Indah Pada Waktunya
Segala yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh memang selalu membuahkan hasil yang indah. Sudah dari berbulan-bulan yang lalu Teater Jubah Macan mempersiapkan pentas tadi malam. Mulai dari latihan vokal, latihan pernafasan, reading, blocking, pandalaman karakter, latihan menyanyi dengan diiringi musik yang sungguh luar biasa, dsb. Tetapi tidak hanya itu saja yang turut mendukung pementasan tadi malam. Penata artisik juga berperan penting karena mereka yang membuat panggung terasa lebih hidup, juga bagian make-up dan kostum yang mendandani pemain agar lebih berkarakter. Tidak lupa juga tim produksi yang menyiapkan segala akomodasinya, seperti masalah uang, perizinan, publikasi, keamanan, dsb. Semua bekerja keras untuk Wanita-Wanita Parlemen.
Jika sedikit menilik ke belakang, sebenarnya ada banyak rintangan dan hambatan. Seperti setting yang masih kurang ini itu, adanya scene yang masih belum mantap, lighting yang rumit, kesalahpahaman, emosi yang terlalu meluap-luap, dan masalah koordinasi lainnya. Konflik-konflik ini membuat semua tidak menyenangkan. Mungkin sumpah-serapah sempat terdengar. Tetapi JM tahu bahwa saat itu bukan saatnya untuk memikirkan ego masing-masing. Semuanya berusaha sebaik-baiknya, mengerahkan yang terbaik yang mereka punya.
Walau dengan persiapan yang kurang maksimal, Teater Jubah Macan telah membuktikannya. Dengan segala kekurangannya mereka dapat menghibur penonton. Tidak sia-sia tubuh disorot lampu yang sungguh panas, tidak sia-sia wajah panas karena berbalut make-up tebal, tidak sia-sia kepala pusing karena hair-spray. Tepuk tangan penonton menjadi tanda bahwa itu semua tidak sia-sia dan JM bisa memuaskan penonton. ”Sukses!”, ”Bagus banget”, ”Oke banget”, “Sip!” merupakan kata-kata yang dilontarkan penonton. Tapi menurut JM, mereka bisa lebih dari itu!
VIVA TEATER! VIVA WWP! VIVA JUBAH MACAN!!!
Teater Jubah Macan “Wanita-Wanita Parlemen” berterima kasih kepada:
Tuhan Yang Maha Esa, N. Riantiarno, SMA Negeri 3 Yogyakarta beserta staff, Kelarga Besar Padmanaba, Taman Budaya Yogyakarta, Pak Sugeng, Mas Bobi, Bang Popo, Mas Hohox, Mas Irwan, Mas Ponang, Mas Imam, Mas Sune, mas Putro, Mbak Fima, Mas Shafiq, Mas Saga, Macan Tua, Lia, Arin, Asti, Ajeng, Tepha, Ifada, Uli, Yofi, Bayu, Bangkit, Bagus, Rio, Arasy, Dika, Aka, Girindra, Sekar, Muti, Rankin, Fani, Foila, Ivit, Sandra, Provita, Thea, Miki, Dinar, Odi, Upong, Egga, Hyasintha, Mutia, Mega, Rizky, Bram, Hafizh, Harvin, Ayyik, Nimitta, Sita, Fifi, Dani, Biass, Disa, Ninda, Hilma, Dhatu, Intan, Zita, Sari, Oli, Vina, Wika, Nadia, Zza, Tota, Gaby, Astrid, Kim, Dandud, Diajeng, Dhian, Dita, Aryn, Nanda, Dinia, Ima, Gestien, Ayu, Dhyana, Mentari, Qia, Rosa, Bertus, Randy, Restu, Cindy, Jonathan, JM 65, JM 66, JM 67, Luntung, Handud, Arsy, Peter, Perkap PadJazz dan FBR, caBhapad 67, Orang Tua, Penonton, Donatur, Pembaca, dan semua pihak yang telah mendukung pentas ini.





btw potonya mana ya? uplod dunk
keren!!!
tunggu OPERA KREPA KREPI
30 Februari 2010 di TBY
apa itu OPERA KREPA KREPI?
sek, bukane gak ada tgl 30 Februari?
hahaha
itu gawe-gawe mas,,
krepa-krepi tu si aras sama rio itu hlo
fotonya itu dulu ya mas.
hehehe :p
kereen..!
fotone wis di upload…!!:p