besar teman-teman kelas 3 tengah sibuk mengejar nilai ujian, saya justru sibuk untuk belajar membuat film pendek secara otodidak bersama Yosep Anggi dan beberapa teman angkatan 56 yang pada saat itu mulai membentuk ‘kelompok limaenam’. Film pendek itu berjudul “tapi maaf”. Disutradarai oleh Yosep Anggi. Saya menjadi aktor utama sekaligus pencetus awal ide ceritanya.  Setelah lulus SMA, kelompok limaenam masih terus menjadi ruang belajar kami.”

“Saat ini limaenam film tengah berupaya mencari formulasi terbaik untuk pengembangan industri film di Yogyakarta. Tentu akan sangat berbeda dengan industri entertainment mainstream Jakarta yang sebagian besar hanya menjual kegemerlapan mimpi semata”

Tepatnya saat bulan April 2010, Sutradara yang meraih gelar Sarjana dari Fakultas Filsafat UGM ini kembali menyumbangkan karya nya sebagai penulis naskah dalam pentas Besar JM “Opera Sutawijaya”, peringkat 4 Sirkuit Panjat Tebing DIY 1999 kategori pelajar ini telah membuktikan kontribusi karya nya, dalam bidang seni film, drama maupun sastra skala lokal hingga internasional.

“Kami yakin bahwa iklim kebudayaan Yogyakarta bisa memberi energi yang besar bagi kami dalam melahirkan karya-karya film yang lebih baik lagi di masa mendatang.”

BW Purbanegara, memberikan semangat kreasi kepada semua, begitu membanggakan bahwa dalam setiap karya nya terdapat nafas seorang Padmanaba, yang akan selalu bangga menjadi seorang Ngayogyakarta berkontribusi tiada henti memberikan ilmu budipekerti, berkarya untuk bangsa, untuk Indonesia.   (Asti Kusuma)

Tagged as Tags: , , , , ,
Posted by